Belitung Perkuat Layanan Kesehatan Primer Lewat Koordinasi Lintas Sektor
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
- visibility 49
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemerintah Kabupaten Belitung terus memantapkan langkah transformasi layanan kesehatan primer melalui Rapat Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor yang digelar pada Rabu (7/5/2025) di Ballroom Hotel Grand Hatika, Tanjungpandan.
HITVBERITA.COM | Belitung— Forum tersebut akhirnya menjadi ruang konsolidasi strategis untuk mengintegrasikan Instalasi Layanan Primer (ILP) sebagai bagian dari reformasi sistem kesehatan nasional yang berakar pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung ini dihadiri oleh perwakilan Bupati Belitung, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Salman Alfarizi, S.STP, MSi, serta pimpinan DPRD Kabupaten Belitung, Kepala Puskesmas, para Camat, dan kader Posyandu dari seluruh penjuru kabupaten.

Hadir pula Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sri Agustini, S.IP yang membuka forum dengan pemaparan komprehensif mengenai capaian dan tantangan implementasi ILP di lapangan.
MENURUT Sri Agustini, ILP adalah fondasi transformasi layanan kesehatan yang menitikberatkan pada siklus hidup individu, dari bayi hingga lansia.
Sejak peluncurannya pada 30 Juli 2024 melalui penandatanganan prasasti oleh Pj. Bupati Belitung, seluruh Puskesmas di kabupaten ini telah menerapkan pendekatan berbasis siklus hidup, menyediakan layanan skrining, digitalisasi data, dan penataan ulang alur layanan sesuai fase kehidupan.
> “Kami mencatat bahwa dari 31 Pustu, 20 di antaranya telah menjalankan ILP, serta seluruh 174 Posyandu sudah mulai menerapkan pendekatan serupa. Namun, masih ada tantangan seperti keterbatasan jumlah kader, kapasitas bangunan Posyandu, dan rendahnya kunjungan masyarakat,” ujar Agustini.
Sebagai solusi, Dinas Kesehatan mendorong penjadwalan layanan berdasarkan kategori usia dan penguatan partisipasi masyarakat melalui transparansi data dan promosi kesehatan yang masif.
Asisten I Salman Alfarizi, mewakili Bupati Belitung, menegaskan pentingnya forum ini sebagai langkah konkrit menuju institusionalisasi pelayanan kesehatan primer yang komprehensif dan responsif.

Asisten I Salman Alfarizi saat memberikan kata sambutan mewakili Bupati Belitung. (Dok/Foto/Is)
Ia juga menyoroti bahwa transformasi ini, menurutnya, tidak hanya bersifat administratif, namun mencerminkan perubahan paradigma menuju pelayanan yang berbasis bukti dan partisipasi komunitas.
“Dengan pendekatan siklus hidup dan integrasi layanan, ILP menjadi katalis pembentukan sistem kesehatan yang tangguh dan inklusif, khususnya bagi kelompok rentan,” tutur Salman dalam sambutannya.
Salman juga mengungkapkan bahwa Belitung mendapatkan alokasi dana hibah Global Fund untuk memperkuat implementasi ILP di empat desa di Kecamatan Badau: Air Batu Buding, Cerucuk, Badau, dan Ibul. Intervensi ini mencakup dua Pustu dan sepuluh Posyandu sebagai area percontohan yang diharapkan menjadi acuan bagi wilayah lain.
Ia menambahkan, mekanisme benchmarking antar desa akan diterapkan melalui pelaporan standar, forum berbagi pengalaman, evaluasi sejawat, dan pedoman skalabilitas. Langkah ini diharapkan dapat mengakselerasi adopsi ILP di seluruh wilayah kabupaten secara adaptif sesuai karakteristik lokal.

Rapat koordinasi ini kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait strategi keberhasilan ILP dan dukungan pemerintah daerah, serta diskusi lintas sektor untuk menyusun rencana tindak lanjut. Kegiatan berjalan tertib dan lancar hingga pukul 10.35 WIB.
DALAM penutupannya, Salman menegaskan bahwa keberhasilan ILP tidak semata bergantung pada regulasi atau dana, melainkan komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan dalam menjadikan kesehatan sebagai hak dasar yang harus dijamin negara.
> “Mari pastikan tak ada satu pun warga Belitung yang tertinggal dari akses layanan kesehatan bermutu,” tandasnya.
Dengan forum ini, Pemerintah Kabupaten Belitung meneguhkan posisinya sebagai salah satu daerah pelopor dalam pelaksanaan integrasi layanan primer yang inklusif, adaptif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Transformasi sistem kesehatan kini bergerak dari wacana ke aksi nyata. (**)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar