Selasa, 13 Okt 2026
dark_mode

Kejar Zero Stunting, Pemda se-Sumatera Integrasikan Program dengan MBG

  • account_circle Jhon P Tobing
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • print Cetak

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah se-Sumatera memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan mengintegrasikan intervensi kesehatan dan gizi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

MEDAN, HiTV — Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Sekretariat Wakil Presiden di Hotel Grand Mercure Medan, Kamis (27/8/2026).

Forum yang berlangsung secara hybrid itu diikuti kepala daerah, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dari berbagai daerah di Sumatera.

Dari Kota Tebing Tinggi, kegiatan dihadiri Wali Kota H. Iman Irdian Saragih bersama Sekretaris Daerah Erwin Suheri Damanik dan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Angka nasional turun, Sumut masih 22 persen

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Sekretariat Wakil Presiden, Eddy Cahyono Sugiharto, menyampaikan bahwa prevalensi stunting nasional menunjukkan tren penurunan.

Angka tersebut turun dari 30,8 persen menjadi 19,8 persen. Namun, capaian itu belum sepenuhnya merata.

Provinsi Sumatera Utara masih mencatat prevalensi stunting sekitar 22 persen berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), atau masih berada di atas rata-rata nasional.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting di Sumatera Utara masih membutuhkan intervensi yang konsisten dan terintegrasi.

“Karena itu, program pencegahan dan percepatan penurunan stunting perlu terus dilanjutkan untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” kata Eddy.

Menurut dia, penurunan angka stunting tidak hanya bergantung pada intervensi setelah anak mengalami masalah pertumbuhan. Pencegahan harus dimulai sejak kelompok sasaran berada pada fase yang rentan.

Intervensi diarahkan sejak remaja

RAKOR regional tersebut mendorong penguatan konvergensi intervensi dengan menyasar kelompok prioritas secara berjenjang. Sasaran itu mencakup remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak usia 0-59 bulan.

“Program MBG juga diarahkan untuk memperkuat intervensi pada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Integrasi tersebut diharapkan tidak berjalan sebagai program yang terpisah, tetapi menjadi bagian dari strategi penanganan stunting di daerah sehingga bantuan gizi dapat diberikan kepada kelompok yang membutuhkan secara lebih tepat sasaran.

Selain konvergensi program dan integrasi MBG, pemerintah juga membahas kebijakan insentif fiskal 2026 sebagai salah satu instrumen untuk mendorong pemerintah daerah meningkatkan kinerja dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Tebing Tinggi bidik zero stunting

WAKIL Gubernur Sumatera Utara H. Surya menegaskan, persoalan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah, menurut dia, tidak dapat bekerja sendiri.

“Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kerja bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan,” ujar Surya.

Komitmen serupa disampaikan Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih. Pemerintah Kota Tebing Tinggi menargetkan penurunan kasus stunting sekaligus mendorong terwujudnya zero stunting di wilayah tersebut.

“Mohon doanya agar anak-anak yang berisiko stunting dapat tertangani dan menurun. Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus semangat melakukan penanganan anak-anak yang berisiko stunting. Mudah-mudahan tahun ini angka stunting menurun, dan target kita adalah zero stunting,” kata Iman.

Ia mengatakan kehadiran Pemko Tebing Tinggi dalam forum regional tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarsektor.

Dengan demikian, intervensi terhadap anak dan keluarga berisiko stunting diharapkan tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak langsung.

Rangkaian rakor ditutup dengan penandatanganan Komitmen Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera secara luring dan daring.

Kesepakatan tersebut menjadi penegasan bahwa penurunan stunting membutuhkan kerja berkelanjutan, mulai dari pencegahan, pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, hingga penguatan intervensi di tingkat daerah.

