Kinerja Kepemimpinan Nizar–Novrizal di Lingga Dipertanyakan Warga
- account_circle Ruslan
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- visibility 251
- print Cetak

LINGGA | HITV – Memasuki tahun 2026, kepemimpinan Bupati Lingga Nizar dan Wakil Bupati Novrizal kembali menuai sorotan. Sejumlah warga dan tokoh masyarakat menilai kinerja pemerintah daerah belum menunjukkan capaian signifikan, terutama di sektor infrastruktur, keuangan desa, dan investasi.
Salah satu keluhan utama datang dari masyarakat Pulau Singkep. Hingga awal 2026, warga menyebut belum ada pembangunan jalan baru yang terealisasi di pulau tersebut. “Satu meter pun belum terlihat pembangunannya,” kata seorang warga Singkep yang ditemui terpisah, Senin (5/1/2026).
Persoalan lain yang mencuat adalah tunda bayar Dana Desa. Berdasarkan informasi dari aparatur desa dan dokumen administrasi desa, pembayaran Dana Desa disebut tertunda sejak 5 Januari 2025.
Kondisi ini berdampak langsung pada operasional pemerintahan desa dan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
“Banyak kegiatan desa terhenti karena anggaran belum cair,” ujar seorang kepala desa di Lingga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Di sisi keuangan daerah, pemerintah Kabupaten Lingga juga tercatat mengajukan pinjaman sebesar Rp62 miliar. Pengajuan ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat dan kalangan legislatif daerah terkait urgensi serta kemampuan fiskal daerah. Sejumlah anggota DPRD Lingga sebelumnya meminta pemerintah daerah lebih transparan dalam menjelaskan peruntukan pinjaman tersebut, sebagaimana tercantum dalam pembahasan dokumen anggaran daerah.
Selain itu, janji pemekaran desa yang disampaikan pemerintah daerah sejak awal masa jabatan hingga kini belum menunjukkan kejelasan. Beberapa desa persiapan masih menunggu kepastian status administratif, meski telah lama mengajukan pemekaran.
“Kami sudah melengkapi syarat, tapi belum ada kejelasan dari kabupaten,” ujar perwakilan masyarakat desa persiapan.
Di sektor investasi, hengkangnya PT Tiansan dari Kabupaten Lingga turut memperkuat kritik publik. Mundurnya perusahaan tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai iklim investasi dan kemampuan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan usaha yang masuk ke Lingga. Informasi mengenai penghentian aktivitas perusahaan ini sebelumnya juga dilaporkan sejumlah media lokal Kepulauan Riau.
Padahal, Nizar dan Novrizal saat kampanye Pilkada mengusung visi pembangunan dengan tagline “Lingga Bersinar”, yang menitikberatkan pada peningkatan infrastruktur, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Namun, menurut warga dan pengamat lokal, realisasi dari janji tersebut belum dirasakan secara merata.
Masyarakat Lingga berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh, membuka ruang komunikasi yang transparan, serta menghadirkan terobosan konkret agar berbagai persoalan pembangunan, keuangan desa, dan investasi dapat segera diatasi. (tr)
- Penulis: Ruslan

Saat ini belum ada komentar