Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Namarin Roundtable 2025: Bahas Kerja Sama Intensif di Laut China Selatan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • print Cetak

Dalam diskusi penting pada kegiatan Namarin Roundtable 2025, yang digelar di Hotel Horison Ultima, Menteng, Jakarta Pusat, menghadirkan sejumlah atase, perwakilan negara sahabat, peneliti, serta pejabat pertahanan dari kawasan. (Foto/KN/Hitv)

Penulis: Kalaus Naibaho

Ketegangan di Laut China Selatan dinilai memasuki fase yang semakin militeristik dan transaksional. Di tengah bayang-bayang persaingan Amerika Serikat–China, negara-negara Asia Tenggara dituntut cermat menjaga kepentingan tanpa terseret menjadi korban tarik-menarik kepentingan dua kekuatan besar itu.

HITVBERITA.COM | Jakarta — Pandangan tersebut mengemuka dalam Namarin Roundtable 2025 bertajuk “Strategic Considerations and Policy Shifts of Trump 2.0 on the South China Sea and the Responses of Southeast Asian Countries” yang digelar di Hotel Horison Ultima, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025). Dalam diskusi ini menghadirkan sejumlah atase, perwakilan negara sahabat, peneliti, serta pejabat pertahanan dari kawasan.

Hadir sebagai pembicara utama Kepala Pusjianmar Seskoal, Laksamana Pertama TNI Salim; Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Filipina, Gonar Musor; peneliti CSIS, Muhammad Waffaa Kharisma; serta pakar hubungan internasional dari De La Salle University Filipina, Renato Cruz de Castro.

Laut Bernilai Triliunan Dolar

BAGI negara-negara Asia Tenggara, Laut China Selatan bukan sekadar hamparan perairan biru. Kawasan ini menjadi urat nadi perdagangan global, dengan jalur pelayaran bernilai triliunan dolar AS setiap tahun. Tak hanya itu, cadangan minyak dan gas yang terkandung di dasar lautnya membuat kawasan ini kian strategis.

“Isu sengketa wilayah, kebebasan navigasi, dan meningkatnya ketegasan China kini menjadi fokus utama,” ujar Laksma TNI Salim.

Karena itu, menurut dia, kerja sama antarnegara di kawasan menjadi syarat mutlak demi stabilitas. “Kerja sama investasi dan perdagangan harus sama-sama menguntungkan. Risiko tetap ada, dan itu harus diperhitungkan dengan hati-hati oleh setiap negara,” tambahnya.

Ujian ASEAN di Era Trump Kedua

SEIRING menguatnya rivalitas global, Asia Tenggara menghadapi dilema. Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump kembali menunjukkan pendekatan keras terhadap Beijing, termasuk memperluas operasi militer bersama sekutu di kawasan.

Peneliti CSIS, Muhammad Waffaa Kharisma, menilai langkah tersebut menambah tekanan bagi ASEAN.

“Tantangan utamanya bukan hanya menavigasi persaingan AS–China, tetapi memastikan kepentingan kawasan tidak dikorbankan demi agenda politik Washington atau Beijing,” katanya.

Menurut Waffaa, periode kedua Trump akan menguji kapasitas ASEAN: apakah tetap bisa memainkan peran sebagai aktor utama, atau sekadar menjadi penonton di arena perebutan pengaruh global.

Filipina dan AS Merapatkan Barisan

Filipina, yang kerap berada di garis depan sengketa dengan China, memilih memperkuat ikatan dengan AS. Pakar dari De La Salle University, Renato Cruz de Castro, menyebutkan bahwa Manila menegaskan kembali komitmen pada Mutual Defense Treaty (MDT) 1951 saat kunjungan Menteri Pertahanan AS ke Filipina, Maret lalu.

“Setelah pertemuan itu, Filipina dan AS sepakat mengembangkan inisiatif pencegahan keamanan di Laut China Selatan, termasuk pengerahan sistem interdiksi kapal ekspedisi Angkatan Laut-Marinir (NMESIS),” ungkapnya.

Langkah ini dinilai menurut Pakar dari De La Salle University, Renato Cruz de Castro, sebagai sinyal tegas untuk membendung ambisi Beijing.

Posisi Indonesia

INDONESIA sendiri bukan negara pengklaim di Laut China Selatan. Namun, posisinya sebagai negara kepulauan terbesar di Asia Tenggara dan pengendali jalur strategis di Natuna membuat Jakarta tak bisa tinggal diam. Selama ini, Indonesia kerap mengusung pendekatan diplomasi sekaligus memperkuat kehadiran militernya di Natuna untuk menjaga kedaulatan.

Diskusi Namarin menjadi salah satu ruang untuk memperkuat peran Indonesia dalam menjembatani kepentingan negara-negara di kawasan. Dengan posisi bebas aktif, Indonesia dipandang memiliki legitimasi untuk mendorong dialog tanpa kehilangan sikap kritis terhadap upaya negara besar yang terlalu dominan.

Seruan Menahan Eskalasi

MENUTUP diskusi, Direktur Eksekutif The Namarin, Siswanto Rusdi, mengingatkan agar ketegangan di Laut China Selatan tidak dibiarkan berlarut.

“Semua pihak sadar bahwa perang terbuka akan merugikan semua negara di kawasan,” ujarnya.

Menurut Siswanto, forum seperti ini penting untuk merumuskan langkah diplomasi yang lebih proaktif. “Ketegangan jangan terus dibesar-besarkan. Justru perlu dicari jalan agar kawasan tetap aman, stabil, dan terbuka bagi semua pihak,” tambahnya.

Tarik-Menarik Kepentingan

SEJARAH menunjukkan, Laut China Selatan selalu menjadi ajang tarik-menarik kepentingan antara kekuatan besar. Dari perebutan wilayah hingga perebutan sumber daya, kawasan ini seakan tak pernah lepas dari potensi konflik. Namun, di balik itu, selalu ada ruang diplomasi untuk mencari titik temu.

Bagi ASEAN, ujian ke depan adalah membuktikan diri bukan sekadar objek perebutan pengaruh, melainkan subjek yang mampu menentukan arah kawasan. Pertemuan di Jakarta ini menjadi salah satu ikhtiar kecil, tetapi penting, menuju cita-cita itu. (///)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkes: Aktifkan BPJS untuk Akses Layanan Gratis, Iurannya Lebih Murah dari Rokok

    Menkes: Aktifkan BPJS untuk Akses Layanan Gratis, Iurannya Lebih Murah dari Rokok

    • 0Komentar

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk rutin membayar iuran BPJS Kesehatan agar kepesertaan tetap aktif, mengingat layanan penanganan kesehatan gratis pasca program Cek Kesehatan Gratis hanya dapat diakses penuh oleh peserta BPJS aktif. JAKARTA | HITV – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar rutin membayar iuran BPJS Kesehatan sehingga status kepesertaan […]

  • Dit Lantas Polda Babel Catat Laka Lantas Meningkat, Pelanggaran Menurun Periode Minggu Ke 3 Dan Ke 4 Bulan Mei 2025

    Dit Lantas Polda Babel Catat Laka Lantas Meningkat, Pelanggaran Menurun Periode Minggu Ke 3 Dan Ke 4 Bulan Mei 2025

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Babel – Direktorat Lalu Lintas Polda Bangka Belitung mencatat terjadinya peningkatan kasus jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) pada periode minggu ketiga dan keempat di bulan Mei 2025. Demikian hal ini disampaikan Dir Lantas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Hendra Gunawan, Selasa (27/5/25) siang di Mapolda. “Berdasarkan data IRSMS (Integrated Road Safety Management […]

  • Dukung Program Ketahanan Pangan, Polda Babel Dan Jajaran Tanami Ribuan Bibit Tanaman Di Lahan 50 Hektar

    Dukung Program Ketahanan Pangan, Polda Babel Dan Jajaran Tanami Ribuan Bibit Tanaman Di Lahan 50 Hektar

    • 0Komentar

    HiTvberita.com | Babel – Polda Bangka Belitung terus menggencarkan pencanangan program ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui penanaman sekaligus launching gugus tugas Polri. Kali ini, sebanyak ribuan bibit tanaman kembali ditanami diatas lahan seluas 1,6 hektar yang berada di Taman Bhayangkara Polda Bangka Belitung, Rabu (20/11/24). Penanaman langsung dilakukan oleh PJ. Gubernur Bangka […]

  • Sepuluh Tokoh Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

    Sepuluh Tokoh Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

    • 0Komentar

    Penulis: Ahdiyat Negara kembali memberikan penghargaan tertinggi bagi putra dan putri terbaik bangsa sebagai Pahlawan Nasional Tahun 2025. HITVBERITA.COM | Jakarta — Sepuluh tokoh dari berbagai latar belakang perjuangan itu, ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Tahun 2025, sebagai bentuk penghormatan dari negara atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun dan mempertahankan Republik Indonesia. Upacara penganugerahan digelar […]

  • Disdagperin Kalteng Dorong Pencegahan Stunting Lewat Edukasi dan Pelatihan Keterampilan

    Disdagperin Kalteng Dorong Pencegahan Stunting Lewat Edukasi dan Pelatihan Keterampilan

    • 0Komentar

    Penulis: Kistolani Mangun Jaya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Sosialisasi Konsumen Cerdas dalam Memilih Makanan untuk Mencegah Stunting, yang dirangkaikan dengan tiga pelatihan keterampilan, yaitu bimbingan teknis bagi pengrajin batik, pelatihan tukang las, serta pelatihan dasar kerajinan anyaman rotan bagi wirausaha baru di Kota Palangkaraya. HITVBERITA.COM | Palangkaraya — Kegiatan […]

  • Grand Opening Top 100 Batam Diserbu Masyarakat

    Grand Opening Top 100 Batam Diserbu Masyarakat

    • 0Komentar

    Penulis: Zulkifli Ritonga Masyarakat Batam dari berbagai penjuru menyerbu pusat perdagangan Top 100 Batam di Bengkong Laut dan Sadai saat Grand Opening pada Selasa (9/9/2025), yang berlangsung selama enam hari. HITVBERITA.COM | Batam – Dalam pantauan, Minggu (13/9/2025), sejak pagi hingga pukul 23.15 WIB, Top 100 Batam tetap ramai dikunjungi masyarakat. Diskon khusus untuk buah-buahan […]

expand_less