Bagi pemerintah daerah, tantangannya kini bukan sekadar menurunkan angka prevalensi, melainkan memastikan setiap program benar-benar menjangkau kelompok yang paling rentan dan mampu memutus risiko stunting sejak dini. (\•/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Tebing Tinggi

  • Penulis: Jhon P Tobing

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terowongan Silaturahmi Digagas Pada Masa Presiden Jokowi, Diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto

    Terowongan Silaturahmi Digagas Pada Masa Presiden Jokowi, Diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • 0Komentar

    Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, meresmikan penggunaan Terowongan Silaturahmi pada Kamis, 12 Desember 2024. Terowongan ini dibangun pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan diharapkan dapat memperkuat simbol kerukunan antar umat beragama di Indonesia. (Dok/Foto/Rosad) HITVBERITA.COM | JAKARTA – Terowongan Silaturahmi memiliki luas 218 meter persegi, panjang 34 meter, dan kedalaman 6 meter. Selain […]

  • BPK Temukan Dugaan Kejanggalan Pencairan Kredit di Bank BJB, Tanda Tangan Debitur Diragukan

    BPK Temukan Dugaan Kejanggalan Pencairan Kredit di Bank BJB, Tanda Tangan Debitur Diragukan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat menemukan dugaan penyimpangan prosedur dalam proses pencairan kredit di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB). BANDUNG, HITV — Temuan BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat itu berkaitan dengan lemahnya verifikasi dokumen hingga adanya indikasi perbedaan tanda tangan debitur dalam dokumen kredit dan pencairan […]

  • Ketegangan Warnai Eksekusi Lahan di Cipondoh, PN Kota Tangerang Tetapkan Batas Waktu Pengosongan

    Ketegangan Warnai Eksekusi Lahan di Cipondoh, PN Kota Tangerang Tetapkan Batas Waktu Pengosongan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    Pengadilan Negeri (PN) Kota Tangerang melakukan eksekusi lahan di Jalan Cendana Raya, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, hari ini sekitar pukul 10.00 WIB. Eksekusi dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah PN Kota Tangerang Nomor 95/PEN-EKS/RL/2022/PN-TNG tentang pengosongan dan penyerahan lahan yang selama ini dikuasai oleh Riky. KOTA TANGERANG | HITV– Dalam pelaksanaan di lapangan, puluhan aparat gabungan dikerahkan […]

  • Konflik Dua Kepemimpinan Menuju Akhir: PWI Sepakat Gelar Kongres Persatuan Paling Lambat Agustus 2025!

    Konflik Dua Kepemimpinan Menuju Akhir: PWI Sepakat Gelar Kongres Persatuan Paling Lambat Agustus 2025!

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • 2Komentar

    Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung, Hendry Ch Bangun (kiri) dan Ketua Umum PWI hasil KLB Zulmansyah Sekedang (kanan), sepakat mengakhiri konflik melalui “Kongres Persatuan PWI” (Dok/Foto/Raffa) Konflik kepemimpinan di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tersebut akhirnya menemukan titik terang. Dua kubu yang selama hampir setahun berseteru, masing-masing dipimpin Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang, […]

  • TKB Nurul Khoir Depok Diduga Lakukan Pungutan, Dana BOS Dipertanyakan

    TKB Nurul Khoir Depok Diduga Lakukan Pungutan, Dana BOS Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Erwin Lubis Tujuan pendirian sekolah terbuka adalah memberi ruang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tidak putus sekolah. Aturan itu termaktub jelas dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 74 Tahun 2020. Namun praktik di lapangan justru memperlihatkan hal yang bertolak belakang. HITVBERITA.COM | Depok – Tempat Kegiatan Belajar (TKB) Nurul Khoir di Depok, […]

  • ‎Sekum Inkop TKBM: Tanpa PBM Kegiatan di Pelabuhan Bisa Berjalan ‎

    ‎Sekum Inkop TKBM: Tanpa PBM Kegiatan di Pelabuhan Bisa Berjalan ‎

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Kalaus Naibaho  Sekretaris Umum Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Inkop TKBM) Victoria Wewo menanggapi pernyataan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat (APBMI) H. Juswandi yang menyebut pengelolaan TKBM di pelabuhan saat ini sebagai bentuk monopoli. HITVBERITA.COM | Jakarta – Victoria menegaskan, TKBM berada dan bekerja di pelabuhan ada dasarnya dan direstui 3 kementerian, sehingga […]

expand_less