Jenazah CPMI Asal Bima Dipulangkan, APJATI dan Disnaker Kawal hingga Rumah Duka
- account_circle Sahbudin, S.Pdi
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

Proses penjemputan hingga pengantaran jenazah mendapat pengawalan jajaran DPC APJATI Bima-Dompu bersama perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. (Dok/Foto/Sahbudin)
Jenazah Fatmawati, Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Bima yang meninggal dunia di Jakarta, tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Jumat (28/8/2026)
BIMA, HITV — Jenazah Fatmawati setiba di Kota Bima, kemudian diantar ke rumah duka di Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.
Proses penjemputan hingga pengantaran jenazah mendapat pengawalan jajaran Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) DPC Bima-Dompu bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
“Plt Ketua APJATI Bima-Dompu, Usman, S.Pd, hadir bersama jajaran pengurus, di antaranya Suhadah, SH, Sahbudin, S.Pd.I, Nurdidah, Syarifuddin, Supratman, Shamsudin, Nunung, Serly, Rosnah, dan Hj. Nurmala.

Proses penjemputan hingga pengantaran jenazah mendapat pengawalan jajaran DPC APJATI Bima-Dompu bersama perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. (Dok/Foto/Sahbudin)
DARI unsur pemerintah daerah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima menugaskan Jaini, S.Sos., untuk mendampingi proses penjemputan dan pengantaran jenazah hingga ke rumah keluarga.
Setelah proses administrasi dan serah terima di bandara selesai, rombongan bergerak menuju Desa Tambe. Kedatangan jenazah disambut keluarga dan masyarakat setempat dalam suasana duka.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Tambe mengimbau masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri agar menempuh jalur resmi dan sesuai prosedur.
Menurutnya, keberangkatan secara legal penting untuk memastikan pekerja memperoleh perlindungan hukum dan hak-haknya selama bekerja di negara tujuan.
Perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bima, Jaini, S.Sos. juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Fatmawati. Ia mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Sementara itu, perwakilan PT Antar Indosadya, Lilis, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhumah. Ia mengatakan kehadirannya mewakili perusahaan untuk mendampingi proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
Lilis juga menyampaikan bahwa selama menjalani proses pemberkasan dan persiapan keberangkatan, Fatmawati dikenal sebagai pribadi yang baik, sopan, dan kooperatif.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal APJATI, Suhadah, SH, menekankan pentingnya masyarakat menggunakan jalur resmi ketika hendak bekerja di luar negeri, baik pada sektor formal maupun informal.
Ia juga meminta pemerintah desa lebih cermat dalam menerbitkan surat rekomendasi bagi warga yang akan bekerja ke luar negeri.
Pemerintah desa, kata dia, perlu memastikan terlebih dahulu legalitas perusahaan dan prosedur penempatan calon pekerja migran sebelum memberikan rekomendasi.
“Keberangkatan melalui jalur resmi menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan keselamatan, perlindungan hukum, dan pemenuhan hak pekerja migran,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian penjemputan dan penyerahan jenazah Fatmawati berlangsung tertib hingga keluarga menerima jenazah di rumah duka. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya migrasi aman dan prosedural bagi masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Bima
- Penulis: Sahbudin, S.Pdi





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.