GPIB Resmi Membentuk Satgas GPIB Peduli untuk Bantu Pendidikan di Daerah Terdampak Bencana
- account_circle S. Erfan Nurali
- calendar_month Minggu, 21 Des 2025
- visibility 81
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang saat pimpin rapat pleno pembentukan Satgas GPIB Peduli untuk Bantu Pendidikan di Daerah Terdampak Bencana. (Dok/Foto/Erfan)
Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) secara resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) GPIB Peduli sebagai wujud kepedulian organisasi terhadap dampak bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, khususnya yang berdampak langsung pada dunia pendidikan.
JAKARTA | HITV — Pembentukan Satgas GPIB Peduli dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan dua sabuk seismik dunia, yakni Sirkum Pasifik dan Sabuk Alpide, yang menyebabkan tingginya potensi bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, banjir, dan tanah longsor. Kondisi tersebut menuntut peran serta berbagai elemen masyarakat untuk hadir membantu para korban, termasuk peserta didik.
Pembentukan satgas ini mengacu pada Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, serta Peraturan BNPB Nomor 1 Tahun 2025. Keputusan pembentukan Satgas GPIB Peduli tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPIB Nomor 025/SK/DPP GPIB/XII/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang dan Sekretaris Jenderal GPIB Drs. Abdul Hapid, SH, MH, pada Minggu, 21 Desember 2025.
Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang menyampaikan bahwa pembentukan Satgas GPIB Peduli merupakan respons organisasi atas bencana alam yang baru-baru ini melanda sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“GPIB terpanggil untuk hadir membantu saudara-saudara kita, khususnya anak-anak sekolah yang terdampak bencana. Banyak di antara mereka kehilangan seragam dan perlengkapan belajar. Melalui Satgas GPIB Peduli, kami akan menggalang dana dan menyalurkan bantuan pendidikan secara langsung,” ujar Agung Karang.
Satgas GPIB Peduli dipimpin oleh Miftahur Rahman, S.Pd, M.Si selaku Ketua, dan didukung oleh jajaran pengurus yang terdiri dari wakil ketua, sekretaris, bendahara, serta anggota satgas.
Ketua Satgas GPIB Peduli Miftahur Rahman menjelaskan bahwa program kerja utama satgas dalam waktu dekat adalah penggalangan dana kemanusiaan yang hasilnya akan disalurkan dalam bentuk perlengkapan sekolah, seperti seragam, sepatu, tas, dan alat tulis bagi siswa terdampak bencana.
“Penggalangan dana direncanakan melalui kegiatan konser amal yang akan dilaksanakan pada Februari 2026. Bantuan perdana akan disalurkan ke Provinsi Aceh, dan selanjutnya akan diperluas ke daerah terdampak lainnya sesuai kebutuhan,” jelas Miftahur.
Melalui pembentukan Satgas GPIB Peduli, GPIB berharap dapat berkontribusi nyata dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak Indonesia di tengah situasi darurat bencana, serta memperkuat peran masyarakat dalam aksi kemanusiaan berbasis pendidikan. (/*/*/)
Editor: Tim Redaksi
Sumber: HITV Jakarta
- Penulis: S. Erfan Nurali
