Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Keterbukaan Prabowo dan Kepalsuan Jokowi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
  • print Cetak

Oleh: Saiful Huda Ems

TANPA sengaja tadi malam saya melihat siaran pertemuan Presiden Prabowo Subianto (PS) dengan 7 jurnalis terkemuka Indonesia, yang disiarkan oleh Tv One. Dalam pertemuan itu terjadi tanya jawab antara Presiden PS dengan 7 jurnalis dengan sangat terbuka, tanpa sensor, tanpa basa-basi.

Terus terang kalau saya melihat Pak Prabowo yang sangat terbuka dan rendah hati seperti itu saya sangat kagum sekali, meskipun kadang pikiran saya masih beberapa kali dibayangi suara pekikan yang sangat mengusik rasa keadilan kami:”Hidup Jokowi ! Terimakasih Pak Jokowi !” yang dilontarkan oleh Pak Prabowo saat beliau berorasi di acara HUT Partai Gerindra beberapa waktu lalu yang telah lewat.

Dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan 6 perwakilan media atau 7 jurnalis di kediamannya di Hambalang itu, nampak sekali suasana diskusi atau tanya jawab yang agak cair, seolah tanpa dibatasi oleh aturan protokoler. Bahkan ketika Pak Prabowo ditanya secara bruntun oleh Najwa Shihab, ada jurnalis yang berusaha menghentikannya dengan alasan waktu sesi untuk Najwa sudah habis, namun tidak dipedulikan oleh Pak Prabowo, yang malah mempersilahkan Najwa untuk melanjutkan pertanyaannya.

Kontrovesi soal Makan Bergizi Gratis (MBG), UU TNI dan RUU POLRI dijelaskan secara terbuka oleh Presiden Prabowo Subianto. Kendala penegakan hukum karena mentalitas penegak hukum yang memprihatinkan, juga soal kebijakan tarif 32 % Trump untuk Indonesia juga dijelaskannya secara gamblang, tanpa sensor.

Inilah karakter Pak Prabowo Subianto yang dahulu sempat membuat saya tertarik, hingga terus terang saat pertamakali Partai Gerindra didirikan, saya sempat mendaftar sebagai anggotanya, meski kemudian saya keluar lagi dari Gerindra setelah saya tertipu oleh tampilnya figur politisi baru, Jokowi yang mempropagandakan perubahan, yang ternyata semuanya tertimbun di gorong-gorong kepalsuan.

Selain karena saya tertipu oleh kepalsuan Jokowi, ada alasan lain kenapa saat itu saya membatalkan diri mendukung Pak Prabowo dan keluar dari Partai Gerindra, itu karena saya masih belum yakin Pak Prabowo sudah berubah total menjadi lebih arif dan bijaksana, setelah kasus tuduhan penculikan dan pembunuhan teman-teman Aktivis ’98. Pak Prabowo masih suka gebrak-gebrak meja saat berorasi, yang membuat trauma saya terhadap sosok militer yang diktator dan brutal muncul kembali.

Pertemuan dan diskusi tanya jawab Presiden Prabowo dengan 7 jurnalis di Hambalang, Minggu (6/April/2025) kemarin membuat hati saya bertanya-tanya lagi, sesungguhnya ada apa sih dengan Pak Prabowo ini? Orangnya begitu terbuka, gaya orang terpelajar dari Luar Negerinya yang rata-rata gentle masih terlihat, tapi kenapa kok kebijakan Presiden Prabowo selama ini sangat membingungkan dan bisa dikatakan melukai hati rakyat, minimal rakyat seperti saya.

Mengangkat menteri-menterinya yang banyak tidak berkualitas dan sebagian terindikasi korup, kabinetnya juga sangat terlampau gemuk (Oversized Cabinet), disaat trend pemerintahan di negara-negara modern merampingkan kabinetnya. Membiarkan KAPOLRI yang sudah lama menjabat dan tidak menunjukkan kemajuan institusi POLRI, namun malahan membuat institusi POLRI jadi mundur, terlibat banyak kasus dan anggota-anggotanya menjadi kurang percaya diri, banyak dibully masyarakat, hingga muncul istilah Partai Coklat (Parcok) dll.

Banyak artis-artis dan mubaligh seleb tidak kompeten diangkatnya menjadi Staf Khusus Presiden, tidak mau mendengar suara batin rakyat dengan seringnya bertemu dan memuji-muji Jokowi presiden yang sebenarnya gagal dan meninggalkan banyak hutang, serta banyak meninggalkan persoalan hukum dll. Itulah alasan kenapa pada akhirnya saya tidak mau lagi berdiri mendukung Pak Prabowo Subianto dan keluar dari Partai Gerindra di tahun 2010.

