Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • print Cetak

Oleh: Nandan Limakrisna

Belakangan ini, nada pesimisme dari kalangan ekonom terhadap arah ekonomi Indonesia semakin sering terdengar. Ada yang menyoroti tekanan fiskal, ada yang mengkhawatirkan perlambatan pertumbuhan, ada pula yang melihat ketimpangan yang belum terselesaikan. Pesimisme ini sebenarnya dapat dipahami.

Mengapa?

Karena jika kita jujur melihat, banyak kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah memang berangkat dari niat baik: mendorong pertumbuhan, menjaga stabilitas, dan meningkatkan kesejahteraan. Namun persoalannya bukan pada niat, melainkan pada pendekatan.

Kita terlalu lama membangun ekonomi dari atas

Logika yang digunakan masih sama: injeksi dana, proyek besar, dorongan kredit, stimulus fiskal. Semua itu penting, tetapi sering kali tidak menyentuh akar persoalan di lapangan. Akibatnya, uang berputar, tetapi tidak selalu menguatkan ekonomi rakyat secara nyata.

Di sisi lain, pelaku usaha kecil—yang jumlahnya jutaan—masih menghadapi masalah klasik: tidak ada kepastian pasar.

Inilah akar masalah yang sering luput dari perhatian

Banyak UMKM sebenarnya mampu memproduksi barang yang baik. Mereka kreatif, mereka bekerja keras. Tetapi tanpa pasar yang pasti, usaha mereka berjalan dalam ketidakpastian. Dalam kondisi seperti ini, tambahan modal atau kredit justru menjadi beban, bukan solusi.

Tidak heran jika ekonomi terlihat “bergerak”, tetapi pelaku di bawah masih merasa stagnan.

Dalam beberapa tahun terakhir, saya mencoba menyuarakan satu gagasan sederhana: ekonomi Indonesia harus dibangun dari bawah, bukan hanya dari atas. Salah satu pendekatan yang saya tawarkan adalah Snowball Business Model (SBM).

Model ini sederhana tetapi fundamental. Anggota masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dan promotor dalam satu jaringan ekonomi yang saling terhubung. Dengan demikian, pasar tidak lagi bergantung pada faktor eksternal, tetapi dibangun dari dalam komunitas itu sendiri.

Ketika anggota saling membeli, saling mempromosikan, dan saling mendukung, maka terbentuklah ekosistem ekonomi yang stabil. Usaha kecil tidak lagi berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam jaringan.

Saya telah menyampaikan gagasan ini melalui berbagai forum, termasuk media sosial dan tulisan di surat kabar nasional. Namun harus diakui, gagasan seperti ini sering kali tidak dianggap serius.

Mungkin karena terlalu sederhana.
Mungkin karena tidak melibatkan angka triliunan. Atau mungkin karena tidak datang dari sistem yang sudah mapan.

Padahal sering kali solusi besar justru berangkat dari ide yang sederhana.

Jika kita terus mengandalkan pendekatan lama—mendorong ekonomi dari atas tanpa memperkuat fondasi di bawah—maka pesimisme para ekonom akan terus berulang. Bukan karena bangsa ini tidak mampu, tetapi karena cara yang digunakan belum menyentuh akar persoalan.

Ekonomi yang kuat bukan hanya soal angka pertumbuhan, tetapi tentang seberapa banyak rakyat yang terlibat di dalamnya.

Jika rakyat hanya menjadi penonton, maka pertumbuhan akan terasa jauh.
Jika rakyat menjadi pelaku, maka pertumbuhan akan terasa nyata.

Di sinilah pentingnya keberanian untuk mencoba pendekatan baru.

Snowball Business Model bukan satu-satunya solusi, tetapi menawarkan arah yang jelas: membangun pasar dari dalam, memperkuat jaringan ekonomi rakyat, dan menjadikan kepercayaan sebagai modal utama.

Pertanyaannya sekarang sederhana:

Apakah kita akan terus bertahan pada cara lama yang hasilnya sudah kita ketahui, atau berani mencoba cara baru yang mungkin membawa perubahan?

Sejarah ekonomi selalu menunjukkan bahwa lompatan besar terjadi ketika ada keberanian untuk berpikir berbeda.

Dan mungkin, saat ini, yang dibutuhkan Indonesia bukan hanya kebijakan baru, tetapi cara berpikir baru dalam membangun ekonomi bangsa. (\•/)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian ATR/BPN dan Polda Jabar Ungkap 2 Kasus Mafia Tanah di Bandung

    Kementerian ATR/BPN dan Polda Jabar Ungkap 2 Kasus Mafia Tanah di Bandung

    • 0Komentar

    HITVBerita.Com|Bandung – Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono, atau yang kerap disapa AHY hadir di Mapolda Jawa Barat dalam rangka kegiatan pengungkapan kasus tindak pidana pertanahan diwilayah Jawa Barat. Dalam konferensi pers tersebut, nampak dihadiri Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Akhmad Wiyagus, Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Tanah, Brigjen Pol Arif Rachman, Wakajati Jawa Barat, Riono, dan […]

  • Bank Kalteng Salurkan Paket Sembako Gratis di Pasar Penyeimbang Kotawaringin Barat.

    Bank Kalteng Salurkan Paket Sembako Gratis di Pasar Penyeimbang Kotawaringin Barat.

    • 0Komentar

    Pimpinan Bank Kalteng Cabang Pangkalan Bun, Aan Candra Puspita. (Dok/Foto/Kisto Untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar kegiatan Pasar Penyeimbang. HITVBERITA.COM | Kobar– Acara ini digelar di halaman Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Barat dan dibuka langsung oleh Bupati Kobar, Hj. Nurhidayah, pada Senin […]

  • Perempuan Pertama Jabat Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani Dilantik

    Perempuan Pertama Jabat Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani Dilantik

    • 0Komentar

    KARIMUN | HITV – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) resmi melantik AKBP Yunita Stevani, sebagai Kapolres Karimun melalui upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di Mapolda Kepri, Selasa (7/1/2026). AKBP Yunita tercatat sebagai wanita pertama yang menjabat Kapolres Karimun. Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, dengan penyerahan jabatan […]

  • Christ Mareti Pelatih Tim Voli Putri Polda Babel Ternyata Seorang Bhayangkari, Kini Berjuang Di Kejuaraan Kapolri Cup 2024

    Christ Mareti Pelatih Tim Voli Putri Polda Babel Ternyata Seorang Bhayangkari, Kini Berjuang Di Kejuaraan Kapolri Cup 2024

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Nama Christ Mareti mungkin tak asing lagi ditelinga para Atlet khususnya didunia olahraga Atletik dan Voli di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dia adalah mantan atlet kebanggaan yang dimiliki Bangka Belitung ditahun 2000an. Sejumlah prestasi serta medali sukses disumbangkan olehnya untuk Bangka Belitung. Sudah vakum beberapa tahun didunia olahraga, Ia kini kembali […]

  • Pelatihan Hygiene Sanitasi untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

    Pelatihan Hygiene Sanitasi untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

    • 0Komentar

    Penulis: Muzakkir  Demi mewujudkan generasi emas yang sehat dan cerdas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bergerak cepat dengan menggelar Pelatihan Hygiene Sanitasi Makanan bagi penjamah makanan dari Forum Komunikasi Dapur SPPG. HITVBERITA.COM |purwakarta –Langkah ini menjadi bukti komitmen Pemkab Purwakarta dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas gizi […]

  • Karang Taruna RW 10 Cijantung Sukses Gelar Perayaan HUT RI Ke-79 Dengan Meriah!

    Karang Taruna RW 10 Cijantung Sukses Gelar Perayaan HUT RI Ke-79 Dengan Meriah!

    • 0Komentar

    Foto Kolase: Rangkaian Kegiatan Acara Puncak Perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke-79 di RW 10 Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo. (dok/foto/Bie) HiTvBerita.COM | Jakarta Timur – Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-79, Karang Taruna RW 10 Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur, berhasil menggelar Acara Puncak Perayaan Dirgahayu RI dengan meriah juga semarak. […]

expand_less