Ancaman bagi Pendidikan di Lingga, Bus Sekolah Tak Beroperasi Akibat Honor Supir Macet
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bus Sekolah tidak beroperasi akibat honor para pengemudi belum dibayar selama 4 bulan. (Dok/Foto/Tim/HITV)
Kegiatan belajar-mengajar di sejumlah wilayah di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, terancam terganggu menyusul tidak beroperasinya layanan bus sekolah. Para pengemudi mengaku belum menerima honor selama empat bulan terakhir, sehingga memilih menghentikan operasional hingga ada kejelasan dari pemerintah daerah.
HITVBERITA.COM | Lingga — Salah satu pengemudi bus sekolah, Sukardi Duga (bukan nama sebenarnya –Red), dia mengatakan kepada awak media hitvberita.com, bahwa akibat adanya keterlambatan pembayaran honor itu, telah membuat para supir kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
“Kami berharap pemerintah segera menyelesaikan ini. Sudah empat bulan kami tidak menerima honor,” ujar Sukardi Duga, Senin, 29 Juli 2025.
Sebagai fungsi dan manfaat keberadaan bus sekolah merupakan satu-satunya moda transportasi bagi sebagian besar pelajar di daerah-daerah terpencil di Lingga. Tanpa layanan bus sekolah tersebut, banyak siswa terpaksa absen karena tidak ada alternatif transportasi.
SEJUMLAH orang tua siswa mengeluhkan kondisi ini. Mereka pun menilai pemerintah daerah lamban menangani persoalan yang berdampak langsung pada akses pendidikan anak-anak.
“Kalau terus begini, anak-anak kami bisa ketinggalan pelajaran. Tidak semua orang tua punya kendaraan untuk antar jemput setiap hari,” ujar Fitri (38), warga Kecamatan Lingga Utara.
Selain berdampak pada kehadiran siswa, kondisi ini juga dikhawatirkan menurunkan semangat belajar serta memperlebar kesenjangan pendidikan antara daerah pusat dan pelosok.
HINGGA berita ini disiarkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lingga terkait keterlambatan pembayaran honor dan juga terkait langkah penyelesaian ke depan.
Sementara itu, desakan agar Pemkab segera bertindak datang dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga tokoh pendidikan lokal.
“Kami paham tantangan fiskal daerah, tapi pendidikan seharusnya jadi prioritas. Transportasi siswa adalah layanan dasar yang tak boleh diabaikan,” ujar Ruslan, pegiat literasi yang juga sebagai Kepala Biro Redaksi HITVberita.com Kabupaten Lingga.
Situasi ini mencuat di tengah upaya nasional mendorong pemerataan akses pendidikan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ketimpangan infrastruktur dan layanan dasar seperti transportasi sekolah yang saat ini bermasalah di Kabupaten Lingga, dinilai menjadi salah satu penghambat utama dalam merealisasikan visi nasional Indonesia Emas 2045. (/*/*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar