SMAN 1 Plered Kekurangan Ruang Kelas, Kepsek Harapkan Perhatian Dinas Pendidikan Jabar
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
- visibility 25
- print Cetak

Kepala Sekolah SMAN 1 Plered, Wahyu Yuana (kanan) saat ditemuin awak Hitvberita.com di Kantornya. (Foto/Raffa/HITV)
Penulis: Raffa Christ Manalu
SMAN 1 Plered, salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Purwakarta, saat ini menghadapi tantangan serius dalam penyediaan sarana ruang belajar. Pada 2024, jumlah peserta didik tercatat mencapai 1.163 siswa, sekolah ini hanya memiliki 20 ruang kelas, termasuk laboratorium,dan perpustakaan.
HITVBERITA.COM | Purwakarta -Kondisi ini tentu tidak sebanding dengan jumlah siswa yang harus dilayani, sehingga berdampak pada kenyamanan proses belajar mengajar.
Kepala Sekolah SMAN 1 Plered, Wahyu Yuana, SPd, MPd, menyampaikan bahwa keterbatasan ruang kelas menjadi kendala utama dalam upaya memberikan layanan pendidikan yang maksimal.
“Jumlah siswa yang begitu besar tidak sebanding dengan ruang kelas yang ada. Kami hanya memiliki 20 ruangan, itu pun termasuk ruang laboratorium, dan perpustakaan. Kondisi ini sangat menyulitkan proses belajar mengajar,” ujar Wahyu kepada hitvberita.com, Rabu 21 Agustus 2025.
“Kami sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk mengatasi persoalan ini. Kalau boleh meminta, kami berharap ada tambahan setidaknya enam ruang kelas baru agar proses belajar lebih nyaman dan efektif. Kami juga berharap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bapak Purwanto, berkenan hadir dan meninjau langsung kondisi sekolah kami,” tambahnya.
SMAN 1 Plered yang berlokasi di Jalan Raya Sempur, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat ini, merupakan salah satu sekolah favorit dengan posisi strategis di wilayah padat penduduk.
Sekolah ini selalu menjadi pilihan utama masyarakat sekitar, sehingga minat pendaftar untuk melanjutkan pendidikan di sekolah ini terus meningkat setiap tahun.
“Jika tidak ada penambahan ruang kelas, dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas pembelajaran dan kenyamanan siswa dalam menerima materi pelajaran,” demikian Wahyu Yuana. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar