Menelusuri Gang-Gang Sempit Demi Rasa Aman
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak
Penulis: M. SAIPUL
Pagi baru saja menanjak ketika tiga anggota kepolisian dari Polsek Meral mulai menapaki lorong-lorong sempit yang membelah kawasan padat di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Jalan A. Yani, Gang Dirgahayu, Kampung Padi, Gang Lupus, hingga Bukit Galang menjadi titik awal pergerakan mereka.
Langkah mereka mantap. Sesekali berhenti, menegur warga yang melintas, berbincang ringan, atau sekadar menyapa anak-anak yang bermain di tepian gang.
Hari itu, Selasa (5/8/2025), Patroli Gang Sempit (PGS) kembali digelar. Bukan kegiatan baru, tapi menjadi semakin penting seiring dengan komitmen kepolisian untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat, terutama di kawasan rawan tindak pidana.
Aiptu Novarial, Aipda Alrayzond, dan Aipda E. Satria menjalankan tugas dengan satu tujuan: mencegah kejahatan sebelum sempat tumbuh. “Patroli ini bukan sekadar rutinitas,” ujar Novarial. “Ini bentuk nyata kehadiran negara, menjaga warga dari keresahan yang kadang tak terlihat.”
DI gang-gang yang hanya cukup dilalui satu sepeda motor itu, potensi kriminalitas memang tak bisa dipandang sebelah mata. Premanisme, pencurian, hingga penyalahgunaan narkoba kerap tumbuh diam-diam di sela-sela sempitnya ruang sosial.
Kapolsek Meral, Ajun Komisaris Polisi Adi Candra, menjelaskan bahwa PGS merupakan langkah antisipatif yang berorientasi pada pencegahan.
“Kami tak hanya berpatroli, tetapi juga berdialog. Warga diajak aktif menjaga lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Lebih jauh, AKP Adi Candra menegaskan bahwa komunikasi langsung dengan masyarakat merupakan bagian penting dari pendekatan humanis Polri.
“Kehadiran polisi tidak harus selalu dalam bentuk penindakan. Mendengar keluhan, memberi himbauan, dan membangun kepercayaan, itu jauh lebih berdampak,” katanya.
SELAMA satu jam patroli berlangsung, tidak ditemukan kejadian menonjol. Namun yang lebih penting dari itu adalah suasana aman yang berhasil ditebarkan. Beberapa warga bahkan menyampaikan rasa senangnya karena aparat berseragam kini semakin sering terlihat di lingkungan mereka.
“Kalau polisi sering masuk ke gang-gang sini, orang yang niat berbuat jahat juga pasti mikir-mikir dulu,” ucap Pak Idris, warga Gang Lupus, sambil tersenyum.
Pesan-pesan kamtibmas disampaikan langsung. Nomor call center 110 dibagikan. Warga diajak melaporkan jika melihat hal-hal yang mencurigakan.

Jalankan tugas dan pengabdian untuk hadirkan rasa aman bagi warga masyarakat. (Foto/Saipul/HITV)
Di tengah rutinitas keseharian masyarakat, langkah para personel PGS menyiratkan keteguhan: keamanan adalah hasil kerja bersama. Dan gang-gang sempit yang dulu sunyi, kini menjadi jalan bagi harapan—akan hidup yang lebih tenteram dan lingkungan yang lebih bersahabat. (//)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar