Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, Kunjungi Kondisi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kutacane

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
  • print Cetak

HiTvBerita.com – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, mengunjungi langsung kondisi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kutacane, Selasa (11/3). “Mari kita benahi bersama Lapas Kutacane. Warga Binaan adalah keluarga kita juga, saudara kita,” serunya saat berbicara di hadapan ratusan Warga Binaan.

Dalam kesempatan tersebut, Mashudi pun berdialog dan berinteraksi langsung dengan Warga Binaan yang berkumpul di lapangan. Ia juga menyatakan bahwa sudah mendengar semua permasalahan yang terjadi dan keluhan Warga Binaan serta berjanji akan menindaklanjutinya. “Kami mohon dukungannya untuk bapak Bupati, anggota dewan (Komisi XIII DPR RI) dan semua pihak yang terkait,” ucap Mashudi.

Bak gayung bersambut, ajakan Mashudi pun mendapatkan respon semangat Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry. Selain mengajak warganya di Lapas Kutacane untuk terus menjalani masa pidana dengan baik, Bupati pun menghibahkan 4,1 hektare tanah untuk relokasi Lapas Kutacane agar memperoleh kondisi yang lebih layak.

“Saya sangat prihatin ada Warga Binaan yang harus tidur di luar kamar hunian karena kamar hunian yang ada tidak mencukupi. Kapasitas (Lapas Kutacane) yang hanya untuk 100 orang, harus terisi 386 orang, overcapacity lebih dari 300 persen. Sedangkan kekuatan petugas penjagaannya 24 orang dengan tujuh orang per shift (jadwal kerja),” kata Mashudi.

Oleh karena itu, Mashudi menyambut antusias hibah tanah yang suratnya telah diberikan langsung secara resmi oleh Bupati Aceh Tenggara. “Bismillahirrahmanirrahim, kami sampaikan surat hibah untuk relokasi Lapas Kutacane,” ujar Bupati Aceh Tenggara.

Untuk penganggaran pembangunan baru Lapas Kutacane, Bupati dan Dirjenpas pun mendorong dukungan Komisi XIII DPR RI yang saat itu juga hadir langsung, yaitu Jamalaudin Idham dan Teuku Ibrahim, yang merupakan putra daerah Aceh.

Pada kesempatan itu, Dirjenpas juga menawarkan kepada Warga Binaan untuk mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja  (BLK) di Nusakambangan yang digadang menjadi salah satu lumbung ketahanan nasional. “Kalian akan mendapat pelatihan, dan apabila telah berproduksi, akan diberikan imbalan berupa premi yang sebagian akan ditabung sampai pulang bebas,” jelas Mashudi.

Mashudi menjelaskan BLK di Nusakambangan memiliki beberapa program, antara lain, peternakan, budidaya ikan dan udang, pertanian, serta UMKM lainnya. Ia pun berharap Lapas Kutacane dapat menjadi bagian dari lumbung ketahanan pangan nasional ke depan. “Tanahnya dari Pak Bupati diolah oleh Warga Binaan. Seperti yang saya lihat di sepanjang jalan, banyak ladang jagung,” seloroh Mashudi yang disambut tepuk tangan riuh Warga Binaan Lapas Kutacane.

Dirjenpas juga menjabarkan bahwa berbagai upaya terus dioptimalkan untuk menurunkan overcapacity di Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan). Selain mengupayakan bangunan Lapas/Rutan yang baru, terdapat langkah optimalisasi pemberian hak bersyarat dan redistribusi Warga Binaan ke Lapas/Rutan yang lebih rendah tingkat huniannya. Dirjenpas juga berharap kasus penyalahguna narkotika tidak harus menghuni Lapas dan Rutan.

Selain Lapas Kutacane, terdapat beberapa Lapas/Rutan di provinsi Aceh yang overcapacity lebih dari 300 persen dan harus segera direlokasi atau penataan ulang, antara lain, Lapas Kelas IIB Bireuen (480%); Lapas Kelas IIB Idi (600%); dan Lapas Kelas IIA Lhokseumawe (300%).

Mashudi pun menegaskan bahwa pelayanan makan dan layanan Warga Binaan lainnya tetap diberikan sesuai ketentuan. Terkait tuntutan Warga Binaan untuk standar makanan yang lebih baik, Mashudi mengatakan akan terus mengupayakan standar pelayanan makanan yang lebih baik.

Selain jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tenggara juga turut hadir dalam dialog dan interaksi tersebut.

Kunjungan ini merupakan langkah cepat dan tindak lanjut atas peristiwa pelarian yang dilakukan Warga Binaan pada Senin (10/3) sore. “Update terakhir dari 52 Warga Binaan yang melarikan diri, 21 orang di antaranya sudah tertangkap kembali dan menyerahkan diri, bahkan ada keluarganya yang langsung mengantarkan mereka kembalil ke Lapas. Tinggal 31 orang yang diharapkan segera kembali,” ucap Mashudi.

(HINETWORK)
Sumber
Rilis Humas Ditjenpas

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagian 4 — Ketika Hukum Mati di Laut Sendiri

    Bagian 4 — Ketika Hukum Mati di Laut Sendiri

    • 0Komentar

    Negara yang kehilangan kendali di wilayahnya sendiri. Dan hukum yang dibiarkan mati di laut sendiri akan tenggelam bersama kepercayaan rakyat! HITVBERITA.COM | Karimun –  Perairan di barat Indonesia tampak damai, namun di bawah permukaannya, hukum tenggelam. Tanjung Balai Karimun kini menjadi kawasan abu-abu karena perdagangan ilegal migas berlangsung terbuka, tapi faktanya aparat menutup mata. Upaya […]

  • Pemerintah Jelaskan MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan Play Button

    Pemerintah Jelaskan MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan

    • 0Komentar

    Pemerintah menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan anggaran pendidikan telah disepakati bersama antara pemerintah dan DPR sejak tahun lalu, termasuk bagian rincian peruntukannya untuk tahun anggaran 2026. Dibaca: 1,101

  • Polres Karimun Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Sinergi Lintas Instansi Diperketat

    Polres Karimun Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Sinergi Lintas Instansi Diperketat

    • 0Komentar

    Polres Karimun memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menggelar apel kesiapsiagaan bersama sejumlah instansi terkait, Jumat (28/8/2026). KARIMUN, HITV — Apel yang berlangsung di Lapangan Bhayangkara Polres Karimun tersebut dipimpin Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani, SIK, MSi. Kegiatan itu melibatkan personel kepolisian bersama unsur Basarnas, BPBD dan Damkar, Satpol PP, […]

  • Memperingati Hari Disabilitas Nasional 2024, PT. PMSE dan Kejari Purwakarta Kolaborasi Gelar Baksos!

    Memperingati Hari Disabilitas Nasional 2024, PT. PMSE dan Kejari Purwakarta Kolaborasi Gelar Baksos!

    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2024, Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta bersama PT PMSE (PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energy), yakni yang merupakan perusahaan pengelola PLTS Terapung Cirata, pada Jumat 6 Desember 2024, menggelar kegiatan bakti sosial hingga mengkampanyekan Gerakan Go Green. Tampak dalam gambar foto: Kajari Purwakarta, Dr. […]

  • Pemkab Barru Gelar Verifikasi dan Penyelarasan Hasil Evaluasi Ranperda APBD-P 2025

    Pemkab Barru Gelar Verifikasi dan Penyelarasan Hasil Evaluasi Ranperda APBD-P 2025

    • 0Komentar

    Penulis: Novriansyah  Pemerintah Kabupaten Barru menggelar kegiatan Verifikasi Hasil Reviu dan Penyelarasan Hasil Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, yang di gelar di Lantai VI Mal Pelayanan Publik (MPP) Barru, Rabu, 8 Oktober 2025. HITVBERITA.COM | Barru – Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses penyempurnaan dokumen penganggaran daerah, dan dihadiri […]

  • Proyek Stadion Mini Bernilai Miliaran Rapuh, LSM WACANA Pertanyakan Integritasnya

    Proyek Stadion Mini Bernilai Miliaran Rapuh, LSM WACANA Pertanyakan Integritasnya

    • 0Komentar

    Penulis: Erwin Proyek revitalisasi Stadion Mini Persikabo kembali menuai sorotan masyarakat lantaran tiang penyangganya yang retak nyaris roboh hanya ditambal dengan semen putih. HITVBERITA.COM | Bogor – Ketua LSM Wawasan Citra Nusantara (WACANA), Munir, mendesak Kadispora Kabupaten Bogor, Inspektorat, Konsultan Pengawas dan Direktur PT MWN untuk turun langsung ke lapangan. Munir mengungkap fakta mengejutkan, tiang […]

expand_less