Kondisi SMPN 3 Negeri Batin Memprihatinkan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
- visibility 42
- print Cetak

Minim perawatan, sarana sekolah di OKU Selatan butuh perhatian serius. (Dok/Foto/Yunizar/Hitv)
Kondisi SMP Negeri 3 Negeri Batin, Buay Sandang Haji, OKU Selatan, Sumatera Selatan, memprihatinkan. Bangunan rusak, plafon berlubang, hingga bendera Merah Putih robek menggambarkan lemahnya perhatian terhadap dunia pendidikan di pelosok. Warga berharap Dinas Pendidikan segera turun tangan memperbaiki fasilitas sekolah agar proses belajar mengajar berjalan aman dan layak.
HITVBERITA.COM | OKU Selatan— Kondisi fisik SMP Negeri 3 Negeri Batin, Kecamatan Buay Sandang Haji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, kian memprihatinkan.
Sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu bagi ratusan siswa itu tampak rusak di berbagai sisi dan jauh dari standar kelayakan sarana pendidikan.
Pantauan HITVberita.com pada Kamis (30/10/2025) menunjukkan fasilitas sekolah yang kurang terawat. Rumput liar menutupi lapangan, dinding kelas kusam, dan sebagian plafon berlubang hingga nyaris roboh. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
“Plafonnya banyak yang bocor dan rusak. Anak-anak sering takut kalau hujan turun,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Simbol Ketidakpedulian di Tengah Krisis Fasilitas
Yang paling mencolok, bendera Merah Putih di halaman sekolah tampak robek dan berlubang. Kondisi itu menjadi simbol nyata minimnya perhatian terhadap sekolah di pelosok.

Bolong dan Kusam. (Dok/Foto/KOPI-TV)
“Bendera saja robek begitu, bagaimana anak-anak bisa belajar tentang cinta tanah air kalau lingkungannya sendiri tidak terurus?” ungkap seorang warga lainnya dengan nada prihatin.
Pihak Sekolah Belum Dapat Ditemui
Upaya konfirmasi kepada pihak sekolah belum membuahkan hasil. Kepala SMPN 3 Negeri Batin tidak berada di tempat saat tim redaksi berkunjung. Seorang guru yang ditemui di lokasi mengatakan kepala sekolah sedang melaksanakan dinas luar.
“Kepsek lagi dinas luar, Pak. Mungkin besok sudah masuk,” ujar guru tersebut singkat.

(Dok/Foto/KOPI-TV)
Meski demikian, kegiatan belajar tetap berjalan dengan segala keterbatasan. Meja dan kursi di beberapa kelas tampak tak layak pakai, cat dinding mengelupas, dan pencahayaan ruang belajar minim.
Warga Harapkan Respons Cepat Pemerintah Daerah
Masyarakat sekitar mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan untuk segera turun tangan memperbaiki kondisi sekolah. Mereka berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kenyataan di lapangan.
“Kami hanya ingin anak-anak punya sekolah yang aman dan nyaman. Jangan biarkan keadaan ini berlarut,” kata seorang warga Desa Negeri Batin.
Cermin Ketimpangan Akses Pendidikan di Pelosok
Kondisi SMPN 3 Negeri Batin menyoroti masih adanya ketimpangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Meski pemerintah telah mengalokasikan dana BOS dan program rehabilitasi sekolah, sejumlah sekolah di daerah terpencil masih tertinggal dalam hal infrastruktur dan fasilitas belajar.
Pemerhati pendidikan lokal menilai lemahnya pengawasan dan perencanaan anggaran membuat beberapa sekolah di pedalaman belum tersentuh program perbaikan. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti agar prinsip pemerataan pendidikan tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan.
Hingga berita ini dipublish Redaksi HITVberita.com masih berupaya mendapatkan tanggapan resmi dari Kepala SMPN 3 Negeri Batin serta Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan terkait kondisi sekolah tersebut. (/*/*/)
Reporter: Yulizar Anwar
Editor: AYS Prayogie
Tanggal Publikasi: 31 Oktober 2025
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar