Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

Haidar Alwi: Konflik Ambon 2025 Jangan Jadi Spiral Baru, Maluku Harus Belajar dari Sejarah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • print Cetak

Data Pemerintah Kota Ambon mencatat, sedikitnya 236 orang mengungsi. Aparat TNI dan Polri mengerahkan sekitar 350 personel untuk meredam situasi. (Foto/Paskalis/HITV)

Oleh: Paskalis Ricardo Baren 

Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, yakni R. Haidar Alwi, menilai kerusuhan yang pecah di Ambon pada 19 Agustus 2025 tidak bisa dipandang semata sebagai tawuran pelajar. Peristiwa itu, menurut dia, menjadi peringatan keras bagi bangsa bahwa luka lama di Maluku masih mudah tersulut.

“Peristiwa ini adalah alarm bagi bangsa. Kita belum sepenuhnya belajar dari sejarah panjang konflik komunal yang pernah melanda Ambon,” ujar Haidar Alwi di Jakarta, Selasa (19/8/2025

Kronologi Peristiwa

Kerusuhan berawal dari tawuran di SMK Negeri 3 Ambon yang merenggut nyawa seorang siswa. Kabar tersebut cepat menyebar dan memicu solidaritas warga Hunuth, Ambon, serta Hitu, Maluku Tengah. Dalam hitungan jam, bentrokan meluas.

Belasan rumah terbakar, ratusan orang terpaksa mengungsi, dan seorang anggota polisi terluka ketika berupaya menenangkan massa. Data Pemerintah Kota Ambon mencatat, sedikitnya 236 orang mengungsi. Aparat TNI dan Polri mengerahkan sekitar 350 personel untuk meredam situasi.

Luka Lama yang Mudah Terbuka

Bagi Haidar Alwi, kerusuhan ini memperlihatkan tiga hal. Pertama, kuatnya ikatan solidaritas komunal yang membuat kematian satu orang dipandang sebagai serangan terhadap kelompok. Kedua, trauma konflik 1999–2004 yang belum sepenuhnya sembuh. Ketiga, derasnya arus informasi di media sosial yang mempercepat mobilisasi massa.

“Ini adalah alarm sosial yang harus dijawab dengan keberanian negara dan kearifan masyarakat,” katanya.

Ia mengingatkan, bangsa ini sering merasa masalah selesai begitu api padam, padahal bara tetap menyala di bawah permukaan. Ambon menjadi cermin bahwa luka lama mudah terbuka kembali jika tidak ada mekanisme penyembuhan yang permanen.

Jalan Damai

Haidar Alwi mengajukan lima langkah yang dinilai dapat mencegah konflik berulang. Pertama, rekonsiliasi lintas agama dan adat yang melibatkan tokoh GPM, MUI Maluku, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Kedua, pendidikan karakter di sekolah dengan menanamkan kurikulum persaudaraan. Ketiga, penerapan keadilan restoratif dalam proses hukum.

Langkah keempat, penguatan kerja sama ekonomi antarwarga, misalnya lewat koperasi nelayan dan petani. Kelima, pembentukan forum pemuda lintas desa yang diarahkan pada kegiatan olahraga, seni, budaya, maupun kewirausahaan.

“Jalan damai tidak cukup dengan seruan. Ia harus menyentuh akar kehidupan: pendidikan, ekonomi, tokoh moral, hingga ruang kreatif pemuda,” ujar Haidar.

Belajar dari Sejarah

Konflik Ambon 1999–2004 menelan ribuan korban jiwa dan membuat ratusan ribu orang mengungsi. Luka itu, kata Haidar, terlalu cepat ditutup seolah semua telah selesai. Padahal, bekasnya masih membekas dalam ingatan kolektif masyarakat.

“Bangsa yang besar bukanlah bangsa tanpa konflik, melainkan bangsa yang mampu mengelola konflik menjadi energi persaudaraan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pendidikan toleransi, forum lintas agama yang aktif, serta program ekonomi inklusif agar masyarakat merasa senasib sepenanggungan.

Ujian Kepemimpinan Nasional

Menurut Haidar, kerusuhan Ambon 2025 harus dibaca sebagai ujian kepemimpinan nasional. Ia menilai Presiden Prabowo Subianto perlu memastikan negara hadir melindungi rakyat dengan ketegasan yang disertai keberanian mendengar aspirasi masyarakat.

Di sisi keamanan, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dinilai berhasil menunjukkan kecepatan dan ketepatan meredam situasi. Pengerahan aparat gabungan TNI–Polri yang segera mengendalikan keadaan di Ambon, menurut Haidar, menjadi bukti bahwa negara hadir dengan tegas sekaligus humanis.

Haidar menilai Polri kini tampil lebih modern, dekat dengan rakyat, dan berkeadilan.

