Peluncuran Satelit N5, Babak Baru Konektivitas Digital
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
- visibility 33
- print Cetak

Satelit N5 yang diluncurkan dari Cape Canaveral, Amerika Serikat. (Foto: Istimewa)
Penulis: Raffa Christ Manalu
Indonesia memasuki babak baru dengan suksesnya meluncuran Satelit Nusantara Lima (N5), pada 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, dengan menggunakan roket peluncur Falcon 9 milik SpaceX.
HITVBERITA.COM | Jakarta – Mnteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa satelit dirancang untuk kepentingan rakyat Indonesia dalam pemerataan digital yang sesungguhnya.
“Satelit Nusantara Lima adalah jembatan yang menghubungkan Indonesia tanpa batas. Internet cepat bukan hanya soal teknologi, tapi soal kesempatan yang sama. Anak-anak di Maluku dan Papua punya akses belajar yang sama dengan anak-anak di Jakarta, pasien di pulau kecil bisa konsultasi dengan dokter terbaik, dan UMKM kita bisa bersaing di dunia digital,” kata Meutya Hafid di Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Meutya menambahkan, bahwa peluncuran N5 sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal menekankan pentingnya kemandirian dan kedaulatan teknologi. Transformasi digital adalah program strategis agar seluruh rakyat Indonesia dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata.
Dengan kapasitas 160 Gbps, N5 menjadi satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara. Satelit ini akan menempati slot orbit strategis 113° Bujur Timur atau golden spot yang mencakup seluruh wilayah Indonesia dan memperkuat konektivitas di kawasan timur.
Kehadiran N5 akan membuka peluang lebih luas bagi pendidikan jarak jauh, layanan kesehatan digital, UMKM berbasis daring, hingga akses hiburan dan informasi bagi masyarakat di pelosok yang selama ini sulit terjangkau.
N5 dimiliki oleh PT. Satelit Nusantara Lima (SNL), anak perusahaan PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN), melalui kerja sama global dengan Boeing Satellite Systems, Hughes Network Systems, dan SpaceX.
Pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan registrasi orbit, sekaligus menjaga kedaulatan nasional dalam pengelolaan satelit ini.
Peluncuran N5 menjadi tonggak sejarah baru setelah Palapa A1 pada 1976, Nusantara Satu pada 2019, dan SATRIA-1 pada 2023. Dengan N5, Indonesia menegaskan diri bukan hanya konsumen, tetapi juga pengelola teknologi satelit yang menghadirkan manfaat langsung bagi rakyat sekaligus memperkokoh posisi bangsa sebagai pusat konektivitas digital di kawasan Asia Pasifik.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar