Tempa Kepemimpinan di Alam Terbuka, BEM STIT Lingga Cetak Kader Agen Perubahan
- account_circle Ruslan
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Tempa Kepemimpinan di Alam Terbuka, BEM STIT Lingga Cetak Kader Agen Perubahan. (Dok/Foto/Ruslan)
Upaya membangun generasi pemimpin muda yang tangguh dan berintegritas terus dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT Lingga.
LINGGA, HITV — Melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bertema “Lead the Change, Shape the Future” atau “Pimpin Perubahan, Bentuk Masa Depan”, sebanyak 20 kader mahasiswa ditempa tidak hanya melalui ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di alam terbuka.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 6–7 Juni 2026, itu menjadi bagian dari proses kaderisasi organisasi mahasiswa yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus membangun karakter para pengurus BEM di masa mendatang.
Pada hari pertama, peserta mengikuti sesi pembekalan yang menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi. Mereka adalah Wakil Ketua III STIT Lingga Ilham Andika Putra, M.Pd, Wakil Ketua I STIT Lingga Selamat, M.Pd, dosen STIT Lingga Rahayu Mega Sari, M.Pd, serta Muhammad Firdaus dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Lingga.
Beragam materi disampaikan dengan fokus pada penguatan kapasitas kepemimpinan organisasi. Tidak hanya membahas teori, para pemateri juga menekankan pentingnya nilai-nilai dasar seperti tanggung jawab, disiplin, komunikasi efektif, kemampuan bekerja sama, serta kecakapan mengambil keputusan dalam situasi yang penuh tekanan.
Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi utama bagi mahasiswa yang terlibat dalam organisasi agar mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara profesional dan memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.
Memasuki hari kedua, peserta diajak keluar dari ruang pelatihan untuk menjalani pendakian ke Gunung Muncung. Aktivitas ini dipilih sebagai sarana pembelajaran berbasis pengalaman yang menguji ketahanan fisik, mental, serta kemampuan membangun kerja sama tim.
Sepanjang perjalanan, peserta dihadapkan pada berbagai tantangan lapangan, mulai dari kondisi medan yang menanjak hingga kebutuhan untuk saling mendukung dalam kelompok. Situasi tersebut menjadi ruang belajar yang nyata mengenai arti solidaritas, kepemimpinan, dan semangat pantang menyerah.
Melalui pendekatan itu, peserta diajak memahami bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengarahkan orang lain, tetapi juga harus terlebih dahulu mampu mengendalikan dan memimpin dirinya sendiri. Pengalaman di alam terbuka sekaligus menjadi sarana refleksi untuk menumbuhkan empati, kepekaan sosial, dan daya juang sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan organisasi.
Ketua BEM STIT Lingga, Suci Pratiwi, menegaskan bahwa LDK bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak kader-kader yang siap menjadi agen perubahan.
“Melalui tema Lead the Change, Shape the Future, kami berharap seluruh peserta mampu membawa semangat baru bagi BEM STIT Lingga, melahirkan inovasi, memperkuat solidaritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kampus, masyarakat, dan daerah,” ujar Suci.
Ia menambahkan, organisasi mahasiswa harus mampu berkembang menjadi ruang kolaborasi yang progresif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Karena itu, proses pembinaan kader menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi.
Kegiatan LDK ini diharapkan melahirkan sumber daya mahasiswa yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain memperkaya wawasan peserta, kebersamaan yang terbangun selama dua hari pelatihan juga menjadi modal penting untuk memperkuat soliditas internal BEM STIT Lingga. Dengan fondasi tersebut, organisasi diharapkan mampu menjalankan program-program kerja secara lebih terarah, kompak, dan berdampak bagi mahasiswa maupun pembangunan daerah. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Kepri
- Penulis: Ruslan





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.