Penyelundupan Mikol di Lingga Disorot, Publik Desak Polisi Bertindak Transparan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
- visibility 38
- print Cetak

Penyelundupan Mikol di Lingga Disorot, Publik Desak Polisi Bertindak Transparan. (Foto/Ruslan/Hitv)
Penulis: Ruslan LGA
Sebuah mobil pick up yang terguling di Pelabuhan Roro Jagoh, Kabupaten Lingga, seharusnya menjadi insiden lalu lintas biasa. Namun, fakta bahwa kendaraan itu diduga membawa ratusan kardus minuman beralkohol (mikol) bermerek Heineken membuat kasus ini bergulir menjadi isu hukum sekaligus sosial yang kini menyedot perhatian publik.
HITVBERITA.COM | Lingga – Pertanyaan besar segera muncul: di mana ratusan kardus mikol itu kini berada? Publik mempertanyakan mengapa aparat baru menyebutkan 22 kardus yang berhasil diamankan, sementara laporan awal menyebut jumlahnya jauh lebih banyak.
Desakan Ormas Tempatan
PERSAUDARAAN Masyarakat Tempatan (Permata) Singkep Barat menjadi salah satu pihak yang paling vokal. Ketua Permata, S. Riadi, menilai aparat kepolisian harus menjelaskan perkembangan kasus secara terbuka.
“Publik menunggu kejelasan. Aparat harus segera mengungkap kasus ini demi mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Lingga,” ujar Riadi kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).
Menurut Riadi, kasus ini bukan hanya soal penyelundupan barang terlarang, melainkan juga menyangkut rasa keadilan warga. Ia mengingatkan, pepatah “jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga” relevan dengan kondisi saat ini. Gara-gara kasus tersebut, distribusi logistik penting ke Lingga sempat terganggu.
Dampak ke Masyarakat
RIADI menyinggung tertahannya 16 mobil pengangkut sembako di Pelabuhan Roro Telaga Punggur beberapa hari lalu akibat imbas kasus mikol. Penahanan itu, menurutnya, langsung dirasakan warga karena distribusi kebutuhan pokok melambat. “Sembako bukan barang mewah. Kalau distribusinya terganggu, masyarakat kecil yang pertama merasakan dampaknya,” ucapnya.
Situasi ini menambah tekanan terhadap kepolisian agar menuntaskan penyelidikan dengan jelas. Hilangnya sebagian besar barang bukti justru menimbulkan spekulasi liar, termasuk dugaan adanya jaringan perdagangan mikol ilegal yang lebih besar di wilayah pesisir.
Jejak Lama Penyelundupan
Lingga dan sejumlah wilayah pesisir di Kepulauan Riau memang sejak lama dikenal rawan penyelundupan. Letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional membuat wilayah ini menjadi pintu masuk empuk berbagai barang ilegal, mulai dari rokok, minuman keras, hingga narkotika.
Bagi aparat penegak hukum, kasus pikap terguling di Pelabuhan Jagoh mestinya bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar praktik penyelundupan yang lebih terorganisasi. Namun, tanpa keterbukaan informasi, kepercayaan publik justru semakin tergerus.
Menanti Transparansi
HINGGA berita ini diturunkan, Polres Lingga belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan. Status hukum terduga pelaku pun belum jelas.
Publik menanti. Sebab, bagi masyarakat Lingga, kasus ini bukan semata urusan beberapa kardus mikol yang hilang, melainkan soal kepastian hukum di daerah yang selama ini kerap dilabeli sebagai jalur rawan penyelundupan. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar