AYS Prayogie: Di Tengah Banjir Informasi, Jurnalis Harus Tetap Berpihak pada Kebenaran
- account_circle Ruslan
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak

AYS Prayogie saat mewakili Ketua Dewan Penasehat DPP IPJI Taufiq Rahman, menyampaikan kata sambutan di acara pelantikan pengurus DPW IPJI Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2031 di Golden Prawn, Kota Batam. (Dok/Foto/Afrizal)
Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak nyaris tanpa batas, profesi jurnalis menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
BATAM, HITV— Saat ini kecepatan bukan lagi satu-satunya ukuran. Akurasi, integritas, dan keberanian berpihak kepada kebenaran justru menjadi fondasi yang menentukan apakah sebuah karya jurnalistik masih memiliki makna bagi publik.
Pesan itulah yang mengemuka dalam pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2031 di Golden Prawn, Batam, Rabu (8/7/2026). Mewakili Ketua Dewan Penasehat DPP IPJI, Taufiq Rachman, SH., S.Sos., AYS Prayogie menyampaikan refleksi yang menempatkan integritas sebagai ruh utama profesi jurnalis.
Menurut AYS Prayogie, pelantikan pengurus bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi, melainkan awal dari amanah moral untuk menjaga kehormatan profesi sekaligus marwah IPJI sebagai organisasi yang menaungi penulis dan jurnalis Indonesia.
Ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik menjadikan Kepulauan Riau sebagai inspirasi dalam membangun organisasi. Bagi AYS, negeri yang dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Melayu itu mewariskan nilai-nilai luhur tentang ilmu pengetahuan, sastra, bahasa, dan adab yang tetap relevan di era digital.
“Dari bumi Melayu kita belajar bahwa setinggi apa pun ilmu seseorang, kemuliaannya tetap ditentukan oleh adab. Sebagus apa pun tulisan, nilainya akan ditentukan oleh kejujuran. Dan sehebat apa pun seorang jurnalis, kehormatannya akan diukur dari keberpihakannya kepada kebenaran,” ujar AYS Prayogie
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa di tengah maraknya disinformasi, hoaks, hingga derasnya konten yang diproduksi demi mengejar klik dan kecepatan, profesi jurnalis dituntut tetap teguh memegang prinsip-prinsip etik jurnalistik.
AYS Prayogie menilai tantangan media saat ini bukan semata-mata bagaimana menjadi yang pertama menyampaikan informasi, melainkan bagaimana memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi, memenuhi prinsip keberimbangan, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran IPJI menjaga tiga nilai utama organisasi, yakni kejujuran dalam menyampaikan fakta, kecerdasan dalam membangun narasi, dan kebijaksanaan dalam menggunakan pena. Menurutnya, ketiga nilai tersebut akan menjadi penyangga utama bagi lahirnya jurnalisme yang berkualitas sekaligus dipercaya publik.
AYS juga mengingatkan bahwa organisasi profesi tidak akan menjadi besar hanya karena jumlah anggotanya. Organisasi akan memperoleh kepercayaan apabila dipimpin oleh figur-figur yang berintegritas, mengedepankan persaudaraan, menghormati etika profesi, serta menjadikan jabatan sebagai amanah untuk mengabdi kepada masyarakat.
Pelantikan DPW IPJI Kepulauan Riau dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP IPJI, Dr. Ir. R. Kun Wardana Abyoto, M.T., didampingi Sekretaris Jenderal DPP IPJI, Andi Muhammad Nirwansyah, Bendahara Umum Christy Andrini, serta Ketua OKK DPP IPJI Purwono.
Acara tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat Melayu, kalangan akademisi, para pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta insan pers dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Kun Wardana Abyoto menegaskan bahwa pelantikan merupakan awal pengabdian. Ia berharap seluruh pengurus mampu membangun organisasi yang profesional melalui penguatan kompetensi anggota, pendidikan dan pelatihan jurnalistik, sertifikasi profesi, serta penegakan kode etik jurnalistik.
Sementara itu, Ketua DPW IPJI Kepulauan Riau yang baru dilantik, Ismail, menyatakan komitmennya membawa organisasi menjadi lebih solid, adaptif, dan profesional.
Fokus utama kepengurusan, kata dia, adalah memperkuat konsolidasi hingga tingkat kabupaten dan kota, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, media massa, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.
Bagi Ismail, IPJI Kepulauan Riau harus menjadi ruang belajar bersama bagi para penulis dan jurnalis untuk terus meningkatkan kapasitas sekaligus menghasilkan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar prosesi pelantikan, momentum tersebut menjadi penegasan bahwa organisasi profesi pers memiliki tanggung jawab besar menjaga kualitas demokrasi melalui jurnalisme yang independen, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan publik.

AYS Prayogie saat menyampaikan kata sambutan mewakili Ketua Dewan Penasehat IPJI Taufiq Rahman yang berhalangan hadir di acara. (Dok/Foto/Ning)
PESAN yang disampaikan AYS Prayogie seolah menjadi simpul dari seluruh rangkaian acara hari itu: ketika teknologi terus berubah dan arus informasi bergerak semakin cepat, nilai-nilai dasar jurnalisme tidak boleh ikut bergeser. Sebab pada akhirnya, kepercayaan publik bukan dibangun oleh siapa yang paling cepat, melainkan oleh mereka yang konsisten menyampaikan kebenaran. (\•/)
Editor: Tata Rusmanto
Sumber: Divisi Humas MIO Indonesia
- Penulis: Ruslan





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.