Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Prof Ali Zum Mashar, Ilmuwan Bersahaja di Balik Terobosan Pangan Nasional

Prof Ali Zum Mashar, Ilmuwan Bersahaja di Balik Terobosan Pangan Nasional

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 285
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Penulis: AYS Prayogie

Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar bukan tipe ilmuwan yang gemar menonjolkan diri. Selama lebih dari dua dekade, ia memilih bekerja sunyi di laboratorium dan lahan-lahan marginal, meneliti tanah, mikroba, serta daya hidup tanaman.

JAKARTA | HITV — Namun, dari kerja senyap itulah lahir temuan yang kini mengantarkannya duduk dalam rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan para menteri terkait, membahas masa depan swasembada pangan Indonesia.

Ali Zum Mashar adalah salah satu ilmuwan bioteknologi pertanian yang konsisten menjembatani sains dengan kebutuhan nyata petani.

Salah satu temuan pentingnya adalah mikroba yang kemudian dikenal sebagai Mikroba Google (MIGO)—sebuah inovasi yang telah ia kembangkan sejak sekitar 25 tahun lalu.

Melalui mikroba ini, tanah-tanah yang selama ini dianggap bermasalah, seperti gambut, tanah asam, dan Tanah beracun Pirit dapat diregenerasi menjadi lahan subur dan produktif.

“Tanah itu rumah makhluk hidup. Jika dipulihkan ekosistemnya, ia akan memberi hasil,” begitu prinsip yang kerap ia sampaikan dalam berbagai forum.

Mikroba yang Menghidupkan Tanah

Dari pengembangan MIGO, Prof. Ali melahirkan sejumlah produk pupuk organik berbasis mikroba, antara lain PHOSMIT BioP2000Z dan Ferris Soil. Produk-produk ini bekerja bukan sekadar memberi unsur hara, melainkan membangun kembali sistem biologis tanah.

Berbeda dari pupuk kimia konvensional, pupuk berbasis Mikroba Google bersifat regenerative fertilizer—mikroba berfungsi sebagai “pabrik pupuk alami” dan penangkap emisi karbon langsung ke dalam tanah yang terus memproduksi nutrisi tanpa katalis kimia maupun bahan bakar fosil. Selain sepenuhnya organik, pupuk ini juga mengandung komposisi biologis lengkap, mulai dari asam humat, protein, enzim, hingga hormon alami yang mudah diserap tanaman.

Hasilnya terlihat nyata di lapangan. Pada tanaman alpukat, misalnya, ukuran buah menjadi lebih bernas, seragam dan sesuai kebutuhan pasar. Pada tanaman pangan, produktivitas bahkan dilaporkan meningkat dua hingga tiga kali lipat. Tanah berbatu, berpasir, berpirit, hingga bekas tambang pun dapat diolah tanpa masa tunggu panjang.

Keunggulan lain yang kerap disorot adalah efisiensi biaya. Dengan harga jauh lebih murah dibanding pupuk kimia, teknologi ini membuka peluang besar bagi petani kecil untuk meningkatkan hasil tanpa menambah beban produksi.

Dari Laboratorium ke Istana Negara

Kontribusi Prof. Ali tidak berhenti pada perbaikan tanah. Dalam konteks ketahanan pangan nasional, perannya kian strategis ketika ia diundang Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas membahas percepatan swasembada kedelai dan pangan strategis lainnya.

Dalam forum tersebut, Prof. Ali memaparkan hasil riset varietas padi TRISAKTI dan kedelai MIGO Garuda Merah Putih yang dikembangkan bersama teknologi mikroba.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah peluncuran enam varietas baru bertajuk “Kedelai Garuda Merah Putih”, yang dirancang adaptif terhadap berbagai kondisi iklim dan tanah di Indonesia.

Produktivitas kedelai dari varietas ini mencapai lebih dari 4 ton per hektare, bahkan dalam Uji coba hamparan luas 30 ha hasilnya 5,3 ton/ha dan telah dicatat resmi oleh BPS (Badan Pusat Statistik) jauh di atas rata-rata nasional yang selama ini berada di bawah 1,6 ton per hektare. Seluruh varietas tersebut merupakan non-GMO, sehingga aman untuk konsumsi manusia dan sesuai dengan kebutuhan industri pangan seperti tahu, tempe, dan susu kedelai.

Pemerintah menargetkan swasembada kedelai dapat dicapai dalam waktu relatif singkat, dari ketergantungan impor menuju dominasi produksi dalam negeri. Bagi Prof. Ali, target itu realistis jika riset, kebijakan, dan pendampingan petani berjalan seiring.

Ilmu untuk Kehidupan

Selain kedelai, teknologi Mikroba Google juga telah diaplikasikan pada sawit, buah-buahan, dan tanaman pangan lain dengan hasil menjanjikan. Bahkan di tengah musim kemarau, metode penyemprotan berbasis drone memungkinkan efisiensi air tanpa mengorbankan produktivitas.

