Selasa, 13 Okt 2026
dark_mode

GPPI Desak Evaluasi Kebijakan 50 Siswa per Kelas di Jawa Barat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
  • print Cetak

Ketua Umum Gerakan Peduli Pendidikan Indonesia, Ahmad Yusup. (Dok/Foto/Raffa)

Penulis: Raffa Christ Manalu

Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menetapkan jumlah siswa hingga 50 orang dalam satu rombongan belajar menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satu suara penolakan datang dari Gerakan Peduli Pendidikan Indonesia (GPPI), yang menilai kebijakan tersebut berpotensi merusak kualitas pendidikan.

HITVBERITA.COM | Bandung — Ketua Umum GPPI, Ahmad Yusup, mengatakan bahwa penetapan jumlah siswa sebanyak itu dalam satu kelas tidak sejalan dengan prinsip dasar pendidikan yang ideal. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah yang tidak mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.

“Penetapan 50 siswa per kelas ini sangat tidak masuk akal. Kebijakan ini tidak hanya melanggar prinsip pedagogis, tetapi juga mencerminkan ketidakpekaan terhadap tantangan nyata di sekolah,” ujar Ahmad dalam keterangannya di Bandung, Sabtu (6/7/2025).

Menurut Ahmad, langkah tersebut bukan solusi atas persoalan kekurangan ruang kelas maupun tenaga pengajar yang masih menjadi tantangan di Jawa Barat. Sebaliknya, kebijakan itu dinilainya justru memperberat beban guru dan mengurangi kualitas interaksi antara guru dan siswa.

“Kalau satu kelas diisi 50 siswa, bagaimana mungkin guru bisa memberikan perhatian dan bimbingan yang layak? Proses belajar mengajar akan berubah menjadi penyampaian materi belaka, bukan pembelajaran yang bermakna,” ujarnya.

GPPI pun mendesak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, untuk segera turun tangan mengevaluasi kebijakan tersebut. Ahmad menilai, pemerintah pusat tidak boleh tinggal diam terhadap kebijakan yang dinilainya kontraproduktif terhadap semangat Merdeka Belajar.

“Pak Menteri tidak bisa hanya mengamati dari jauh. Ini saatnya turun langsung ke sekolah-sekolah di Jawa Barat, melihat dampaknya secara nyata, dan menentukan apakah kebijakan ini layak diteruskan,” kata Ahmad.

Ia menambahkan, pendidikan adalah hak dasar setiap anak yang wajib dijamin oleh negara, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Kebijakan yang tidak memperhatikan kualitas dan aspek kemanusiaan dalam pembelajaran, menurutnya, tidak boleh dibiarkan.

“GPPI akan terus menyuarakan penolakan terhadap kebijakan ini. Kami berdiri bersama guru, orang tua, dan siswa yang terdampak. Jangan sampai pendidikan Indonesia mundur hanya karena keputusan yang keliru di tingkat daerah,” ujarnya menegaskan. (*/*)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pledoi Zairan-Bambang, Kuasa Hukum Nilai Dakwaan JPU Tak Terbukti di Persidangan

    Pledoi Zairan-Bambang, Kuasa Hukum Nilai Dakwaan JPU Tak Terbukti di Persidangan

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • 0Komentar

    Kuasa hukum Zairan dan Bambang Suryadi menilai dakwaan JPU terkait dugaan penggunaan surat palsu tidak terbukti berdasarkan fakta persidangan dan meminta Majelis Hakim PN Tanjung Balai Karimun menjatuhkan putusan bebas. Karimun||HITV — Tim penasihat hukum Zairan dan Bambang Suryadi mendesak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun membebaskan kedua terdakwa dalam perkara dugaan penggunaan surat […]

  • ‎Oknum Aparat di Kepri Diduga Peras Pengusaha, Gunakan Kedok BNN Gadungan

    ‎Oknum Aparat di Kepri Diduga Peras Pengusaha, Gunakan Kedok BNN Gadungan

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Ismail Ratusimbangan Wibawa penegak hukum diuji — Publik pun desak transparansi dan juga sanksi tegas bagi para pelaku yang terlibat! ‎HITVBERITA.COM | Batam — Dunia penegakan hukum di Kepulauan Riau kembali tercoreng. Seorang perwira polisi dari Polda Kepri berinisial JSH, bersama tujuh oknum anggota Polisi Militer (Denpom) wilayah setempat, diduga terlibat pemerasan terhadap seorang […]

  • Hari Kedua OPM 2025, Ditlantas Polda Babel Sasar Kelengkapan Kendaraan Anggota Polda Babel

    Hari Kedua OPM 2025, Ditlantas Polda Babel Sasar Kelengkapan Kendaraan Anggota Polda Babel

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Direktorat Lalu Lintas Polda Bangka Belitung bersama dengan Satgas Operasi Patuh Menumbing 2025 menggelar penegakkan, penertiban dan disiplin (gaktiblin) bagi anggota di Mapolda, Selasa (15/7/25) pagi. Adapun kegiatan yang dilakukan dengan memeriksa kelengkapan baik administrasi maupun kendaraan anggota Polda Bangka Belitung yang berlangsung di pintu masuk Mapolda. Kasubdit Gakkum Dit Lantas […]

  • AKBP Lilik Ardhiansya Pimpin Sertijab Kapolsek Wanayasa dan Kasi Hukum Polres Purwakarta

    AKBP Lilik Ardhiansya Pimpin Sertijab Kapolsek Wanayasa dan Kasi Hukum Polres Purwakarta

    • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2024
    • 0Komentar

    HiTvBerita.COM|Purwakarta– Polres Purwakarta menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Wanayasa dan juga upacara penyerahan jabatan Kasi Hukum Polres Purwakarta, pada Jumat, 2 Agustus 2024. Upacara yang digelar di Lapangan Apel Mapolres Purwakarta itu dipimpin langsung oleh Kapolres Purwakarta, AKBP Lilik Ardhiansya dengan pengambilan sumpah jabatan, dan dilanjutkan penandatanganan berita acara serah […]

  • Hadiri Dialog Kebhinekaan, Kang DM : Pentingnya Keadilan Dalam Konteks Kebhinekaan

    Hadiri Dialog Kebhinekaan, Kang DM : Pentingnya Keadilan Dalam Konteks Kebhinekaan

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • 0Komentar

    HITVBerita.Com | Kota Bandung – Calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang kerap disapa Kang DM, menyoroti pentingnya keadilan dalam konteks kebhinekaan. Dalam acara Dialog Kebhinekaan yang digelar di Kota Bandung pada Kamis, 19 September 2024, Kang DM menegaskan, bahwa dialog mengenai kebhinekaan memang penting, namun hal itu tidak cukup. Ia menekankan perlunya memprioritaskan […]

  • Kejari Purwakarta Akan Tuntaskan Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa?

    Kejari Purwakarta Akan Tuntaskan Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa?

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Purwakarta – Pemeriksaan terhadap 11 Kepala Desa (Kades) yang telah dilakukan oleh Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tampaknya akan menemui titik terang. Pasalnya, dari 11 Kepala Desa yang dipanggil serta dilakukan pemeriksaan oleh Kejari Kabupaten Purwakarta, sudah 4 Kepala Desa dilakukan pemeriksaan kembali oleh Aparat Pengawasan Internal […]

expand_less