Klarifikasi Bea Cukai Batam Soal “Speedboat Siluman” Abrar Jaya Masih Penuh Tanda Tanya
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penulis: Ismail Ratusimbangan
Fakta Lapangan dan Versi Resmi Berbeda 180 Derajat!
HITVBERITA.COM | BATAM — Alih-alih menutup polemik, klarifikasi Bea dan Cukai Batam atas penangkapan sebuah speedboat misterius di perairan Jembatan 6 Barelang justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan.
Fakta di lapangan, kesaksian warga, dan video yang beredar luas di media sosial menunjukkan peristiwa penindakan berlangsung dalam kegelapan malam.
Namun, dalam pernyataan resminya, Bea Cukai Batam menyebut operasi dilakukan pukul 18.20 WIB—saat matahari, menurut mereka, baru menjelang terbenam.
Kontradiksi waktu itu kini menjadi perbincangan hangat. Bagi sebagian pihak, ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut validitas kronologi dan integritas lembaga penegak hukum.
Video di Malam Hari, Klarifikasi Menyebut Sore
Dalam sejumlah video amatir yang beredar, terlihat jelas suasana gelap di tengah laut. Lampu sorot kapal patroli menembus malam, sementara suara sirene dan teriakan “BC… BC…” terdengar berulang-ulang.
Namun, versi resmi Bea Cukai menyebut penindakan dilakukan sekitar pukul 18.20 WIB.
Pertanyaan pun bermunculan
Apakah video yang beredar tidak autentik? Ataukah justru keterangan resmi yang keliru?
Dan yang lebih membingungkan, hingga kini tidak ada kejelasan mengenai keberadaan awak kapal yang semula disebut mengoperasikan speedboat tersebut.
Speedboat Tanpa ABK
Dalam keterangan resminya, Bea Cukai Batam menyebut kapal yang ditindak merupakan high speed craft tanpa nama, dalam kondisi kandas dan tanpa awak.

Keterangan Foto: Jenis kapal high speed craft tanpa nama ini, menurut Tim Bea Cukai Batam yang didapati pihaknya dalam kondisi kandas dan tanpa awak. (Sumber Foto: Bea Cukai Batam)
Namun, dari penelusuran lapangan dan keterangan beberapa sumber internal yang enggan disebutkan namanya, kapal tersebut dikenal sebagai Abrar Jaya, dengan tiga mesin tempel Yamaha 200 PK.
Sumber-sumber itu juga menyebut para awak kapal sempat diperintahkan melarikan diri, meninggalkan kapal dan barang bukti.
Salah satu sumber bahkan mengungkap, dirinya melihat petugas berseragam dengan nama Nico di lokasi kejadian. Bea Cukai membantah tegas informasi tersebut.
Versi Resmi yang Beda Arah
Dalam klarifikasi tertulisnya, Bea Cukai Batam menyampaikan sejumlah poin pokok:
1. Penindakan dilakukan pukul 18.20 WIB, bukan malam hari.
2. Kapal tidak bernama Abrar Jaya, melainkan high speed craft tanpa nama.
3. Kapal menggunakan tiga mesin Yamaha 200 PK.
4. Tidak ada pegawai bernama Nico yang terlibat.
5. Barang bukti berupa rokok ilegal merek T3 Bold dan H-Mind, bukan T3 dan Oval sebagaimana disebut dalam sejumlah pemberitaan sebelumnya.
Meski sudah berupaya memberikan penjelasan, klarifikasi ini justru menimbulkan kerancuan baru. Waktu, identitas kapal, dan jenis barang bukti yang disebut berbeda dari temuan lapangan maupun dokumentasi video yang beredar.
Respons yang Tak Kunjung
Sebelum klarifikasi resmi dirilis, tim HITVberita.com telah beberapa kali mencoba meminta keterangan langsung dari pihak Bea Cukai Batam. Respons yang diterima hanya singkat: “Nanti kami kabari, Pak.”
Hingga laporan ini diterbitkan, tidak satu pun pejabat Bea Cukai yang memberikan keterangan tambahan.
Diamnya institusi ini justru memantik kecurigaan publik. Banyak pihak menilai, Bea Cukai semestinya lebih terbuka dan menjelaskan secara transparan duduk perkara penindakan yang kini menimbulkan perdebatan di ruang publik.
Krisis Kepercayaan
Kisruh ini menempatkan Bea Cukai Batam di posisi sulit. Publik mulai mempertanyakan kredibilitas lembaga yang sejatinya menjadi garda depan pemberantasan penyelundupan di wilayah perbatasan.
Bila benar ada arahan kepada awak kapal untuk melarikan diri, seperti disampaikan sejumlah sumber, maka peristiwa ini tidak hanya mencoreng citra institusi, tetapi juga menggerus kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Seruan untuk Pemeriksaan Independen
Melihat banyaknya versi yang saling bertentangan, sejumlah pengamat dan media menilai perlu adanya pemeriksaan independen—baik oleh Bea Cukai Pusat maupun aparat penegak hukum lintas instansi.
Pemeriksaan itu penting untuk menjawab pertanyaan mendasar:
Apakah benar terjadi perbedaan waktu antara fakta lapangan dan versi resmi?
Siapa sebenarnya pemilik kapal speedboat yang disebut-sebut bernama Abrar Jaya?
Mengapa para awak kapal bisa menghilang tanpa proses hukum?
Adakah kemungkinan pelanggaran prosedur dalam operasi penindakan ini?
Publik Menunggu Kejujuran
Klarifikasi seharusnya meredam polemik. Namun, dalam kasus ini, justru memperbesar keraguan.
Video yang menunjukkan malam hari, keterangan resmi yang menyebut sore, serta misteri hilangnya awak kapal membuat publik semakin sulit percaya.
Kebenaran, pada akhirnya, tidak cukup diklarifikasi. Ia harus dibuktikan dengan transparansi dan integritas.
Publik kini menunggu jawaban jujur dari Bea Cukai Batam — bukan sekadar pernyataan, melainkan penjelasan yang bisa diuji kebenarannya. (///)
Editor: AYS Prayogie
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar