Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Jejak Hijau dari Bangku Sekolah: Ketika Anak SMP di Purwakarta Belajar Menyelamatkan Bumi!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
  • print Cetak

Oleh: AYS Prayogie

 

HARI masih pagi ketika puluhan siswa berseragam biru dongker sibuk menyusun balok-balok plastik padat berukuran tangan. Balok itu bukan sembarang benda. Mereka menyebutnya “Ecobrick” —yakni sampah plastik bekas yang dikemas rapat dalam botol, menjadi solusi sederhana atas masalah besar yang tengah dihadapi dunia: krisis sampah!

Di tengah deru semangat para siswa SMP Negeri 1 Purwakarta, Selasa (3/6/2025), Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq berdiri mengamati.

Kunjungannya kali ini Pak Menteri Hanif ke Kabupaten Purwakarta bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai bentuk penghargaan atas keseriusan sekolah SMP Negeri 1 Purwakarta ini, berhasil menanamkan budaya ramah lingkungan sejak dini.

“Kalau seluruh sekolah di Indonesia seperti ini, saya yakin gerakan pengurangan sampah akan benar-benar terasa dampaknya,” ujar Menteri Hanif, sembari menepuk pundak seorang siswa yang tengah menyusun “Ecobrick” menjadi bangku.

Sekolah ini menjadi pionir dalam menerapkan kebijakan “tanpa jajan di kantin”, sebuah upaya konkret untuk memutus rantai konsumsi plastik sekali pakai.

Kebijakan yang dirancang Pemerintah Kabupaten Purwakarta itu mendorong siswa membawa bekal sendiri dari rumah— kebiasaan kecil yang ternyata punya dampak besar.

Menteri Hanif pun menghitung-hitung dalam benaknya. Jika satu siswa bisa mengurangi satu bungkus plastik saja per hari, berapa ratus ribu plastik yang bisa dicegah tiap bulan dari seluruh siswa di kabupaten ini?

Namun, yang membuat SMPN 1 Purwakarta berbeda bukan hanya soal larangan jajan. Lebih dari itu, sekolah ini telah mengembangkan sebuah sistem pengelolaan sampah yang menyentuh akar persoalan: perubahan budaya!

Sejak tahun 2020, melalui program Tatanen di Bale Atikan (TDBA), para siswa diajak memilah sampah organik dan non-organik. Sampah organik dicacah menjadi kompos, sedangkan plastik—yang biasanya menjadi momok abadi di tempat pembuangan—diolah menjadi “Ecobrick”.

“Kami sudah mengumpulkan lebih dari 580 kilogram plastik hingga Mei kemarin,” kata Kepala Sekolah Patoni. “Setiap siswa menyumbangkan dari rumah, bahkan dari warung dan tetangga sekitar.” sambungnya

Kursi-kursi hasil rakitan Ecobrick kini menjadi wajah baru di halaman sekolah. Ke depan, pihak sekolah berencana mengembangkan panel mirip keramik hingga furnitur sederhana dari material daur ulang ini.

“Bukan hanya soal mengolah, tapi juga mendidik anak untuk berpikir bahwa sampah bukan akhir dari segalanya,” tambah Patoni.

Dalam kunjungan itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein— akrab disapa Om Zein— turut menyampaikan harapannya. Baginya, solusi pengelolaan sampah bukan sekadar menyediakan tempat buang yang rapi, melainkan membentuk kesadaran sejak kecil.

“Zero waste itu bukan soal menghilangkan sampah, tapi mengurangi sejak awal. Budaya itulah yang ingin kita bangun,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Sadiyah, menyebut program “Ecobrick” sebagai salah satu turunan nyata dari TDBA, yang bertujuan mendekatkan siswa dengan nilai-nilai keberlanjutan. Menurutnya, keterlibatan orang tua dan masyarakat menjadi kunci penting.

“Kami juga akan mulai riset sederhana untuk memetakan jenis dan jumlah sampah rumah tangga di sekitar sekolah. Ini akan jadi basis bagi penguatan program,” katanya.

Kisah SMPN 1 Purwakarta bukan sekadar laporan kegiatan tahunan. Ia adalah bukti bahwa transformasi bisa dimulai dari ruang kelas. Dari tangan-tangan kecil yang menyusun botol plastik menjadi bangku, tumbuh harapan besar tentang masa depan bumi yang lebih hijau.

Kehadiran Menteri LH hari itu, meski hanya beberapa jam, memberi pesan kuat: bahwa perubahan bisa lahir dari sebuah keputusan sederhana—menolak jajan plastik, memilah sampah, dan merangkainya menjadi sesuatu yang berguna.

