Senin, 20 Jul 2026
light_mode

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Hampir Lima Jam dengan Prabowo

  • account_circle Sunang
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • print Cetak

Pertemuan yang berlangsung hampir lima jam itu membahas berbagai isu strategis nasional, terutama terkait pemberantasan korupsi dan program pemerintahan.

JAKARTA | HITV – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samadmengonfirmasi dirinya mendapat undangan langsung dari Presiden Prabowo Subiantountuk menghadiri pertemuan tertutup bersama sejumlah tokoh nasional. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/1/2026) dan berjalan hampir lima jam.

Samad menyebut pertemuan itu merupakan diskusi terbuka yang membahas berbagai isu strategis nasional, khususnya terkait pemberantasan korupsi, penguatan lembaga penegak hukum, serta pemaparan program pemerintahan Prabowo ke depan. Ia menegaskan undangan tersebut bukan bersifat politis maupun panggilan formal tertentu, melainkan dialog untuk bertukar pandangan.

“Presiden menyampaikan berbagai program pemerintah, termasuk pengalamannya setelah menghadiri forum internasional. Kami diminta memberikan masukan sesuai kapasitas masing-masing,” kata Abraham Samad kepada wartawan.

Selain Samad, pertemuan itu dihadiri sejumlah tokoh lintas latar belakang, mulai dari akademisi, mantan pejabat, hingga anggota kabinet. Beberapa nama yang hadir di antaranya Peneliti Utama BRIN Siti Zuhro, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, serta pejabat pemerintahan seperti Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Dalam diskusi tersebut, isu pemberantasan korupsi menjadi salah satu topik utama. Samad mengungkapkan adanya pembahasan mengenai tantangan penegakan hukum, kondisi indeks persepsi korupsi Indonesia, serta pentingnya memperkuat sistem pencegahan agar kepercayaan publik terhadap negara meningkat.

Samad juga membantah anggapan bahwa pertemuan itu melibatkan tokoh oposisi dalam konteks politik praktis. Menurutnya, pertemuan lebih diarahkan pada kepentingan nasional dan tidak membahas agenda politik elektoral atau kekuasaan.

Pandangan serupa disampaikan oleh peserta lain yang menilai forum tersebut sebagai ruang diskusi strategis antara Presiden dan para tokoh yang memiliki pengalaman serta keahlian di bidang masing-masing. Diskusi berlangsung intens dari sore hingga malam hari, bahkan disebut berlangsung tanpa jeda makan malam karena fokus pembahasan yang cukup panjang.

Pertemuan ini menjadi sorotan publik karena melibatkan figur yang selama ini dikenal kritis terhadap isu pemberantasan korupsi. Undangan kepada Abraham Samad dinilai sebagai sinyal terbukanya ruang dialog antara pemerintah dan tokoh independen dalam membahas agenda strategis nasional.

Hingga kini, Istana belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil konkret dari pertemuan tersebut. Namun, diskusi panjang itu disebut menjadi bagian dari upaya Presiden Prabowo menjaring masukan luas dalam menjalankan roda pemerintahan. (tr)

  • Penulis: Sunang

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejagung Geledah Kantor BGN, Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dikabarkan Dijemput

    Kejagung Geledah Kantor BGN, Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dikabarkan Dijemput

    • 0Komentar

    Kejagung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut berlangsung di tengah mencuatnya dugaan persoalan tata kelola dan integritas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). JAKARTA, HITV — Seiring berlangsungnya penggeledahan, beredar informasi bahwa mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, telah dijemput oleh penyidik Kejagung pada Rabu […]

  • Dua Tokoh Nasional Apresiasi Munas Perdana Pemuda Batak Bersatu

    Dua Tokoh Nasional Apresiasi Munas Perdana Pemuda Batak Bersatu

    • 0Komentar

    Ketua Umum PBB Lambok Sihombing didampingi Sekjen Alfredo Panjaitan, saat menyerahkan cenderamata kepada Menteri Maruarar Sirait. (Dok/Foto/Raffa) Reporter: Raffa Christ Manalu   Musyawarah Nasional (Munas) pertama Pemuda Batak Bersatu (PBB) digelar di Green Forest Hotel, Bogor, Jawa Barat, sejak Jumat (13/6/2025) hi ngga Minggu (15/6/2025). Forum tersebut menjadi momen bersejarah bagi organisasi kepemudaan ini dalam […]

  • Polres Purwakarta Laksanakan Kegiatan “Ngosrek Bareng” dalam Rangka Hari Jadi Purwakarta

    Polres Purwakarta Laksanakan Kegiatan “Ngosrek Bareng” dalam Rangka Hari Jadi Purwakarta

    • 0Komentar

    Personel Polres Purwakarta saat melakukan monitoring dan pengamanan pada kegiatan Ngosrek Bareng Purwakarta Istimewa. (Foto/Raffa/HITV) Penulis: Raffa Christ Manalu Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta melaksanakan pengamanan dan pemantauan kegiatan “Ngosrek Bareng Purwakarta Istimewa” yang digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-194 Kota Purwakarta dan Ke-57 Kabupaten Purwakarta, Selasa (22/7/2025). HITVBERITA.COM | Purwakarta — Pengamanan dipusatkan di kawasan […]

  • Djoni-Syamsir Unggul dalam Rekapitulasi Pilkada Belitung 2024

    Djoni-Syamsir Unggul dalam Rekapitulasi Pilkada Belitung 2024

    • 0Komentar

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belitung 2024. Acara tersebut berlangsung di Baginda Ballroom, Hotel Grand Hatika, Tanjungpandan, pada Rabu, 4 Desember 2024. (Dok/Foto/IS) HITVBERITA.COM | BELITUNG – Diketahui bahwa berdasarkan Hasil Rekapitulasi Pilkada Belitung 2024 tersebut, Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 1, […]

  • Hardiknas 2026 di Lingga: Kolaborasi Pendidikan Menguat dari Implasemen Dabo Singkep

    Hardiknas 2026 di Lingga: Kolaborasi Pendidikan Menguat dari Implasemen Dabo Singkep

    • 0Komentar

    Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Lingga tahun 2026 berlangsung semarak dan partisipatif di kawasan implasemen Dabo, Kecamatan Singkep, Sabtu (2/5/2026). LINGGA, HITV — Agenda tahunan ini terpantau tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan ruang kolaborasi lintas kecamatan yang memperlihatkan denyut ekosistem pendidikan di wilayah kepulauan. Mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, Hardiknas […]

expand_less