Dengan pertemuan Presiden Prabowo Subianto bersama 6 perwakilan media dan 7 jurnalis kemarin saya melihat Pak Prabowo menunjukkan karakternya seperti dahulu, tegas, rendah hati dan terbuka. Semoga saja Pak Prabowo Subianto bersedia mengoreksi kembali kekeliruan sikap dan kebijakannya selama ini, yang banyak menyakiti hati rakyat kecil seperti kami.

Pak Presiden Prabowo yang baik, bangsa ini sedang mengalami krisis kepemimpinan nasional yang dapat menjadi teladan yang baik bagi rakyatnya, indah sekali jika Pak Prabowo Subianto yang sudah terpilih menjadi presiden, lebih mawas diri, bersedia mendengar berbagai aspirasi rakyat yang kritis maupun yang mendukung pada Pak Prabowo, serta menjauhi Jokowi yang layak diadili…(SHE).

8 April 2025

Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer, Analis Politik, Aktivis ’98

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa Teluk Nipah Butuh Pompong Layak, Akses Sekolah di Kepulauan Posek Jadi Taruhan Keselamatan

    Siswa Teluk Nipah Butuh Pompong Layak, Akses Sekolah di Kepulauan Posek Jadi Taruhan Keselamatan

    • 0Komentar

    Akses pendidikan bagi puluhan siswa di Teluk Nipah, Desa Posek, Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, masih bergantung pada perjalanan laut yang penuh risiko.  LINGGA, HITV — Setiap hari, mereka harus menyeberang menuju SMP Negeri 2 Kepulauan Posek menggunakan pompong tua yang kondisinya kian memprihatinkan. Bagi warga di wilayah kepulauan, laut bukan sekadar ruang pemisah, melainkan […]

  • Mendiktisaintek: Presiden Tiga Kali Panggil Rektor dan Guru Besar, Kampus Diharapkan Ambil Peran Besar

    Mendiktisaintek: Presiden Tiga Kali Panggil Rektor dan Guru Besar, Kampus Diharapkan Ambil Peran Besar

    • 0Komentar

    Presiden Prabowo tiga kali undang rektor dan guru besar, tanda kampus harus jadi ujung tombak pembangunan nasional. JAKARTA | HITV – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebut undangan Presiden RI Prabowo Subianto yang sudah tiga kali dalam setahun kepada para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar sebagai sinyal kuat besarnya harapan […]

  • Setetes Darah untuk Sesama, BPK OI Inhil Himpun 98 Kantong Darah

    Setetes Darah untuk Sesama, BPK OI Inhil Himpun 98 Kantong Darah

    • 0Komentar

    Semangat gotong royong dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar Badan Pengurus Kabupaten (BPK) Oi Indragiri Hilir melalui kegiatan donor darah, Sabtu (6/6/2026), di area Klinik PT Pulau Sambu, Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah. INDRAGIRI HILIR, HITV– Mengusung tema “Setetes Darah Selamatkan Nyawa”, kegiatan kemanusiaan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak […]

  • Barang Bukti Narkotika Senilai Ratusan Gram Dimusnahkan Polres Karimun

    Barang Bukti Narkotika Senilai Ratusan Gram Dimusnahkan Polres Karimun

    • 0Komentar

    Polres Karimun memusnahkan barang bukti narkotika berupa vape liquid mengandung etomidate, sabu, dan pil ekstasi hasil pengungkapan dua kasus berbeda yang terjadi pada akhir Mei hingga awal Juni 2026. KARIMUN | HITV – Barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas 122,48 gram vape liquid, 85,26 gram sabu, dan 31,40 gram pil ekstasi yang telah berkekuatan sebagai […]

  • Andi Ina, Perempuan Pertama Nahkodai ICMI Di Sulsel

    Andi Ina, Perempuan Pertama Nahkodai ICMI Di Sulsel

    • 0Komentar

    Penulis: Syamsu Marlin Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., resmi dilantik oleh sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (ORDA) Kabupaten Barru periode 2025–2030, oleh Prof. Dr. Ir. Arismunandar, M.Pd., Ketua ICMI Orwil Sulsel di Baruga Singkerru Adae Rumah Jabatan Bupati Barru, Senin (29/9/2025). HITVBERITA.COM | Barru – Kegiatan yang mengusung […]

  • Kejari Purwakarta dan Pemkab Bersinergi Cegah Korupsi Lewat Program “Jaksa Menyapa

    Kejari Purwakarta dan Pemkab Bersinergi Cegah Korupsi Lewat Program “Jaksa Menyapa

    • 1Komentar

    Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah melalui program edukatif bertajuk Jaksa Menyapa. HITVBERITA.COM | Purwakarta— Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Dr. Martha Parulina Berliana, SH., MH., bersama Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, hadir sebagai narasumber utama dalam program […]

expand_less