Dan di tengah hiruk-pikuk krisis iklim dan tumpukan sampah, suara langkah siswa-siswa SMP itu terdengar lebih jelas: mereka tak hanya belajar ilmu, tapi juga belajar mencintai bumi. (**)

Cijantung, 4 Juni 2025

Penulis adalah Ketua Umum MIO INDONESIA, Wartawan Senior dan juga CEO Portal Berita Hitvberita.com

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkomdigi Meutya Hafid: PWI Harus Jadi Rumah Nyaman bagi Wartawan, Pers Perekat Persatuan Bangsa ‎

    Menkomdigi Meutya Hafid: PWI Harus Jadi Rumah Nyaman bagi Wartawan, Pers Perekat Persatuan Bangsa ‎

    • 0Komentar

    Penulis: Zion Magdalena Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya peran pers sebagai perekat persatuan bangsa di tengah derasnya arus disinformasi dan tantangan era kecerdasan artifisial (AI). HITVBERITA.COM | Surakarta — Hal itu disampaikan Meutya saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Masa Bakti 2025–2030 di Monumen Pers Nasional, Surakarta, Sabtu […]

  • Galangan Kapal Tanpa Identitas di Tanjung Riau, Ujian Pengawasan Negara di Laut Perbatasan

    Galangan Kapal Tanpa Identitas di Tanjung Riau, Ujian Pengawasan Negara di Laut Perbatasan

    • 0Komentar

      Produksi speed boat fiber tanpa nomor lambung dan izin usaha terpantau berlangsung di pesisir Batam. Minimnya penindakan memunculkan pertanyaan serius tentang efektivitas pengawasan aparat maritim di wilayah strategis perbatasan.   BATAM | HITV— Dari bibir pesisir Tanjung Riau, Kota Batam, aktivitas industri kapal fiber berlangsung nyaris tanpa jejak. Tidak ada papan nama perusahaan, tidak […]

  • Pansus I DPRD Purwakarta Mulai Bahas Raperda Pemajuan Kebudayaan, Perkuat Landasan Hukum

    Pansus I DPRD Purwakarta Mulai Bahas Raperda Pemajuan Kebudayaan, Perkuat Landasan Hukum

    • 0Komentar

    Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kabupaten Purwakarta mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan, sebuah inisiatif legislatif yang dinilai strategis untuk memperkuat posisi daerah sebagai rujukan pengembangan budaya. PURWAKARTA, HITV— Ketua Pansus I, Zusyef Gusnawan, menegaskan bahwa Raperda tersebut merupakan inisiatif DPRD yang lahir dari aspirasi masyarakat serta hasil kajian melalui sejumlah kunjungan […]

  • MBG Ciptakan Lapangan Pekerjaan Masif: Ekonomi Tumbuh dari Lapisan Terbawah

    MBG Ciptakan Lapangan Pekerjaan Masif: Ekonomi Tumbuh dari Lapisan Terbawah

    • 0Komentar

    Prabowo Subianto menyebut, saat program tersebut melayani 82 juta penerima manfaat, sebanyak 1,5 juta orang diproyeksikan bekerja setiap hari melalui lebih dari 30 ribu dapur MBG. JAKARTA | HITV –  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan akan menciptakan lapangan pekerjaan yang masif. Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, ketika program MBG sudah melayani 82 juta penerima […]

  • Ditresnarkoba Polda Babel Berhasil Ungkap 3 Kasus Narkoba di Bangka Selatan

    Ditresnarkoba Polda Babel Berhasil Ungkap 3 Kasus Narkoba di Bangka Selatan

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Belitung – Tim Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Bangka Belitung berhasil mengamankan seorang pria berinisial Sa alias Sul (33) warga Desa Permis Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan. Pelaku dibekuk lantaran kedapatan memiliki puluhan paket sabu yang disimpan dirumahnya, Sabtu (9/11/24) pagi. “Benar, ada penangkapan yang dilakukan Ditresnarkoba Polda pada sabtu pagi kemarin terhadap […]

  • Petani Purwakarta Naik Kelas: Teknologi Modern Bawa Pertanian ke Era Baru, Hasil Panen Berlimpah

    Petani Purwakarta Naik Kelas: Teknologi Modern Bawa Pertanian ke Era Baru, Hasil Panen Berlimpah

    • 0Komentar

    Penulis; Yosefa Putri A. Manalu Mimpi swasembada pangan di Purwakarta semakin nyata. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta terus berinovasi untuk meningkatkan hasil produksi padi dengan memanfaatkan teknologi pertanian terkini. Salah satu langkah terobosan adalah penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari hulu hingga hilir kepada para petani, membuka lembaran baru bagi sektor agraris. HITVBERITA.COM | […]

expand_less