Warga Singkep Gelisah, Rekomendasi Perkebunan Sawit PT SPP Tuai Sorotan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
- visibility 34
- print Cetak

Warga Singkep gelisah, rekomendasi perkebunan Sawit PT SPP tanpa sosialisasi yang memadai, dinilai abaikan aspirasi warga yang nantinya akan terdampak langsung. (Foto/Ruslan/Hitv)
Penulis: Ruslan LGA
Rencana pemberian rekomendasi pengelolaan lahan seluas 23.000 hektar kepada PT SPP di Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, memantik keresahan masyarakat. Tanpa sosialisasi yang memadai, langkah ini dinilai mengabaikan aspirasi warga yang akan terdampak lang.
HITVBERITA.COM | Lingga — Kabar mengenai terbitnya rekomendasi bagi perusahaan sawit tersebut mencuat awal Oktober 2025. Padahal, di masa pemerintahan sebelumnya, pengajuan izin serupa sempat ditolak oleh Bupati terdahulu, HJ alias Wello, dengan alasan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Kini, tanpa penjelasan terbuka, arah kebijakan tampak berubah.
“Semoga nanti rumah-rumah masyarakat tak lagi dari kayu, semua dari beton. Kapal pun jangan lagi kayu, tapi aluminium,” ujar seorang warga dengan nada getir, menyindir potensi hilangnya sumber kayu akibat ekspansi sawit.
Nada serupa datang dari YD, warga lainnya yang menyerukan kewaspadaan. Ia menilai masyarakat perlu bersikap kritis terhadap rencana masuknya korporasi besar di wilayah kecil seperti Singkep.
“Kalau perusahaan ini jadi beroperasi, bisa-bisa masyarakat hanya gigit jari. Di Medan, kami sudah lihat sendiri: tanah habis untuk sawit, konflik sosial meningkat, bahkan lahan kuburan pun sulit,” ujarnya tegas.
YD mengingatkan, pengalaman di banyak daerah menunjukkan bahwa industri sawit kerap meninggalkan jejak panjang persoalan, mulai dari kerusakan lingkungan hingga ketimpangan ekonomi.
“Pikir seribu kali sebelum menyetujui,” katanya.
Sejumlah aktivis lingkungan dan tokoh masyarakat juga menyuarakan perlunya transparansi dan partisipasi publik sebelum keputusan strategis semacam ini diambil. Mereka menegaskan, Pulau Singkep dengan ekosistem pesisir dan hutan tropisnya memiliki daya dukung terbatas.

Rencana pemberian rekomendasi pengelolaan lahan seluas 23.000 hektar kepada PT SPP di Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, memantik keresahan masyarakat. (Foto/Ruslan/Hitv)
HINGGA kini, pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait kabar rekomendasi tersebut. Sementara masyarakat menanti kejelasan, bayang-bayang eksploitasi lahan mengancam ketenangan pulau kecil di selatan Lingga itu. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar