Selasa, 20 Okt 2026
dark_mode

Heboh Isu “Gerenti” di Pelabuhan Internasional Karimun, Ini Penjelasan Sejumlah Pihak

  • account_circle M. Saipul
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • print Cetak

Isu mengenai pungutan uang “gerenti” di Pelabuhan Internasional Karimun, Kabupaten Karimun, beberapa hari terakhir menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

KARIMUN, HITV— Dugaan adanya penarikan uang jaminan kepada calon penumpang kapal tujuan Malaysia memunculkan beragam spekulasi, termasuk tudingan yang mengaitkannya dengan aparat imigrasi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Karimun, Maszan P. Sianturi, melakukan penelusuran langsung ke lapangan untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya.

Dari hasil penelusurannya, istilah “gerenti” disebut berasal dari kata bahasa Inggris “guarantee” yang berarti jaminan atau garansi.

Namun, menurut keterangan sejumlah calon penumpang, praktik tersebut tidak berkaitan dengan pihak Imigrasi di Karimun.

Salah seorang calon penumpang tujuan Malaysia, Leman, menegaskan bahwa pihak Imigrasi Karimun tidak pernah meminta uang gerenti kepada warga negara Indonesia yang hendak bepergian.

“Kalau ada informasi bahwa Imigrasi Karimun minta uang gerenti kepada calon penumpang tujuan Malaysia, itu tidak benar,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, istilah gerenti lebih dikenal dalam konteks pemeriksaan oleh otoritas imigrasi di Malaysia. Tidak ada nominal khusus yang secara resmi diwajibkan, tetapi petugas imigrasi negara tujuan berhak menanyakan bukti kecukupan dana selama masa kunjungan.

Menurut Leman, sebagian warga Indonesia yang masuk ke Malaysia kerap dicurigai hendak bekerja, bukan sekadar berkunjung. Dalam situasi itu, keberadaan jaminan finansial dinilai dapat memperkuat keyakinan petugas imigrasi bahwa yang bersangkutan benar-benar datang sebagai pelancong.

“Dari Karimun tidak ada kendala. Tapi agar bisa lolos di Malaysia, kami biasanya minta bantuan agen tiket yang punya relasi dan pengalaman,” katanya.

Ia mengaku, untuk perjalanan pulang-pergi berikut pengurusan yang berkaitan dengan gerenti, ia mengeluarkan biaya sekitar Rp 1,1 juta untuk masa tinggal sekitar 25 hingga 28 hari.

Lebih jauh, Leman menuturkan bahwa sejumlah agen tiket bahkan bersedia menalangi dana tersebut bagi calon penumpang yang belum memiliki uang cukup.

Sistemnya berbasis kepercayaan: pinjaman akan dikembalikan setelah yang bersangkutan pulang dari Malaysia.

“Kami merasa terbantu. Kalau pemberitaan negatif berkembang, kami khawatir berdampak pada mata pencarian kami di sana,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, sebagian warga yang berangkat ke Malaysia bekerja bersama keluarga atau kerabat yang telah lebih dulu menetap di negeri jiran tersebut.

Secara terpisah, salah seorang agen tiket kapal membenarkan adanya layanan talangan dana yang disebut sebagai gerenti. Namun ia menegaskan, praktik itu tidak ada kaitannya dengan Imigrasi Karimun.

“Kalau ada calon penumpang yang kami kenal dan percaya, kami bantu pinjamkan dana. Nanti setelah pulang, mereka bayar. Ini tidak ada hubungannya dengan pihak Imigrasi Karimun,” ujarnya.

Maszan P. Sianturi menilai, polemik ini perlu diluruskan melalui keterangan resmi dari pihak terkait agar tidak berkembang menjadi isu liar yang merugikan banyak pihak.

Wakil Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Karimun, Maszan P. Sianturi. (dok/foto/saipul)

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa sesuai peraturan ketenagakerjaan, warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri tanpa prosedur resmi dan tanpa dokumen lengkap, seperti visa kerja, dapat dikategorikan sebagai pekerja nonprosedural atau ilegal.

Karena itu, ia mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk memperluas akses jalur resmi penempatan tenaga kerja luar negeri, sehingga masyarakat tidak terdorong menggunakan jalur nonprosedural.

