Wabup Garut Titipkan Pesan Pengabdian bagi Daerah Terpencil di Yudisium PIDGI Angkatan V
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
- visibility 31
- print Cetak

Wakil Bupati Garut Putri Karlina saat sampaikan pesan di acara kegiatan Yudisium dan Pelepasan Program Internship Dokter Gigi Indonesia Angkatan V Tahun 2025 yang digelar di Aula Gedung Farmasi RSUD dr. Slamet Garut. (Dok/Foto/Aden/Hitv)
Penulis: Kang Aden
Wakil Bupati Garut sekaligus Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Garut, Putri Karlina, berpesan agar para dokter gigi muda terus menumbuhkan semangat pengabdian, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil.
HITVBERITA.COM | Garut — Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Garut dalam kegiatan Yudisium dan Pelepasan Program Internship Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) Angkatan V Tahun 2025 yang digelar di Aula Gedung Farmasi RSUD dr. Slamet Garut, Senin (11/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Putri Karlina menyampaikan apresiasi kepada 14 peserta PIDGI yang telah menuntaskan masa pengabdian enam bulan di berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Garut.
Ia menilai, profesi dokter gigi tidak semata pekerjaan, melainkan panggilan hidup untuk melayani sesama.
“Saya ucapkan selamat kepada teman-teman dokter gigi baru. Enam bulan kalian telah mengabdi di Garut. Saya, sebagai kepala daerah sekaligus sejawat, menyampaikan terima kasih,” ujar Putri.
Putri menyoroti tantangan distribusi tenaga kesehatan di Garut, khususnya dokter gigi di wilayah selatan kabupaten yang masih minim akses layanan kesehatan. Ia menyebut, meski jumlah dokter gigi di Garut telah meningkat dibandingkan beberapa tahun lalu, pemerataan tenaga medis masih menjadi pekerjaan rumah.
“Dulu jumlah dokter gigi di Garut hanya 30 orang. Sekarang memang sudah berlipat, tetapi tetap belum mencukupi. Wilayah kami sangat luas, sementara minat praktik di Garut Selatan masih rendah,” kata Putri.
Menurutnya, ketimpangan distribusi tenaga kesehatan turut berpengaruh pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Garut yang masih tertinggal.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya memperbaiki kondisi tersebut melalui berbagai program strategis, termasuk peningkatan layanan kesehatan dasar.
Kepada para dokter gigi baru, Putri menitipkan pesan agar tidak melupakan daerah yang pernah menjadi tempat pengabdian mereka.
“Kalau nanti teman-teman memilih berpraktik di kota, jangan lupakan Garut, terutama Garut Selatan. Masyarakat di sana sangat membutuhkan tenaga kesehatan. Tolong gaungkan bahwa kami butuh dokter gigi yang mau mengabdi,” tuturnya.
SEMENTARA itu, Direktur RSUD dr. Slamet Garut, dr. Inge Andriani Heriawan, menyampaikan bahwa yudisium ini menjadi titik awal perjalanan profesional para dokter gigi muda.

Direktur RSUD dr. Slamet Garut, dr. Inge Andriani Heriawan (Dok/Foto/Aden/Hitv)
Ia berharap, pengalaman mereka selama bertugas di Garut menjadi bekal penting dalam membangun praktik kedokteran yang berorientasi pada pelayanan dan empati.
“Kami percaya pengalaman melayani masyarakat Garut dengan segala tantangannya telah membentuk saudara menjadi dokter gigi yang tidak hanya cakap secara klinis, tetapi juga memiliki hati yang tulus dalam mengabdi,” ujar Inge.
Program PIDGI Periode II Tahun 2025 dilaksanakan di RSUD dr. Slamet Garut, Puskesmas Tarogong, dan Puskesmas Pembangunan. Sebanyak 14 peserta telah menjalani masa tugas sejak 22 Mei hingga 22 November 2025. (/*/*/)
Editor: AYS
Sumber Berita: HITV JABAR
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar