188 Tahun Tanjungpandan: Menjaga Warisan Sejarah, Menatap Kota Global Berbasis Maritim dan Budaya
- account_circle Iswandi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani menegaskan Peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 17 Tahun 1990. (Dok/Foto/IS)
Menuju Daerah yang Dikenal Dunia Tanpa Kehilangan Jati Diri
BUPATI Djoni menilai posisi Belitung saat ini semakin diperhitungkan di tingkat internasional. Status sebagai UNESCO Global Geopark, kembali beroperasinya penerbangan internasional, hingga penyelenggaraan berbagai ajang olahraga dunia seperti myBCA Belitung Multisport Festival 2026 dan Gran Fondo New York (GFNY) Belitung 2026 memperlihatkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Belitung.
Menurutnya, berbagai kunjungan duta besar dari sejumlah negara sahabat membuka peluang baru di bidang investasi, perdagangan, pendidikan, kebudayaan, ekonomi kreatif, hingga pariwisata.
Meski demikian, Djoni mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan identitas daerah.
“Laut, budaya Melayu, sejarah, keberagaman masyarakat, dan keramahan warga Belitung merupakan kekuatan yang tidak dimiliki semua daerah. Dunia tidak mencari daerah yang sama, tetapi daerah yang memiliki karakter dan cerita,” katanya.
Karena itu, pembangunan harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan perlindungan budaya.
Mengakhiri sambutannya, Djoni menyampaikan apresiasi kepada DPRD, Forkopimda, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dunia usaha, media, akademisi, komunitas, serta seluruh masyarakat Belitung yang dinilai menjadi bagian dari setiap capaian pembangunan daerah.
Peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke-188, menurutnya, bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi titik tolak memperkuat kolaborasi menuju Belitung yang semakin terbuka, berdaya saing, dan mampu menempatkan diri sebagai pusat pertumbuhan maritim, pariwisata, investasi, serta ekonomi kreatif di tingkat global tanpa meninggalkan akar budaya yang telah diwariskan para pendahulu.
“Dirgahayu Kota Tanjungpandan ke-188. Semoga Tanjungpandan terus menjadi kota yang BERTUAH: Bersih, Elok, Ramah, Tertib, Ulet, Aman, dan penuh Harapan, serta semakin dikenal dan dihormati, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia,” tutup Djoni. (\•/)
Editor: Asep Yusuf Setyabudi
Sumber: Humas Pemkab Belitung
- Penulis: Iswandi






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.