Selasa, 1 Sep 2026
light_mode

Proyek Perpustakaan Kotabumi Disorot, Muncul Anggaran Konsultasi Rp300 Juta

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • print Cetak

Ada satu pertanyaan yang kini layak diajukan di tengah sorotan terhadap pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, yang menelan anggaran sekitar Rp2,4 miliar.

KOTABUMI, HITV— Ketika proyek tersebut disebut tengah menjadi perhatian aparat penegak hukum (APH), pemerintah daerah justru mencantumkan paket pengadaan baru berupa jasa konsultasi perencanaan Gedung Perpustakaan Daerah senilai Rp300 juta.

Paket tersebut tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP dengan Kode RUP 65172844. Instansi yang tercantum sebagai pelaksana adalah Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Penataan Ruang (Disperkim-Ciptaru) Kabupaten Lampung Utara.

Dalam informasi pengadaan tersebut, jadwal kontrak tercatat pada Juni hingga Agustus 2026. Sementara pemanfaatan hasil perencanaan dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga Desember 2026.

Di sinilah persoalan menjadi menarik.

Sebab, bangunan perpustakaan yang menjadi objek perencanaan tersebut secara fisik disebut telah berdiri sejak awal 2025. Pada saat yang sama, proyek pembangunannya senilai sekitar Rp2,4 miliar tengah berada dalam sorotan dan disebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi.

Mengapa perencanaan baru diperlukan untuk gedung yang telah berdiri?

PERTANYAAN itu belum otomatis berarti telah terjadi penyimpangan. Pemerintah daerah bisa saja memiliki alasan teknis dan administratif yang sah. Misalnya, untuk kebutuhan pengembangan, rehabilitasi, penyesuaian fungsi bangunan, atau tahapan pekerjaan lanjutan.

Namun justru karena itulah alasan tersebut perlu dibuka kepada publik.

Anggaran Baru di Tengah Perkara Lama

DALAM perspektif pengawasan anggaran, waktu kemunculan sebuah kegiatan dapat menjadi bagian penting untuk ditelusuri.

Jika sebuah proyek telah selesai secara fisik, tetapi kemudian muncul anggaran konsultasi perencanaan baru senilai ratusan juta rupiah, publik berhak mengetahui objek apa yang direncanakan, kondisi apa yang menjadi dasar perencanaan, serta pekerjaan apa yang akan lahir dari konsultasi tersebut.

Lebih penting lagi, apakah perencanaan baru itu berdiri sendiri atau mempunyai hubungan dengan persoalan pada proyek pembangunan sebelumnya?

Jawabannya seharusnya dapat ditemukan dalam dokumen.

Mulai dari kerangka acuan kerja, spesifikasi teknis, kontrak konsultansi, output pekerjaan, gambar perencanaan, kajian teknis, hingga rencana tindak lanjut setelah konsultasi selesai.

Dokumen-dokumen tersebut bukan sekadar administrasi. Dalam kasus yang sedang menjadi perhatian penegak hukum, dokumen itu dapat menjadi petunjuk untuk melihat apakah terdapat hubungan antara proyek lama dengan pengadaan baru.

Jangan Sampai Dokumen Datang Belakangan

Ada persoalan lain yang tidak kalah penting.

Apabila pemeriksaan terhadap proyek perpustakaan memang sedang berlangsung, setiap dokumen baru yang berkaitan dengan bangunan tersebut semestinya ditempatkan dalam konteks pemeriksaan yang utuh.

Jangan sampai muncul situasi ketika bangunan yang sedang dipersoalkan kemudian mengalami perubahan desain, spesifikasi, konstruksi, atau justifikasi teknis, sementara dokumen kondisi awal bangunan tidak lagi mudah ditelusuri.

Bukan berarti perubahan tersebut ilegal.

Tetapi setiap perubahan pada objek yang sedang diperiksa harus dapat dijelaskan dasar, waktu, kewenangan, dan tujuannya.

Di sinilah APH perlu bekerja lebih jauh daripada sekadar menghitung nilai proyek.

Rp300 Juta Bukan Angka Kecil

Nilai Rp300 juta mungkin terlihat kecil dibandingkan nilai proyek pembangunan yang mencapai sekitar Rp2,4 miliar.

Namun jika benar-benar merupakan uang negara, setiap rupiah tetap harus dapat dipertanggungjawabkan.

Pertanyaan berikutnya pun menjadi penting:

Siapa yang menyusun perencanaan?

Apa ruang lingkup pekerjaannya?

Mengapa pekerjaan tersebut baru dilakukan pada 2026?

Apa kondisi bangunan yang melatarbelakanginya?

Apakah terdapat pekerjaan fisik lanjutan setelah konsultasi selesai?

Dan yang paling penting:

Apakah hasil konsultasi Rp300 juta tersebut mempunyai keterkaitan dengan persoalan teknis atau administrasi pembangunan gedung senilai Rp2,4 miliar sebelumnya?

Pertanyaan terakhir harus dijawab berdasarkan dokumen dan pemeriksaan teknis, bukan spekulasi.

APH Perlu Melihat Dua Proyek sebagai Satu Rangkaian

Jika proses hukum terhadap pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kotabumi benar sedang berjalan, pemeriksaan idealnya tidak hanya berhenti pada dokumen proyek awal.

Pengadaan konsultasi perencanaan yang muncul kemudian juga layak ditelusuri sepanjang memiliki keterkaitan dengan objek yang sama.

APH dapat membandingkan dokumen perencanaan awal dengan perencanaan baru.

Apakah terdapat perubahan spesifikasi?

Apakah terdapat perubahan volume?
Apakah ada rekomendasi mengenai struktur bangunan?

Apakah terdapat temuan kerusakan atau kekurangan pekerjaan?

Apakah perencanaan baru menjadi dasar munculnya pekerjaan tambahan?

Atau sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali?

Dari sana akan terlihat apakah paket konsultasi tersebut merupakan kebutuhan pembangunan yang normal atau memiliki hubungan dengan persoalan proyek sebelumnya.

Itulah wilayah yang harus dijawab melalui audit dan pemeriksaan, bukan melalui opini.

Jangan Biarkan Administrasi Mengalahkan Substansi

Kasus seperti ini mengingatkan bahwa persoalan dugaan korupsi proyek pemerintah tidak selalu berhenti pada saat pekerjaan fisik selesai.

Jejak administrasi dapat terus bergerak: perencanaan, perubahan pekerjaan, konsultasi, pembayaran, pemanfaatan aset, hingga pengadaan lanjutan.

Karena itu, pengawasan tidak cukup hanya melihat satu kontrak.

Yang harus dilihat adalah rantai keputusan dan aliran uangnya.

Jika ditemukan bahwa konsultasi Rp300 juta memang diperlukan dan seluruh prosesnya sesuai ketentuan, pemerintah daerah tentu berhak menjelaskan dan mempertahankan kebijakan tersebut.

Namun apabila ditemukan hubungan dengan persoalan pembangunan sebelumnya, termasuk kemungkinan adanya upaya memperbaiki dokumen, mengubah justifikasi teknis, atau mengaburkan kondisi awal bangunan, hal tersebut tentu menjadi persoalan berbeda dan harus ditindaklanjuti sesuai hukum.

Hak Jawab Tetap Terbuka

Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan bahwa telah terjadi tindak pidana dalam pengadaan konsultasi perencanaan senilai Rp300 juta.

Dugaan korupsi terhadap proyek pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kotabumi juga tetap harus dibuktikan melalui proses hukum yang sah.

Namun, ketika terdapat pengadaan baru pada objek bangunan yang sama, di tengah sorotan terhadap proyek sebelumnya, transparansi pemerintah menjadi kebutuhan, bukan pilihan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, khususnya Disperkim-Ciptaru, perlu menjelaskan kepada publik dasar pengadaan tersebut secara terbuka.

