Kontes Kambing dan Pasar Tani Meriahkan HUT ke-79 TNI AU di Belitung, Kolaborasi Militer dan Masyarakat untuk Ketahanan Pangan Daerah!
- account_circle
- calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
- visibility 60
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana berbeda tampak menyelimuti halaman belakang Gedung Wira Angkasa, Pangkalan TNI AU H. AS Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, pada Minggu pagi, 20 April 2025.
HITVBERITA.COM | Tanjungpandan--Tak sekadar peringatan militer, HUT Ke-79 TNI Angkatan Udara kali ini, dirayakan dengan cara yang berbeda namun akrab dan menyentuh masyarakat, yakni kontes domba dan kambing, serta pasar tani murah.
Acara yang berlangsung sejak pukul 07.35 WIB ini menghadirkan perpaduan antara semangat kemanunggalan TNI dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Ratusan warga, peternak, dan petani tumpah ruah menyambut acara yang baru pertama kali digelar di wilayah Lanud tersebut.
“Peringatan HUT TNI AU bukan hanya tentang kebanggaan institusi, tetapi juga momentum untuk mendekatkan diri dengan masyarakat,” kata Komandan Lanud H. AS Hanandjoeddin Letkol Pnb Zen Mokhammad A.P, M.Han, dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan semangat adaptif, modern, unggul, dan humanis yang menjadi prinsip TNI AU masa kini.
Salah satu sorotan utama acara adalah kontes domba dan kambing, yang terbagi dalam tiga kategori: kambing muda sehat, kambing dewasa sehat, dan kambing ekstrem.
Katagori untuk pemenang juga dinilai berdasarkan kriteria seperti kesehatan, teknik pemeliharaan, serta inovasi dalam budidaya.
Para pemenang diumumkan secara terbuka. Untuk kategori kambing muda sehat, misalnya, kambing bernomor 24 dinobatkan sebagai juara pertama, diikuti nomor 12, 01, dan 19.

Total ada sebanyak 38 ekor kambing ikut berpartisipasi dalam lomba kontes, acara yang baru digelar pertamakali di Kabupaten Belitung ini mendapat perhatian luar biasa dari kalangan masyarakat. (Dok/Foto/Is)
Sementara itu, pada kategori kambing ekstrem, kambing nomor 39 berhasil menarik perhatian juri dan keluar sebagai juara utama.
“Kontes ini menjadi ruang apresiasi bagi para peternak lokal agar semakin percaya diri dan terus meningkatkan kualitas ternak mereka,” ujar Ir. Destika Efenly, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belitung, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Di sisi lain area kegiatan, tenda-tenda pasar tani dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Aneka produk pangan seperti beras, minyak goreng, gula, hingga hasil laut dan sayuran segar ditawarkan dengan harga jauh di bawah pasar.

Lebih dari 250 orang menghadiri kegiatan ini, terdiri atas personel militer, tamu undangan, hingga warga setempat. (Dok/Foto/Is)
Minyak goreng dijual Rp 16.000 per liter, gula Rp 17.500 per kilogram, hingga ikan segar seperti tongkol dan ketarap yang dibanderol hanya Rp 10.000–25.000 per ekor. Harga ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang masih sering terjadi.
Menurut Pj Sekda Kabupaten Belitung, H. Marzuki, kegiatan semacam ini adalah wujud sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan pelaku usaha tani.
“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah serta membuka akses pasar lebih luas bagi para petani dan peternak,” ujarnya.
Ia juga berharap kontes kambing dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat peran Belitung sebagai salah satu sentra peternakan dan pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Puncak acara dimeriahkan dengan penampilan Tari Mutiara Nusantara oleh anggota Saka Dirgantara, serta sesi pengumuman pemenang kontes dan pembagian hadiah. Kegiatan ditutup pada pukul 12.25 WIB setelah dilakukan video conference dengan jajaran Koopsud I.
Lebih dari 250 orang menghadiri kegiatan ini, terdiri atas personel militer, tamu undangan, hingga warga setempat. Selain memperingati ulang tahun institusi, kegiatan ini menjadi simbol keterlibatan aktif TNI AU dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sipil.
“Melalui pendekatan humanis, kami ingin menunjukkan bahwa TNI AU hadir bukan hanya untuk menjaga kedaulatan udara, tapi juga ikut tumbuh dan berkembang bersama rakyat,” kata Letkol Zen Mokhammad.
Dengan pendekatan seperti ini, perayaan militer tak lagi eksklusif, melainkan menjadi ajang kolaborasi yang bermanfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. (**)
Pewarta: Iswandi
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar