Ketika Hak Nelayan Terhalang Sepotong Dokumen
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

Christophorus Mercurius, Ketua F SPSI NIBA Kabupaten Lingga. (Foto/Rus/HITV)
Penulis Ruslan LGA
Pagi di pesisir Lingga selalu dimulai dengan suara mesin perahu yang memecah tenang laut. Di dermaga, nelayan menurunkan hasil tangkapan sambil bercakap ringan, tak banyak yang tahu bahwa di balik keringat mereka ada perlindungan yang semestinya hadir: BPJS Ketenagakerjaan
HITVBERITA.COM | Lingga – .Sejak beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Perikanan menggelar program BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi nelayan. Manfaatnya besar—menanggung risiko kecelakaan kerja hingga santunan kematian. Namun, tidak semua nelayan merasakan kemudahan saat membutuhkannya.
“Banyak yang jadi peserta, tapi tidak tahu prosedur klaim. Padahal itu hak mereka,” ujar Ketua F SPSI NIBA Kabupaten Lingga, Christophorus Mercurius, Jumat (8/8/2025).
Ia menuturkan kasus seorang nelayan yang meninggal dunia, tetapi ahli warisnya tertahan di meja administrasi. Bukan karena niat buruk, melainkan lantaran selembar buku nikah yang tak mereka miliki.
“Banyak nelayan menikah siri. Saat klaim, mereka diminta buku nikah resmi. Kalau tidak ada, harus mengurus penetapan pernikahan di pengadilan. Ini memakan waktu, biaya, dan menyulitkan keluarga,” kata Christophorus.
F SPSI NIBA meminta Dinas Perikanan dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang untuk turun langsung ke kampung-kampung nelayan, menggelar sosialisasi, serta mendampingi peserta melengkapi dokumen.
Tanpa langkah itu, Christophorus khawatir, manfaat program hanya akan menjadi angka di laporan, bukan pertolongan nyata di saat genting.
“Program ini bagus, tapi harus dibimbing. Jangan sampai keluarga nelayan gagal menerima haknya hanya karena tersandung persoalan administrasi,” ujarnya.
Bagi nelayan di Lingga, perlindungan itu bukan sekadar bantuan pemerintah. Ia adalah jaring pengaman yang seharusnya siap menahan mereka saat hidup tiba-tiba menghantam ombak. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar