Hilirisasi Komoditas Perkebunan Mampu Meningkatkan Penerimaan Devisa Negara
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Barru saat mengikuti Rakornas Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan di Jakarta, Senin (22/9/2025). (Foto: Humas IKP)
Penulis: Syamsu Marlin
Penguatan Hilirisasi komoditas perkebunan nilai jualnya tinggi yang mampu meningkatkan penerimaan devisa negara. Sejumlah komoditas unggulan seperti kopi, cengkeh, kelapa, mete, kakao, pala, sawit, lada, dan komoditas ekspor lainnya menjadi fokus hilirisasi.
HITVBERITA.COM | Jakarta – Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan yang digelar di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Senin (22/9/2025).
Rakornas ini menjadi wadah konsolidasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat langkah strategis hilirisasi komoditas perkebunan sebagai upaya mendukung swasembada pangan nasional dan peningkatan daya saing ekspor.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman, saat membuka Rakornas mengatakan, pemerintah menekankan pentingnya akselerasi produksi perkebunan dengan mengutamakan aspek pengolahan, sehingga hasil yang diperoleh masyarakat semakin maksimal.
Dengan penguatan hilirisasi, komoditas perkebunan tidak hanya bernilai jual tinggi, tetapi juga mampu meningkatkan penerimaan devisa negara.
Dikatakan, sejumlah komoditas unggulan yang menjadi fokus hilirisasi adalah kopi, cengkeh, kelapa, mete, kakao, pala, sawit, lada, dan komoditas ekspor potensial lainnya.
Pemerintah mendorong alokasi anggaran untuk mendukung penyediaan fasilitas pengolahan seperti pabrik, gudang penyimpanan, serta penyediaan bibit unggul dengan produktivitas tinggi.
Pada kesempatan itu, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, SH. M. Si. yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan, Ir. Ahmad. M.M menyatakan Kabupaten Barru siap mendukung kebijakan nasional tersebut, mengingat sektor perkebunan merupakan salah satu penopang utama ekonomi masyarakat.
“Barru berkomitmen untuk menguatkan peran petani dan kelompok usaha melalui hilirisasi, agar produk perkebunan kita tidak berhenti sebagai bahan mentah, melainkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan,” ujar Bupati.
Rakornas diharapkan mempercepat sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan, menggenjot ekspor, dan menjadikan perkebunan sebagai pilar penting pembangunan ekonomi nasional.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar