Peringatan Wafat Isa Al-Masih dan Paskah 2025 di Belitung Berlangsung Khidmat dan Aman
- account_circle
- calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
- visibility 64
- print Cetak

Suasana khidmat menyelimuti sejumlah gereja di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Minggu (20/4/2025) pagi, saat ribuan umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja mengikuti rangkaian ibadah peringatan Wafat Isa Al-Masih dan Hari Raya Paskah 2025 dengan penuh kekhusyukan.
HITVBERITA.COM | Tanjungpandan— Ibadah tersebut dimulai serentak sejak pukul 08.00 WIB di enam titik gereja yang tersebar di Kecamatan Tanjungpandan dan Sijuk.
Perayaan ini bukan hanya menjadi momen spiritual tahunan, tetapi juga wujud nyata dari semangat kebersamaan, kedamaian, dan kasih antarumat beragama di Bumi Laskar Pelangi.
Adapun gereja-gereja yang menyelenggarakan ibadah Paskah antara lain Gereja GP KRIS Perawas, GMI Efrata Tanjung Kelayang, HKBP Belitung, Gepekris Tanjungpandan, GPDI Anugrah Air Raya, dan GBI Holy Air Ketekok.
Jumlah jemaat yang hadir di masing-masing lokasi berkisar antara 200 hingga 308 orang. Seluruh kegiatan berlangsung tertib dengan dukungan pengamanan dari personel Polres Belitung.

Personel Polres Purwakarta saat lakukan tugas pengamanan di GP Kris Perawas. (Dok/Foto/Is)
Setiap gereja mengangkat tema-tema khas yang menggambarkan refleksi iman atas makna Paskah. Di GP KRIS Perawas, tema “KebangkitanMU HarapanKU” dibawakan oleh Pendeta Simarono Adi di hadapan sekitar 200 jemaat.
Di GMI Efrata, Pendeta Hari Nainggolan mengangkat tema “Kebangkitan Yesus Jaminan Iman Kita”, yang menginspirasi 200 jemaat di kawasan Pantai Tanjung Kelayang.

Sementara itu, di Gereja HKBP Belitung, sekitar 300 jemaat mendengarkan khutbah dari Pendeta Frengky dengan tema “Awal Mula Dunia Dijadikan”.

Gereja Gepekris Tanjungpandan menggelar ibadah bertema “PASKAH (Matinya Kematian)”, dipimpin Pendeta Hon Andreas.
GPDI Anugrah Air Raya menyuguhkan tema “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan” oleh Pendeta RD Fransiskus Paskalis, dan GBI Holy Air Ketekok menghadirkan tema “Amazing Grace (Anugrah yang Menakjubkan)” yang dibawakan oleh Pendeta Hendra Sanjaya kepada lebih dari 300 jemaat.

Rangkaian kegiatan ibadah mencakup pujian pembukaan, penyembahan, pembacaan Alkitab, serta khutbah yang menggali nilai-nilai spiritual dari kebangkitan Kristus.

Selain itu, kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan turut menjadi bagian dari perayaan, mencerminkan semangat berbagi dan pelayanan umat kepada sesama.
“Ini bukan hanya soal perayaan agama, tapi juga tentang bagaimana umat menunjukkan kasih dalam tindakan nyata kepada lingkungan sekitar,” ujar salah satu panitia ibadah di Tanjungpandan.
Paskah, yang secara universal diperingati oleh umat Kristiani di seluruh dunia, menjadi simbol kemenangan atas kematian serta dasar utama pengharapan iman. Di Kabupaten Belitung, perayaan ini menjadi momentum memperkuat tali persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
Kapolres Belitung AKBP Sarwo Edi Wibowo, SIK. menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan peribadatan berlangsung aman dan kondusif.
“Kami menurunkan personel di sejumlah gereja untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaat yang beribadah. Syukur, semua berjalan lancar hingga kegiatan ditutup sekitar pukul 13.00 WIB,” ujarnya.
Peringatan Wafat Isa Al-Masih dan Paskah 2025 di Belitung menegaskan bahwa keberagaman bukan penghalang, melainkan kekayaan yang memperkuat persatuan. Di tengah dunia yang kerap dilanda konflik, Belitung menunjukkan wajah toleransi yang patut dijaga dan diwariskan. (**)
Reporter: Iswandi
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar