Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pilkada Tidak Langsung: Kemunduran Demokrasi dan Pengingkaran Reformasi

Pilkada Tidak Langsung: Kemunduran Demokrasi dan Pengingkaran Reformasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

 

Oleh: Ismail Ratusimbangan
Ketua Umum DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Kepulauan Riau

WACANA pemilihan kepala daerah melalui DPRD—tanpa melibatkan rakyat secara langsung—bukan sekadar perubahan mekanisme elektoral. Ia merupakan tanda kemunduran demokrasi, sekaligus cermin kegagalan partai politik dalam menjalankan mandat reformasi dan semangat otonomi daerah yang telah diperjuangkan sejak 1998.

Sejak Reformasi, demokrasi Indonesia dibangun di atas prinsip bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Prinsip ini ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang menjadi tonggak peralihan dari sistem sentralistik menuju otonomi daerah. Undang-undang tersebut tidak hanya mengatur pembagian kewenangan administratif, tetapi juga menegaskan pengakuan negara terhadap hak rakyat daerah untuk menentukan pemimpinnya sendiri.

Karena itu, mengembalikan pemilihan kepala daerah ke tangan DPRD adalah langkah mundur—baik secara historis maupun konstitusional. Model tersebut menyeret demokrasi lokal kembali ke pola lama yang sarat kepentingan elite, menjauh dari aspirasi publik, dan mengerdilkan makna partisipasi rakyat.

Lebih jauh, wacana ini menunjukkan kegagalan partai politik melakukan pembenahan internal. Alasan klasik yang kerap dikemukakan—tingginya biaya politik dalam pilkada langsung—sesungguhnya lahir dari praktik partai itu sendiri: mahalnya mahar politik, lemahnya kaderisasi, serta pragmatisme dalam mengusung calon. Alih-alih membenahi sistem, solusi yang ditawarkan justru memangkas hak rakyat.

Pengalaman sebelum Reformasi seharusnya menjadi pelajaran penting. Pemilihan kepala daerah melalui DPRD kala itu kerap diwarnai transaksi politik, dominasi kekuatan finansial, dan praktik kompromi tertutup. Jika skema tersebut dihidupkan kembali, potensi terjadinya gratifikasi dan politik uang justru semakin besar. Aparat penegak hukum tentu akan meningkatkan pengawasan, namun risiko kriminalisasi politik dan instabilitas tetap terbuka lebar—baik bagi calon kepala daerah, anggota DPRD, maupun partai politik itu sendiri.

Dalam konteks tertentu, memang dapat diperdebatkan bahwa pemilihan gubernur melalui DPRD atau penunjukan pemerintah pusat memiliki dasar argumentasi tersendiri. Pemerintahan provinsi, secara struktural, merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah sering kali terhambat oleh perbedaan afiliasi politik antara gubernur dan bupati atau wali kota, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan publik.

Namun, pengecualian tersebut tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh kepala daerah. Kabupaten dan kota adalah ruang demokrasi paling dekat dengan rakyat. Di sanalah otonomi daerah menemukan maknanya yang paling substantif.

Pada akhirnya, jika pemilihan kepala daerah secara langsung dihapus dan digantikan oleh mekanisme DPRD, maka yang terjadi bukan sekadar perubahan prosedur, melainkan pengingkaran terhadap semangat reformasi. Partai politik akan tercatat gagal menjalankan fungsi demokratisnya, otonomi daerah tereduksi, dan kepercayaan publik terhadap sistem politik kian tergerus.

Demokrasi tidak boleh dikorbankan atas nama efisiensi politik. Jika ada yang harus dibenahi, maka itu adalah perilaku dan tata kelola partai politik—bukan hak rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri.
Allahu a’lam. (\•/)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ringkus Pemuda Pembawa 1 Kilogram Ganja, Polres Purwakarta Komitmen Berantas Narkoba

    Ringkus Pemuda Pembawa 1 Kilogram Ganja, Polres Purwakarta Komitmen Berantas Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Purwakarta | Polres Purwakarta dalam hal ini Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) berhasil meringkus seorang pemuda berinisial ZA alias Eck (38) warga Desa Situdam, Kecamatan Jatusar,i Kabupaten Karawang, Jabar, pada Selasa, 18 Juli 2024. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan beberapa paket plastik diduga berisi narkotika jenis ganja dengan berat bruto 1.01 kilogram. Kapolres Purwakarta, […]

  • SMP Islam Al-Ikhlas, Sekolah Berkarakter

    SMP Islam Al-Ikhlas, Sekolah Berkarakter

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM BEKASI | Pada dasarnya tujuan utama Pendidikan Karaker, adalah untuk membangun Bangsa yang Tangguh, Berakhlak Mulia, bermoral, ber etika, bertoleransi dan bergotong royong. Pentingnya Pendidikan Karakter diterapkan di Sekolah, adalah untuk mengembangkan potensi dasar didalam diri para siswa, sehingga dapat menjadi individu yang jujur, berfikiran positif, bertanggung jawab dan berprilaku baik. Dengan memiliki Karakter […]

  • Kinerja Pansel PDAM Tirta Pakuan Disorot, Aktivis Duga Ada Konflik Kepentingan

    Kinerja Pansel PDAM Tirta Pakuan Disorot, Aktivis Duga Ada Konflik Kepentingan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Erwin Lubis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Ketua KPP, Benni Sitepu, menyebut penunjukan Dewan Pengawas sebagai Ketua Pansel mencederai prinsip independensi dan tata kelola BUMD. BOGOR | HITV –  Kinerja Panitia Seleksi (Pansel) Direksi PDAM Tirta Pakuan menjadi sorotan publik. Komunitas Pemuda Peduli Bogor Raya (KPP) menilai pembentukan pansel berpotensi mengandung konflik kepentingan karena melibatkan Dewan Pengawas sebagai Ketua Panitia Seleksi. Ketua […]

  • Verbrannte Erde 2025 𝚆𝚊𝚝𝚌𝚑 Online Magnet

    Verbrannte Erde 2025 𝚆𝚊𝚝𝚌𝚑 Online Magnet

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    ➡ MAGNET LINK Verbrannte Erde: Regie von Thomas Arslan. Mit Misel Maticevic, Marie Leuenberger, Alexander Fehling, Tim Seyfi. Zwölf Jahre nach seiner Flucht kehrte der Karriere -Verbrecher nach Berlin zurück. Eine Bewertung ist in der Stadt gestohlen. Aber die akribisch geplanten als außer Kontrolle geraten. Burnn Earth 2025 Comedy -Film Torrent Burnn Earth 2025 Exklusive […]

  • Kapolres Belitung Pimpin Apel Pagi dan Berikan Penghargaan kepada Personel Berprestasi

    Kapolres Belitung Pimpin Apel Pagi dan Berikan Penghargaan kepada Personel Berprestasi

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Penulis: Budiman Sihombing  Kapolres Belitung Kapolres Belitung AKBP Sarwo Edi Wibowo, SIK memimpin langsung kegiatan Apel Pagi sekaligus lakukan pemberian penghargaan kepada personel berprestasi, yang digelar di halaman Mapolres Belitung, Senin (6/10/2025).  HITVBERITA.COM | Belitung – Kegiatan ini diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU), Perwira, Bintara, serta ASN Polres Belitung. Apel dimulai dengan penghormatan kepada […]

expand_less