“Perlu ada solusi konkret agar masyarakat bisa bekerja ke luar negeri secara sah dan terlindungi,” ujarnya.

Di tengah silang informasi mengenai “gerenti”, kejelasan komunikasi publik menjadi kunci. Tanpa itu, rumor mudah berkembang dan berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan terhadap institusi yang sejatinya tidak terlibat. (\•/)

Editor: Ismail®
Sumber: HITV Kepri

  • Penulis: M. Saipul
  • Editor: Ismail®
  • Sumber: HITV Kepri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Belitung Laksanakan Panen Jagung Di Desa Badau : Wujud Sinergi Polri dan Masyarakat Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    Kapolres Belitung Laksanakan Panen Jagung Di Desa Badau : Wujud Sinergi Polri dan Masyarakat Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Belitung – Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasiona, Polres Belitung bersama Polsek Badau dan Kelompok Tani “RUMAH HIJAU” melaksanakan panen jagung di lahan produktif seluas 5.000 meter persegi di Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Selasa, (03/05/2025) Kegiatan panen Jagung yang dilaksanakan pada Selasa pagi ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara Kepolisian, […]

  • Tok! Tanah Lapas Batang Resmi Beralih Jadi Milik Pusat, Ini Penjelasannya

    Tok! Tanah Lapas Batang Resmi Beralih Jadi Milik Pusat, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • 0Komentar

    Status hukum tanah kantor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang resmi dialihkan. Aset tersebut kini sah menjadi milik Pemerintah Republik Indonesia di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. BATANG | HITV – Kepastian hukum ini didapat usai Kepala Lapas Batang Nurhamdan dan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang Sri Purwaningsih menandatangani akta pelepasan hak atas tanah […]

  • Anak Muda di Persimpangan: Indonesia Cemas atau Emas?

    Anak Muda di Persimpangan: Indonesia Cemas atau Emas?

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

      Oleh: Amirullah Ramadani Yusuf Jam menunjukkan pukul dua dini hari. Entah kenapa saya tiba-tiba terbangun. Mungkin karena terlalu lelah setelah seharian bergulat dengan pekerjaan dan berbagai urusan yang seolah tak pernah selesai. SAAT masih mencoba mengumpulkan kesadaran, ponsel saya berdering. Seorang sahabat menelepon. Sosok yang, kalau bicara soal pekerjaan, nyaris tidak pernah gagal. Tapi […]

  • CEO Lingga Berbagi Kasih di Tengah Seminar Maulid, Salurkan 16 Paket Sembako

    CEO Lingga Berbagi Kasih di Tengah Seminar Maulid, Salurkan 16 Paket Sembako

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • 0Komentar

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kabupaten Lingga tidak sekadar menjadi ruang refleksi keagamaan. DABO SINGKEP, HITV — Kegiatan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Lingga itu juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. Melalui program CEO Lingga Berbagi Kasih, Komunitas Motor Klasik CEO Lingga […]

  • Pelantikan di Tengah Sawah: Menanam Kepemimpinan, Menuai Harapan!

    Pelantikan di Tengah Sawah: Menanam Kepemimpinan, Menuai Harapan!

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • 0Komentar

    Oleh: AYS Prayogie MENTARI belum terlalu tinggi ketika langkah-langkah kaki mulai menapaki pematang sawah di Kampung Parakanceuri, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Jumat (4/7/2025) pagi itu. Bukan petani yang membawa cangkul atau benih. Mereka adalah para pejabat, lengkap dengan setelan jas, menuju tempat pelantikan yang tak lazim: di tengah hamparan sawah. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, […]

  • Tokoh Akademis Kalteng Prof Dr Andrie Embang: Sesuai UU, Polri Tetap di Bawah Presiden

    Tokoh Akademis Kalteng Prof Dr Andrie Embang: Sesuai UU, Polri Tetap di Bawah Presiden

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    Akademisi Kalimantan Tengah Prof Dr Andrie Elia Embang menyatakan dukungannya terhadap putusan yang menegaskan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah Presiden, karena dinilai sesuai dengan ketentuan undang-undang dan penting untuk menjaga independensi serta profesionalisme Polri. PALANGKA RAYA | HITV – Akademisi Kalimantan Tengah Prof Dr Andrie Elia Embang menyatakan dukungannya terhadap […]

expand_less