Di Balik Seragam dan Peluit: Jejak Pengabdian Iptu Kosim di PJR BSD, Mengawal Keselamatan, Merawat Kepercayaan
- account_circle Rosalinda Karim, SE
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak

Bagi Iptu Kosim, setiap masa penugasan pasti memiliki akhir. Namun nilai-nilai yang diperoleh selama bertugas akan tetap melekat sepanjang kariernya sebagai anggota Polri. (Dok/Foto/Ros)
Suara sirene sesekali memecah hiruk-pikuk lalu lintas di ruas jalan kawasan BSD, Tangerang Selatan.
TANGSEL, HITV— Di tengah padatnya kendaraan yang melintas, sosok anggota Polisi Lalu Lintas tampak sigap mengatur arus kendaraan, membantu pengendara yang mengalami kesulitan, hingga memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Bagi sebagian orang, tugas itu mungkin terlihat sebagai rutinitas sehari-hari. Namun, bagi seorang anggota Patroli Jalan Raya (PJR), setiap hari menghadirkan tantangan yang berbeda. Tidak ada ruang untuk lengah, sebab keselamatan ribuan pengguna jalan bergantung pada kehadiran mereka.
Di antara personel yang pernah mengabdikan diri di wilayah tersebut adalah Iptu Kosim. Masa tugasnya di PJR Korlantas Polri wilayah BSD menjadi perjalanan yang penuh cerita, pengalaman, sekaligus pelajaran hidup yang membentuk karakter kepemimpinannya sebagai anggota Bhayangkara.
Baginya, pengabdian bukan sekadar menjalankan kewajiban sesuai prosedur. Pengabdian adalah tentang bagaimana seorang polisi hadir ketika masyarakat membutuhkan, memberi rasa aman, serta menjadi bagian dari solusi di tengah berbagai persoalan di jalan raya.
“Selama bertugas di Korlantas BSD, saya mendapatkan banyak pengalaman yang sangat berharga. Banyak ilmu, banyak pelajaran, dan yang paling penting adalah kebersamaan dengan seluruh rekan-rekan,” tutur Iptu Kosim ketika mengenang masa pengabdiannya.
Wilayah BSD dikenal sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Aktivitas perkantoran, pusat perbelanjaan, kawasan pendidikan, hingga permukiman membuat volume kendaraan meningkat dari waktu ke waktu.
Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan personel PJR dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Sejak pagi hingga malam, personel harus memastikan arus kendaraan tetap bergerak dengan baik. Mereka juga dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat ketika menghadapi kecelakaan, kendaraan mogok, kemacetan panjang, maupun situasi darurat lainnya.
“Dalam situasi seperti itulah Iptu Kosim merasakan bahwa tugas seorang polisi lalu lintas bukan hanya mengatur kendaraan. Lebih dari itu, mereka harus mampu menghadirkan ketenangan bagi masyarakat.
Tidak jarang ia bersama rekan-rekannya membantu pengendara yang kehabisan bahan bakar, kendaraan mengalami kerusakan, hingga memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan sebelum petugas medis tiba.
Bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem, hujan deras maupun terik matahari yang menyengat, tugas pelayanan tidak pernah berhenti.
Pengalaman-pengalaman itu, menurutnya, menjadi sekolah kehidupan yang tidak akan pernah diperoleh dari ruang kelas mana pun.
Setiap persoalan yang dihadapi di lapangan mengajarkan arti kesabaran, ketelitian, kemampuan berkomunikasi, serta pentingnya mengambil keputusan dengan cepat tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan.
“Yang paling berkesan bagi saya adalah ketika bisa membantu masyarakat. Ada kepuasan batin yang sulit diungkapkan ketika melihat masyarakat merasa terbantu dan bisa melanjutkan perjalanan dengan aman,” ujarnya.
Pelayanan kepada masyarakat memang menjadi ruh utama Korps Lalu Lintas Polri. Karena itu, pendekatan yang humanis selalu menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurut Iptu Kosim, masyarakat tidak hanya membutuhkan kehadiran polisi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat yang mampu memberikan rasa aman dan solusi ketika menghadapi kesulitan di jalan.
Pendekatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga selama dirinya bertugas di PJR BSD.
Di balik berbagai keberhasilan pelaksanaan tugas, Iptu Kosim mengakui bahwa kekompakan tim merupakan faktor yang sangat menentukan.
Tidak ada keberhasilan yang dicapai secara individual. Setiap personel memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga keselamatan pengguna jalan.
Karena itu, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh personel PJR BSD yang selama ini bekerja bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.
Menurutnya, solidaritas antarsesama anggota menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Ia juga memberikan penghormatan kepada pimpinan yang selama ini membimbing seluruh personel.
“Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Kompol Darmawati, SH, MH, MM, yang dinilainya telah memberikan arahan, motivasi, serta teladan kepemimpinan selama menjalankan tugas di wilayah BSD.
“Dukungan pimpinan dan rekan-rekan menjadi kekuatan bagi kami dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari keluarga besar Korlantas BSD,” katanya.
Bagi Iptu Kosim, setiap masa penugasan pasti memiliki akhir. Namun nilai-nilai yang diperoleh selama bertugas akan tetap melekat sepanjang kariernya sebagai anggota Polri.
Ia mengaku membawa banyak bekal, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, loyalitas, hingga semangat melayani masyarakat tanpa membedakan latar belakang siapa pun.
Bekal tersebut diyakininya akan menjadi pegangan dalam menjalankan amanah di tempat penugasan berikutnya.
Meski berpindah lokasi tugas, semangat pengabdian tidak boleh berubah.
Justru setiap tempat baru menghadirkan kesempatan untuk mengabdikan pengalaman yang telah diperoleh demi pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
“Saya berharap silaturahmi dengan seluruh rekan-rekan tetap terjalin. Kebersamaan yang sudah dibangun selama ini adalah sesuatu yang sangat berharga,” ungkapnya.
Harapan itu mencerminkan kuatnya ikatan emosional yang terbentuk selama bertahun-tahun bekerja bersama.
Di lingkungan kepolisian, hubungan antarpersonel bukan hanya sebatas rekan kerja, melainkan juga keluarga yang saling menguatkan dalam menjalankan tugas negara.
Menjelang mengakhiri masa tugasnya di PJR BSD, Iptu Kosim menitipkan pesan sederhana namun sarat makna kepada seluruh personel yang masih melanjutkan pengabdian.
“Di mana pun kita bertugas, tetap jaga integritas, profesionalisme, disiplin, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”
Pesan itu menjadi refleksi bahwa inti dari profesi kepolisian adalah kepercayaan publik.
Kepercayaan tersebut hanya dapat dibangun melalui kerja nyata, sikap yang humanis, pelayanan yang tulus, serta komitmen menjaga keselamatan masyarakat.
Di tengah perkembangan zaman dan meningkatnya kompleksitas lalu lintas perkotaan, tantangan bagi Polisi Lalu Lintas akan semakin besar.
Namun selama semangat pengabdian tetap menjadi pijakan, setiap tantangan akan mampu dihadapi dengan baik.
Jejak pengabdian Iptu Kosim di PJR BSD mungkin telah memasuki babak baru. Akan tetapi, pengalaman, dedikasi, serta nilai-nilai yang ditinggalkannya akan terus hidup dalam semangat rekan-rekan yang melanjutkan tugas.
Sebab sejatinya, pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya tercermin dari seragam yang dikenakan atau peluit yang ditiup di tengah jalan raya. Lebih dari itu, pengabdian terwujud melalui ketulusan melayani, keberanian mengambil tanggung jawab, dan keikhlasan hadir untuk masyarakat kapan pun dibutuhkan.
Itulah warisan yang sesungguhnya. Sebuah jejak yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi akan selalu dikenang oleh mereka yang pernah merasakan manfaat dari kehadiran seorang polisi yang bekerja dengan hati. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Tangsel
- Penulis: Rosalinda Karim, SE





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.