Akses Ekonomi dan Pendidikan Terhambat, Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
- visibility 26
- print Cetak

Jalan di Desa Pangkalan Banteng yang rusak parah menghambat kegiatan ekonomi dan pendidikan. (Foto: Kistolani MJ/HiTv)
Penulis Kistolani Mangun Jaya
Warga Dusun 1 Sebukat, Desa Pangkalan Banteng, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mengeluhkan kondisi jalan utama desa yang rusak parah, terutama saat musim hujan. Padahal jalan tersebut satu-satunya akses penghubung antar desa dalam perekonomian dan pendidikan masyarakat setempat.
HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun – Kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer yang sudah berlangsung lama tanpa ada perbaikan. Bahkan, sejak desa ini berdiri pada tahun 1970 sebagai satu-satunya desa lokal di Kecamatan Pangkalan Banteng, kondisi jalannya belum pernah diaspal secara menyeluruh.
Menurut warga, saat musim hujan tiba, jalan menjadi berlumpur, licin, dan nyaris tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini memperparah kesulitan warga dalam menjalankan aktivitas harian.
“Kami sangat kesulitan saat anak-anak harus ke sekolah. Kadang mereka harus berjalan kaki jauh karena motor tidak bisa lewat. Kalau musim hujan, jalan jadi kubangan lumpur,” ujar salah satu warga setempat.

Kepala Desa Pangkalan Banteng, Rimadhan, berharap pemerintah memperbaiki jalan yang merupakam akses antar desa. (Foto: Kistolani MJ/HiTv)
Selain itu, akses transportasi hasil kebun dan kebutuhan pokok pun ikut terganggu. Warga yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh harian berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut.
Semwntara itu, Kepala Desa Pangkalan Banteng, Rimadhan, membenarkan kondisi jalan rusak. Ia mengatakan, pihak desa sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan kepada pemerintah daerah, namun hingga kini belum terealisasi.
“Jalan ini sangat penting bagi warga. Sudah sejak lama kami suarakan, terutama karena jalan ini menjadi jalur utama menuju pusat kecamatan, sekolah, dan juga untuk mengangkut hasil pertanian warga,” terang Rimadhan.
Ia berharap, dengan adanya pemberitaan dan perhatian lebih dari pihak terkait, perbaikan jalan sepanjang 5 kilometer tersebut bisa menjadi prioritas pembangunan ke depan.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat maupun Provinsi Kalimantan Tengah segera menyikapi persoalan ini dengan serius, karena menyangkut hak dasar masyarakat dalam mendapatkan akses infrastruktur yang layak.
“Kami tidak meminta jalan tol, cukup jalan desa ini di aspal atau diperkeras agar bisa digunakan dengan aman. Sudah terlalu lama kami menunggu,” ujar warga lainnya.
Dengan kondisi jalan yang kian memburuk, warga Desa Pangkalan Banteng hanya bisa berharap agar pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun ini. Akses jalan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga urat nadi ekonomi dan masa depan pendidikan generasi muda desa.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar