Apresiasi GPIB untuk Dharma Jaya: Mengenalkan Ketahanan Pangan Sejak Bangku Sekolah
- account_circle S. Erfan Nurali
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Apresiasi GPIB untuk Dharma Jaya: Mengenalkan Ketahanan Pangan Sejak Bangku Sekolah. (Dok/Foto/GPIB)
Kepala SMPN 51 Jakarta, Erni Setianingrum, M.Pd, menilai kunjungan lapangan semacam ini memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mampu menjembatani teori yang dipelajari siswa dengan praktik di lapangan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Siswa tidak hanya belajar tentang ketahanan pangan dari buku, tetapi dapat melihat langsung bagaimana proses itu berlangsung. Pengalaman seperti ini akan lebih mudah melekat dalam pemahaman mereka,” ujarnya.
Menurut Erni, program tersebut juga selaras dengan berbagai kegiatan sekolah melalui Program Adiwiyata yang mendorong kepedulian peserta didik terhadap lingkungan, kesehatan, dan keberlanjutan sumber daya pangan.
Sementara itu, Kepala Divisi Corsec dan Legal Perumda Dharma Jaya, Sri Wahyuningsih, SE, mengatakan edukasi kepada pelajar merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam meningkatkan literasi pangan di kalangan generasi muda.
“Kami berharap kunjungan ini dapat membuka wawasan siswa mengenai pentingnya ketahanan pangan serta peran berbagai pihak dalam menjaga kualitas dan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” tuturnya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi produk protein hewani yang mereka saksikan secara langsung.
Salah seorang peserta, Dinda Kayla Alifa, mengaku terkesan dengan ketelitian setiap tahapan pengolahan produk.
“Yang paling menarik bagi saya adalah melihat bagaimana setiap proses dilakukan dengan sangat teliti untuk menjaga kualitas produk. Dari sini saya jadi lebih memahami pentingnya keamanan pangan,” katanya.
Hal senada disampaikan Casa Aprilo Sialoho. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata tentang perjalanan sebuah produk pangan sebelum sampai ke tangan konsumen.
“Kami belajar bahwa ada proses yang panjang dan pengawasan yang ketat agar produk yang dikonsumsi masyarakat tetap aman dan berkualitas,” ujarnya.
Bagi Agung Karang, pengalaman seperti itu merupakan investasi penting dalam membangun generasi yang sadar akan isu pangan dan keberlanjutan.
Ia menilai, pembelajaran berbasis pengalaman akan membantu siswa memahami keterkaitan antara produksi pangan, kesehatan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran di luar kelas mampu memperluas wawasan siswa. Mereka tidak hanya mengetahui hasil akhirnya, tetapi memahami proses panjang yang memastikan pangan tersedia dan layak dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Melalui kunjungan edukatif tersebut, para siswa tidak sekadar mengenal lebih dekat industri pengolahan pangan protein hewani. Mereka juga diajak memahami bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kesehatan, kesejahteraan, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat di masa depan. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: Humas DPP GPIB
- Penulis: S. Erfan Nurali





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.