Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Wow Luar Biasa Peneliti Menemukan Ada Mikro-Organisme Didalam Batu Purba Berusia Lebih Dari 2 Miliar Tahun!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
  • print Cetak
Foto Ilustrasi : Saat para peneliti menemukan air tanah berusia 1,2 miliar tahun di dalam sebuah tambang di Afrika Selatan. (Foto/Oliver Warr/University of Toronto/LiveScience)

HiTvBerita.COM | JAKARTA – Sebuah penemuan mengesankan saat tim peneliti dari Graduate School of Science di University of Tokyo, menemukan adanya mikro-organisme di dalam sebuah batu kuno berusia lebih dari 2 miliar tahun.

Penemuan ini pun dinilai sebagai terobosan luar biasa, dan disebut-sebut kedepan bisa mengubah pengetahuan soal evolusi makhluk hidup di Bumi.

HiTvBerita.COM mengutip informasi ini dari sebuah artikel di jurnal Microbial Ecology tentang temuan mikroba yang masih hidup di dalam sebuah batu kuno yang usianya lebih dari 2 miliar tahun.

Dan, siaran pers soal penelitian tersebut menyatakan bahwa itu mikroba hidup yang ditemukan di batu paling tua.

Disebutkan bahwa hingga saat ini lapisan geologi tertua yang di dalamnya ditemukan mikro-organisme hidup, tercatat berusia 100 juta tahun yang terkubur di bawah dasar laut.

Dengan adanya penemuan mikro-organisme berusia lebih dari 2 miliar tahun yang didapat dari batu kuno yang diambil dengan menggunakan metode pengeboran ultra-dalam dari Afrika Selatan itu, telah diklaim sebagai sebuah penemuan yang sangat mengesankan.

Hal tersebut disampaikan oleh Yohey Suzuki, yakni salah satu peneliti dari Graduate School of Science di University of Tokyo.

“Kami tidak tahu apakah batu berusia 2 miliar tahun bisa ditinggali. Sebab, sampai saat ini, lapisan geologi tertua yang di dalamnya ditemukan mikro-organisme hidup berusia 100 juta tahun yang pernah diketemukan dan terkubur di bawah dasar laut. Artinya, ini penemuan yang luar biasa,” kata Yohey Suzuki,

Teori yang diterima luas saat ini menyatakan kehidupan pertama kali muncul di Bumi sekitar 3,5 miliar tahun lalu. Adapun, manusia baru muncul ratusan ribu tahun silam. Penemuan mikroba di dalam batu kuno membuka peluang untuk meneliti ekosistem dan evolusi biologi miliaran tahun lalu.

Dalam laporan riset, peneliti menyatakan mikroba tersebut adalah makhluk “asli” di batu kuno yang dipecahkan dan berevolusi dengan sangat lambat. Artinya, penelitian lebih lanjut menggunakan mikroba itu bisa memberikan pengetahuan baru soal genetika.

“Dengan meneliti DNA dan genomik mikroba seperti ini, kita bisa memahami evolusi pada era terawal di Bumi,” kata Suzuki.

Koalisi peneliti internasional percaya penelitian mikroba di batu kuno juga akan berdampak ke upaya mencari kehidupan lain di luar Bumi.

NASA, misalnya, saat ini memiliki robot Perseverance di Mars yang salah satu misinya adalah mengambil sampel fisik untuk dikirim ke Bumi. Peneliti batu kuno di Bumi memperkirakan sampel dari Mars usianya akan sama dengan batu yang dibor di Afrika Selatan.

“Menemukan kehidupan mikroba di Bumi dari 2 miliar tahun lalu dan bisa mengkonfirmasi keasliannya membuat saya semangat, ingin tahu apa yang bisa kita temukan dari sampel di Mars,” kata Suzuki.

(HI/Network)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bunda PAUD Kalteng Raih Penghargaan Wiyata Dharma Muda

    Bunda PAUD Kalteng Raih Penghargaan Wiyata Dharma Muda

    • 0Komentar

    Penulis: Kistolani Mangun Jaya Komitmen Kalimantan Tengah dalam memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bunda PAUD Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menerima Penghargaan Wiyata Dharma Muda pada Puncak Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 yang digelar di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Kamis 13 November 2025. […]

  • The Chosen: Last Supper – Part 1 2025 5.1 Audio To𝚛rent

    The Chosen: Last Supper – Part 1 2025 5.1 Audio To𝚛rent

    • 0Komentar

    ZIP password is: 123 ➡ DOWNLOAD LINK Jesus redokes the hole in the hole, but the shis’s father’s house steel turned from the Corpeer market. Since the Jewish high priest’s lawyer, Wold’s Messiah, Jesus first strikes the corruption chamber. These are: Last Dinner – Part 1 2025 Online Movie These are: Last Dinner – Part […]

  • 59 Tahun Perumda Pasar Jaya, Meneguhkan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat Jakarta

    59 Tahun Perumda Pasar Jaya, Meneguhkan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat Jakarta

    • 0Komentar

    Perumda Pasar Jaya menandai usia ke-59 dengan semangat tumbuh bersama masyarakat, sebuah tema yang mencerminkan perjalanan panjang perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu dalam menjaga denyut ekonomi rakyat, khususnya di sektor pasar tradisional dan modern. JAKARTA | HITV — Ketua Dewan Pakar Media Independen Online (MIO) Indonesia, Taufiq Rahman, SH, S.Sos, menyampaikan ucapan […]

  • Miliki 4 Paket Sabu, Seorang Pemuda Pangkalpinang Diamankan Dikontrakannya

    Miliki 4 Paket Sabu, Seorang Pemuda Pangkalpinang Diamankan Dikontrakannya

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM BABEL | Empat paket sabu berhasil diamankan Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Bangka Belitung dari seorang pemuda berinisial MN alias Niko warga Gabek Kota Pangkalpinang, Kamis (11/7/24) siang. Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Jojo Sutarjo mengatakan pelaku diamankan di Jalan Air Mangkok Kelurahan Bacang Kecamatan Bukit intan Pangkalpinang. “Pelaku ditangkap saat berada […]

  • ‎AJOI Desak BPK Audit APBD Lingga

    ‎AJOI Desak BPK Audit APBD Lingga

    • 0Komentar

    Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) Kabupaten Lingga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 Kabupaten Lingga.(Foto/Ruslan/Hitv) Penulis: Ruslan LGA ‎Dana Pembangunan Kejari dan Polres Dinilai Perlu Diperiksa demi Transparansi HITVBERITA.COM | Lingga— Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) Kabupaten Lingga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit penggunaan […]

expand_less