741 Calon Jemaah Haji Purwakarta Ikuti Manasik Haji di Masjid Agung
- account_circle
- calendar_month Senin, 21 Apr 2025
- visibility 63
- print Cetak

Sebanyak 741 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Purwakarta mengikuti bimbingan manasik haji di Masjid Agung Baing Yusuf pada Sabtu (19/4/2025), sebagai bagian dari persiapan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci untuk musim haji 1446 H/2025 M.
HITVBERITA.COM | Purwakarta–Bimbingan manasik haji tersebut diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta dan bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji.
Dan kegiatan ini juga merujuk pada Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nomor 92 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji Reguler.
Kepala Kemenag Purwakarta, Hanif Hanafi, menyampaikan bahwa bimbingan ini sangat penting agar jemaah memahami tata cara ibadah haji secara utuh.
“Jika jemaah memahami manasik haji dengan baik, Insya Allah mereka dapat melaksanakan ibadah di Tanah Suci dengan lancar dan khusyuk,” ujarnya.
Hanif menambahkan, jutaan jemaah dari berbagai negara akan berkumpul di Arab Saudi. Oleh karena itu, pemahaman yang benar menjadi kunci agar tidak terjadi kebingungan di tengah keramaian.
Selain materi terkait pelaksanaan ibadah, manasik haji juga membahas aspek kesehatan, prosedur keberangkatan, etika sosial, hingga wawasan budaya masyarakat Arab.
Total peserta yang akan diberangkatkan dari Purwakarta terdiri dari 741 CJH, 4 petugas kloter, 7 petugas haji daerah, dan 2 tenaga kesehatan, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 754 orang.
Hanif juga mengungkapkan harapannya agar seluruh jemaah dapat meraih predikat haji mabrur. Ia menekankan pentingnya bimbingan yang dilakukan secara berjenjang melalui ketua kloter, rombongan, dan regu.
“Kami bangga, jemaah Indonesia dikenal santun dan beretika baik di mata Pemerintah Arab Saudi,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Purwakarta, Norman Nugraha, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengingatkan bahwa kesiapan mental dan spiritual sama pentingnya dengan persiapan teknis. “Manasik ini bukan hanya persoalan teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga penyempurnaan niat,” ujar Norman.
Ia mengimbau seluruh jemaah untuk mengikuti manasik secara serius, serta mengingatkan agar berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan penyelenggara ibadah haji dengan iming-iming layanan tambahan tanpa kejelasan.
“Selalu konfirmasi kepada pihak resmi, seperti Kemenag atau panitia penyelenggara daerah. Jaga kesehatan, perbanyak ibadah, dan mohon doa agar perjalanan ibadah ini diberkahi,” ujar Norman menutup sambutan. (**)
Reporter: Raffa Christ Manalu
Editor: AYS Prayogie
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar