188 Tahun Tanjungpandan: Menjaga Warisan Sejarah, Menatap Kota Global Berbasis Maritim dan Budaya
- account_circle Iswandi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani menegaskan Peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 17 Tahun 1990. (Dok/Foto/IS)
Pembangunan Tak Lagi Bertumpu pada APBD Semata
DALAM pidatonya, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan 188 tahun Kota Tanjungpandan sebagai momentum untuk menghormati jasa para pendiri daerah sekaligus memikirkan warisan yang akan diberikan kepada generasi mendatang.
Ia menilai pembangunan hari ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah diletakkan para pendahulu hampir dua abad silam.
“Pertanyaan penting yang harus kita renungkan bukan lagi apa yang diwariskan para pendahulu kepada kita, tetapi apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita,” katanya.
Di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan fiskal, Djoni menyebut berbagai indikator pembangunan Belitung menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 4,06 persen, pendapatan per kapita meningkat menjadi sekitar Rp82,47 juta per tahun, angka kemiskinan terus menurun, kesempatan kerja semakin terbuka, inflasi tetap terkendali, serta Indeks Pembangunan Manusia terus mengalami peningkatan.
Belitung juga kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama enam tahun berturut-turut, sebuah capaian yang dinilai mencerminkan semakin baiknya tata kelola pemerintahan.
Di sektor pendidikan, berbagai prestasi nasional berhasil diraih para guru dan pelajar. Sementara di bidang kebudayaan, Belitung terus memperoleh apresiasi pemerintah pusat. Pada aspek keamanan, kolaborasi antara masyarakat adat dan Polri dalam mencegah radikalisme juga mendapat penghargaan dari Kapolri.
Namun bagi Djoni, capaian tersebut bukanlah tujuan akhir.
Ia menegaskan paradigma pembangunan Belitung kini tidak lagi hanya mengandalkan belanja pemerintah, tetapi juga membangun jejaring, memperkuat diplomasi daerah, dan meningkatkan kepercayaan investor.
Keberhasilan dibukanya kembali penerbangan internasional rute Singapura–Tanjungpandan oleh Scoot sejak 3 Mei 2026 disebut menjadi bukti bahwa pendekatan kolaboratif mampu menghadirkan hasil nyata tanpa membebani keuangan daerah.
“Ketika kepercayaan tumbuh, investasi akan datang, konektivitas terbuka, dan peluang ekonomi berkembang,” ujarnya.
- Penulis: Iswandi






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.