Munjirin Dorong Wisata Religi Jakarta Timur Kian Dikenal dan Diminati
- account_circle S. Erfan Nurali
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Museum Bait Al-Qur'an di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jalan Raya TMII, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13810. (dok/foto/erfan)
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, melepas peserta kegiatan Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026 di Lobi Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (3/3/2026).
JAKARTA TIMUR, HITV— Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jakarta Timur untuk mengangkat potensi wisata religi sebagai destinasi edukatif dan bernilai sejarah.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan yang diinisiasi Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Timur tersebut. Mereka terdiri atas anggota Tim Penggerak PKK Jakarta Timur serta Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta.

Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan yang diinisiasi Sudin Parekraf Jakarta Timur. (dok/foto/erfan)
DALAM kegiatan itu, para peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi religi bersejarah, di antaranya Masjid Tjia Kang Hoo, Masjid Agung At-Tin, Museum Bait Al-Qur’an, Masjid Istiqlal, serta ziarah ke Makam Pangeran Jayakarta.
Dalam sambutannya, Walikota Munjirin menegaskan bahwa wisata religi bukan sekadar kunjungan ke tempat ibadah, melainkan ruang pembelajaran sejarah, budaya, dan nilai spiritual yang membentuk wajah Jakarta hingga hari ini.
Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman, apresiasi, dan minat masyarakat terhadap wisata religi sebagai bagian dari kekayaan destinasi pariwisata yang edukatif dan sarat makna, khususnya yang berada di wilayah Jakarta Timur.
“Saya ingin para peserta tidak hanya mengenal, tetapi juga menyebarluaskan informasi tentang potensi wisata religi yang kita miliki. Jakarta Timur memiliki situs-situs penting yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Munjirin.
Menurutnya, penguatan wisata religi juga menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab dalam menjaga warisan sejarah. Ia mendorong para peserta menjadi agen informasi di tengah masyarakat, terutama bagi generasi muda, agar destinasi religi di Jakarta Timur semakin dikenal, dihargai, dan dilestarikan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sektor pariwisata berbasis nilai edukasi dan kearifan lokal, sehingga wisata religi tidak hanya menjadi tujuan kunjungan, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan karakter masyarakat. (\•/)
- Penulis: S. Erfan Nurali
- Editor: AYS Prayogie


Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.