Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bintan Dorong Petani Sawit Terapkan Sertifikasi ISPO
- account_circle Ruslan
- calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
- visibility 25
- print Cetak

ISPO merupakan standar nasional yang dirancang untuk memastikan praktik perkebunan sawit yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memenuhi tanggung jawab sosial
HITVBERITA.COM – BINTAN | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan menggelar Sosialisasi Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai upaya memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan di sektor perkebunan kelapa sawit. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau, yakni Kepala Bidang Perkebunan, Dian Utama.
Dalam paparannya, Dian Utama menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peran besar dalam industri kelapa sawit dunia.
“Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar di dunia dan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Namun, kita juga dihadapkan pada berbagai tantangan global seperti isu deforestasi, degradasi lahan gambut, serta kebijakan Palm Oil Free dari sejumlah negara Eropa,” ujar Dian.
Dian menjelaskan, ISPO merupakan standar nasional yang dirancang untuk memastikan praktik perkebunan sawit yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memenuhi tanggung jawab sosial.
“Sertifikasi ISPO menjadi bukti nyata komitmen Indonesia terhadap produksi minyak sawit yang bertanggung jawab secara global. Melalui penerapan ISPO, kita ingin memastikan bahwa minyak sawit Indonesia dihasilkan dengan prinsip keberlanjutan,” jelasnya.
Penerapan ISPO telah diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 yang kemudian diperbarui dengan Perpres Nomor 16 Tahun 2025 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia. Berdasarkan regulasi tersebut, petani dan perusahaan diberi waktu hingga 19 Maret 2029 untuk menyelesaikan proses sertifikasi.
Meski demikian, Dian menyoroti masih adanya tantangan bagi petani kecil, terutama dalam aspek legalitas lahan, biaya sertifikasi yang tinggi, serta keterbatasan kelembagaan dan kapasitas teknis.
“Kita memahami kondisi di lapangan tidak mudah. Karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendukung agar proses sertifikasi ini bisa berjalan efektif, khususnya di tingkat petani,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintanberharap para pemangku kepentingan dapat memahami pentingnya sertifikasi ISPO dalam mendorong tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan serta meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar global.
“Harapan kami, sosialisasi ini dapat membuka wawasan dan memperkuat komitmen semua pihak untuk bersama-sama membangun perkebunan sawit yang berkelanjutan,” tutup Dian.
- Penulis: Ruslan

Saat ini belum ada komentar