Bagi Prof. Ali Zum Mashar, capaian ilmiah bukanlah tujuan akhir. “Ilmu harus menyejahterakan,” ujarnya suatu kali. Kesahajaan sikapnya sejalan dengan besarnya dampak temuannya—dari lahan marginal hingga meja perencanaan nasional.

Di tengah upaya Indonesia meneguhkan diri sebagai lumbung pangan dunia, sosok seperti Prof. Ali menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan semata soal anggaran dan kebijakan, melainkan juga tentang ketekunan ilmuwan yang bekerja untuk masa depan bangsa. (\•/)

Sumber: Humas MIO Indonesia

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disdukcapil Barru Gelar Pelayanan Ekstra

    Disdukcapil Barru Gelar Pelayanan Ekstra

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Dukcapil, Muhammad Syukri, saat memberikan keterangan atas pelayanan ekstra bagi PPPK, Jum’at (12/9/2025). (Foto: Humas Barru) Penulis: Syamsu Marlin Untuk kelancaran proses administrasi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barru menunjukkan komitmennya membuka layanan administrasi di hari libur pada Sabtu (13/9/2025). “Kami hadir […]

  • Program Revitalisasi di SMAN 1 Maniis Berjalan Sesuai Regulasi

    Program Revitalisasi di SMAN 1 Maniis Berjalan Sesuai Regulasi

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Pemerintah tidak pernah surut meningkatkan motivasi belajar para peserta didik dan guru untuk mempercepat pembangunan di sektor pendidikan dengan program revitalisasi agar sekolah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP).  HITVBERITA.COM | Purwakarta – Seperti di SMAN 1 Maniis, yang telah menerima anggaran sebesar Rp.1,1 miliar lebih, digunakan […]

  • Mafia Migas Karimun (Bag.1): ~ “Laut yang Tak Pernah Tidur”

    Mafia Migas Karimun (Bag.1): ~ “Laut yang Tak Pernah Tidur”

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Oleh: Tim Investigasi Gelapnya bisnis migas ilegal yang menjalar di perairan Karimun, di bawah tatapan hukum yang seolah berpaling. ‎HITVBERITA.COM | Karimun – Gelombang penyelundupan migas di perairan Tanjung Balai Karimun kian menggila. Wilayah yang seharusnya dijaga ketat oleh aparat justru berubah menjadi ladang empuk bisnis ilegal yang menggurita. Dan, nama AY dan JO pun […]

  • Dapur MBG KEMA Indonesia Hadirkan Menu Bergizi Gratis Selama Lima Hari

    Dapur MBG KEMA Indonesia Hadirkan Menu Bergizi Gratis Selama Lima Hari

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    ‎ Aroma sedap mengepul dari dapur MBG KEMA Indonesia di Jalan Kemayoran Ketapang No 3, Jakarta Pusat. Dari pagi hingga larut malam, 74 karyawan bekerja dalam tiga sif, memastikan ribuan porsi makanan bergizi siap dikirim ke sekolah-sekolah setiap harinya dengan menu berbeda. Oleh: Tata Rusmanto  HITVBERITA.COM | JAKARTA  —  Di tengah berbagai polemik yang belakangan […]

  • Jejak Tambak di Tanah Wisata, Investigasi Hitvberita.com Mengungkap Polemik Alih Fungsi Lahan di Sergang!

    Jejak Tambak di Tanah Wisata, Investigasi Hitvberita.com Mengungkap Polemik Alih Fungsi Lahan di Sergang!

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Oleh: Ruslan LGA & Kalaus Naibaho Editor: AYS Prayogie LANGIT kelabu menggantung rendah di atas Pantai Sergang, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep. Angin laut yang biasanya membawa aroma asin kini bercampur bau lumpur basah. Di antara desir ombak yang memecah karang, suara mesin ekskavator pernah mengaum—mengganti harmoni alam dengan dentuman besi dan riuh aktivitas proyek. […]

  • Jadi Pembina Upacara Di SMAN 2 Pangkalpinang, Kapolda Babel : Ini Strategi Kita Jangan Sampai Geng Motor Masuk Sekolah

    Jadi Pembina Upacara Di SMAN 2 Pangkalpinang, Kapolda Babel : Ini Strategi Kita Jangan Sampai Geng Motor Masuk Sekolah

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle
    • visibility 34
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo menjadi pembina upacara bendera di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kota Pangkalpinang, Senin (20/1/25) pagi. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah dan strategi Polda Babel dalam memberantas geng motor yang ada di Provinsi Bangka Belitung. “Ini adalah strategi dan langkah kita bagaimana menghilangkan […]

expand_less