Baru Terima 60 Persen Dana, Bumdes Mulyasari Tetap Jalankan Program Produktif
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
- visibility 47
- print Cetak

Baru Terima 60 Persen Dana, Bumdes Mulyasari Tetap Jalankan Program Produktif (Foto/Aden/hitv)
Penulis: Rolla Mutiara M
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mulyasari di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, baru menerima 60 persen dari total alokasi Dana Desa yang seharusnya diterima untuk tahun anggaran 2025. Meski pencairan belum tuntas, pengelola Bumdes tetap menjalankan program-program produktif demi mendukung kemandirian ekonomi desa.
HITVBERITA.COM | Garut — Hingga awal Oktober 2025, dana yang telah diterima Bumdes Mulyasari tercatat sebesar Rp125.345.000 dari total Rp209.256.200, sesuai ketentuan alokasi 20 persen dari Dana Desa. Sisa dana masih menunggu proses pencairan tahap selanjutnya.
Dana yang sudah diterima digunakan untuk dua program utama. Sekitar Rp62.600.000 dialokasikan untuk pinjaman bergulir guna mendukung pembangunan desa. Adapun Rp61.680.000 dimanfaatkan untuk pengembangan usaha produktif, yakni budidaya ikan lele dan ikan tawar di Dusun 1 dan Dusun 3, masing-masing sebesar Rp30.840.000.
Bendahara Bumdes Mulyasari, Dedi, S.Ag, mengatakan bahwa keterbatasan dana tidak menyurutkan langkah mereka dalam menggerakkan roda ekonomi desa.

Bendahara Bumdes Mulyasari, Dedi adanya keterbatasan dana, tidak menyurutkan pihaknya untuk terus menggerakkan ekonomi desa. (Foto/Aden/hitv)
“Kami tidak menunggu dana cair sepenuhnya untuk mulai bergerak. Di tengah keterbatasan, kami menanam harapan. Setiap kolam yang kami isi bukan sekadar air dan benih, tetapi juga mimpi warga untuk hidup lebih baik,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Dedi menekankan bahwa pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan melibatkan partisipasi warga dalam setiap tahap perencanaan maupun pelaksanaan. Ia menilai, kehadiran Bumdes tidak sekadar sebagai lembaga usaha, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran kemandirian bagi desa.
“Bumdes bukan hanya soal usaha, tapi tentang bagaimana desa belajar berdiri di atas kaki sendiri. Kami percaya, ketika desa diberi ruang dan kepercayaan, desa akan menjawabnya dengan kerja nyata,” katanya.

Budidaya ikan lele salah satu program berkelanjutan yang digagas oleh BUMDES Mulyasari. (Foto/Aden/hitv)
Program budidaya ikan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi desa, sekaligus menjawab tantangan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar