Prof. Sutan Nasomal Apresiasi Presiden RI atas Penanganan Cepat Bencana Alam
- account_circle Ruslan
- calendar_month Minggu, 21 Des 2025
- visibility 67
- print Cetak

JAKARTA | HITV – Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia dan seluruh elemen negara atas penanganan cepat terhadap bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Ia menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan dasar lainnya kepada masyarakat terdampak bencana dengan dana mandiri negara, tanpa bergantung pada subsidi atau bantuan asing.
“Keputusan menolak bantuan dana luar negeri menunjukkan bahwa negara kita mampu berdiri di atas kekuatan sendiri, ditopang oleh kekayaan alam yang melimpah. Saya bangga kepada Presiden saya. Terimalah ucapan terima kasih dari seluruh rakyat di daerah yang merasa sangat tertolong dengan bantuan sembako yang sepenuhnya ditanggung negara,” ujar Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan pimpinan redaksi media cetak dalam dan luar negeri melalui sambungan telepon seluler dari Kantor Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta (21/12/2025).
Prof. Dr. KH Sutan Nasomal juga menyampaikan terima kasih seluas-luasnya kepada Presiden RI Jenderal Haji Prabowo Subianto beserta jajaran TNI dan Polri yang dinilai telah bertindak cepat, penuh kesabaran, dan kasih sayang dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Pasca kunjungan Presiden RI ke Aceh yang dilanda banjir pada Desember 2025, Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan strategis untuk mempercepat penanganan dan pemulihan bencana. Arahan tersebut meliputi percepatan penanganan bencana, pemulihan layanan dasar, serta penyaluran bantuan secara efektif.
Arahan strategis tersebut antara lain percepatan pemulihan infrastruktur dengan menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sebagai komandan percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak, termasuk pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane di ruas Bireuen–Takengon dengan target penyelesaian satu hingga dua pekan.
Presiden juga menekankan jaminan kebutuhan pangan masyarakat terdampak melalui distribusi bantuan dari berbagai daerah lain, memastikan bantuan tepat sasaran termasuk hunian sementara dan hunian tetap, serta mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sebagai langkah mitigasi agar bencana serupa tidak terulang di masa mendatang.
Selain itu, dalam rapat terbatas usai peninjauan lokasi bencana, Presiden RI juga memberikan arahan terkait logistik, kesehatan, dan pendidikan. Pemerintah pusat juga telah memutuskan pengembalian administrasi empat pulau ke wilayah Aceh guna menyelesaikan polemik wilayah.
Prof. Dr. KH Sutan Nasomal menyampaikan bahwa bencana alam telah memutus puluhan jembatan dan akses jalan, sehingga distribusi bantuan ke wilayah pedalaman menghadapi kendala besar. Kondisi tersebut menyebabkan bantuan dari pemerintah tidak mudah menjangkau daerah-daerah yang kehilangan akses transportasi.
Hampir satu bulan wilayah Sumatera terdampak bencana alam. Hingga saat ini, pencarian warga yang hilang dan tertimbun lumpur masih terus dilakukan. Namun, keterbatasan tim ahli pencarian manusia di area berlumpur menyebabkan proses evakuasi menjadi sangat sulit, terutama di wilayah terdampak yang sangat luas.
Ia menilai bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan TNI dan Polri. Kehadiran relawan dari organisasi kemasyarakatan besar serta tenaga ahli kemanusiaan sangat dibutuhkan untuk membantu proses penyelamatan dan pemulihan.
Masih terdapat daerah yang belum mendapatkan aliran listrik dan jaringan internet. Ribuan warga masih mengungsi dan mengalami kekurangan pangan. Kebutuhan layanan kesehatan masyarakat juga masih memerlukan perhatian serius.
Selain itu, ketersediaan air bersih masih sangat terbatas. Distribusi gas dan bahan bakar belum berjalan lancar, sementara beras dan kebutuhan memasak lainnya masih sulit diperoleh.
Di sejumlah wilayah Sumatera, masyarakat telah mengibarkan bendera putih sebagai tanda ketidakmampuan bertahan menghadapi kondisi yang semakin berat. Hujan dan cuaca ekstrem yang terus berlangsung semakin mempersulit para pengungsi untuk keluar dari daerah pedalaman.
Prof. Dr. KH Sutan Nasomal menegaskan bahwa setiap bentuk bantuan dari masyarakat Indonesia sangat berarti bagi wilayah terdampak bencana. Proses pemulihan diperkirakan akan memakan waktu lama, sehingga jaminan logistik dan keamanan masyarakat harus menjadi perhatian utama pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh elemen bangsa.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para relawan kemanusiaan dari masyarakat yang telah berupaya menembus daerah-daerah pedalaman untuk membantu korban bencana.
Menurut Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, dampak lanjutan seperti kelaparan dan penyakit berpotensi meluas apabila tidak ditangani secara cepat dan menyeluruh. Oleh karena itu, perhatian serius Presiden RI sangat dibutuhkan.
Ia menambahkan bahwa bantuan dari luar negeri, khususnya dalam bentuk keahlian dan dukungan kemanusiaan, tetap diperlukan agar penderitaan masyarakat tidak berlangsung terlalu lama.
Kondisi krisis besar di wilayah bencana alam diperkirakan dapat berlangsung lebih dari satu tahun apabila tidak ditangani secara komprehensif dengan melibatkan para ahli dari dalam maupun luar negeri.
Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, merupakan Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, serta Pengasuh Pondok Pesantren ASS SAQWA PLUS.
- Penulis: Ruslan

Saat ini belum ada komentar