“Polri hari ini hadir dengan wajah yang humanis. Itu menghadirkan optimisme baru bahwa keamanan Indonesia bisa dijaga tanpa harus mengulang spiral konflik berdarah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dipandang Haidar sebagai sosok yang konsisten menghadirkan kesejukan dalam dinamika politik. Kehadirannya penting untuk memastikan parlemen turut menopang upaya rekonsiliasi sosial di Maluku.

“Dalam situasi sosial yang rentan, bangsa ini membutuhkan sosok penyejuk seperti Dasco, agar rekonsiliasi sosial benar-benar bermuara pada pemulihan persaudaraan,” ujarnya.

Titik Balik

Haidar menegaskan, konflik Ambon 2025 tidak boleh menjadi spiral baru. Sebaliknya, peristiwa itu harus dijadikan titik balik untuk memperkuat persaudaraan dan menghindarkan bangsa dari jebakan sejarah. (///)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Berduka: Saatnya Hentikan Festival Tahun Baru dan Prioritaskan Kemanusiaan

    Indonesia Berduka: Saatnya Hentikan Festival Tahun Baru dan Prioritaskan Kemanusiaan

    • 0Komentar

    Oleh: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH Indonesia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Deretan bencana alam yang terjadi hampir sepanjang tahun 2025 telah meninggalkan luka mendalam, khususnya bagi masyarakat di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Banjir bandang, longsor, dan kerusakan lingkungan yang masif telah merenggut ribuan nyawa, menghancurkan infrastruktur, serta memiskinkan masyarakat […]

  • Pihak Dinas dan APH Terkesan Tutup Mata Atas Kegiatan Tambang Pasir Ilegal

    Pihak Dinas dan APH Terkesan Tutup Mata Atas Kegiatan Tambang Pasir Ilegal

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Menyusul pemberitaan di media massa edisi Sabtu (30/08/2025) bulan lalu, yang berjudul “Jika Dinas Tidak Menindak Pelaku Tambang Pasir Ilegal, Tok Agus Berharap APH Turun Tangan, belum juga ada tanda-tanda direspon pihak berwajib.  HITVBERITA.COM | Lingga – Saat di wawancarai hitvberita.com, Senin (28/9/2025), Tok Agus Ramdah selaku Ketua DPD LAMI Provinsi Kepri […]

  • Predator: Badlands 2025 Magnet Alternatives

    Predator: Badlands 2025 Magnet Alternatives

    • 1Komentar

    ➡ TORRENT (MAGNET) LINK Predator: Badlands: Director Dan Trachtenberg. With Elle Fanning. The plot is under the windings. Predator: Badlands 2025 Classic Movie Torrent Predator: Badlands 2025 online view options Predator: Badlands 2025 Full Movie Watching Predator: Badlands 2025 Film Broadcast Opportunities Predator: Badlands 2025 See Netflix Free Dibaca: 185

  • Pelatihan Pertanian di Desa Sikanco Dorong Produktivitas dan Kualitas Panen Berbasis Organik

    Pelatihan Pertanian di Desa Sikanco Dorong Produktivitas dan Kualitas Panen Berbasis Organik

    • 0Komentar

    Pelatihan Pertanian bertema Strategi Praktis Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Panen digelar di Desa Sikanco, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, dengan rangkaian kegiatan edukasi, praktik lapangan, serta penyerahan penghargaan kepada pelopor dan paguyuban tani. CILACAP | HITV — Paguyuban Tani Unggulan bersama BUMDes Karya Makmur Desa Sikanco menggelar Pelatihan Pertanian sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani melalui pendekatan […]

  • Harumkan Purwakarta, Desa Sukatani Raih Juara 2 Lomba Desa Tingkat Provinsi Jabar

    Harumkan Purwakarta, Desa Sukatani Raih Juara 2 Lomba Desa Tingkat Provinsi Jabar

    • 0Komentar

    Purwakarta | Dalam program Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2024, mewakili Kabupaten Purwakarta, Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani menorehkan prestasi yang membanggakan di kancah provinsi. Desa yang di pimpin Kepala Desa Abdul Azis Tb. Limbong tersebut berhasil meraih Juara 2 serta menghantarkan Kabupaten Purwakarta ke peringkat yang lebih baik di bandingkan tahun sebelumnya. Hal […]

  • FIKOM Moestopo Dorong Penguatan SDM Kelautan Lewat Program Kehumasan

    FIKOM Moestopo Dorong Penguatan SDM Kelautan Lewat Program Kehumasan

    • 0Komentar

    Penulis: Kang Aden Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas SDM pemerintah melalui Bimbingan Teknis Penguatan Fungsi Kehumasan dan PPID yang digelar bersama BPPSDM KP di Jakarta HITVBERITA.COM | Jakarta – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali menegaskan komitmennya mendukung kebijakan pemerintah dalam peningkatan […]

expand_less