Begitu pula APH yang menangani perkara terkait proyek perpustakaan perlu memastikan apakah paket konsultasi tersebut memiliki hubungan dengan perkara yang sedang ditelusuri atau merupakan kegiatan yang sepenuhnya terpisah.

Publik tidak sedang meminta pemerintah untuk membuktikan dirinya bersalah.

Publik hanya meminta pemerintah membuka dokumen dan menjelaskan alasan penggunaan uang negara.

Sebab, dalam perkara yang menyangkut miliaran rupiah uang publik, yang paling berbahaya bukanlah pertanyaan kritis media.

Yang lebih berbahaya adalah ketika pertanyaan publik berhenti karena tidak ada yang bersedia memberikan jawaban.

Dan kini, satu angka patut diperiksa lebih jauh: Rp300 juta.

Bukan karena besarannya semata, tetapi karena anggaran itu muncul pada objek yang sama ketika proyek sebelumnya sedang berada dalam sorotan.

Di situlah APH perlu memastikan: ini sekadar perencanaan baru, atau bagian dari cerita lama yang belum selesai?

Editor: AYS
Sumber: HITV Kotabumi

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Segera Tinjau Dampak Gempa di Garut

    Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Segera Tinjau Dampak Gempa di Garut

    • 0Komentar

    HITVBerita.Com | Kota Bandung – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin direncanakan akan meninjau langsung lokasi gempa bumi di Kabupaten Garut. Hal itu dilakukan agar Bey dapat memastikan penanganan pasca gempa di Kabupaten Garut pada Rabu 18 September 2024 dampaknya seperti apa. “Akan meninjau langsung lokasi. Agar tau penanganan bencananya seperti apa yang di Garut,” […]

  • GAMMA Perkuat Daya Saing Industri Logam Indonesia di Kancah Dunia

    GAMMA Perkuat Daya Saing Industri Logam Indonesia di Kancah Dunia

    • 0Komentar

    ‎Indonesia kembali menegaskan posisinya dalam peta industri logam dunia melalui partisipasi aktif Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA) pada Pameran International Metal Technology (IMT) Taiwan) ke-10, yang digelar di Taichung International Exhibition Center, 14–16 Oktober 2025. HITVBERITA.COM | Taiwan — Ajang tahunan berskala internasional itu menjadi satu-satunya pameran di Taiwan yang menyoroti rantai […]

  • Niko Nikson Gelar Kejuaraan Catur Sehari Penuh di Batam

    Niko Nikson Gelar Kejuaraan Catur Sehari Penuh di Batam

    • 0Komentar

    Penulis: Zulkifli Ritonga HITVBERITA.COM | Batam – Kejuaraan Turnamen Catur se-Provinsi Kepulauan Riau yang digelar oleh Niko Nikson, berlangsung di Empang Cafe Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Percasi Batam, Hendrik Manggar, dan dihadiri oleh seluruh peserta dari berbagai kabupaten/kota di Kepulauan Riau. Dalam sambutannya, Hendrik Manggar menyampaikan selamat […]

  • Warga dan Aparatur Kecamatan Singkep Barat Gotong Royong Tambal Jalan Berlubang

    Warga dan Aparatur Kecamatan Singkep Barat Gotong Royong Tambal Jalan Berlubang

    • 0Komentar

    Penambalan dilakukan secara swadaya di sejumlah titik yang rusak untuk mengurangi risiko kecelakaan sambil menunggu perbaikan permanen dari pemerintah. LINGGA | HITV – Warga Kelurahan Raya bersama aparatur Kecamatan Singkep Barat bergotong royong menambal sejumlah ruas jalan berlubang di wilayah Kelurahan Raya, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Selasa (29/7/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan […]

  • Repdem Bersama PAC dan Ranting PDIP, Deklarasi Dukung Budi Hermawan sebagai Bupati Purwakarta 2024-2029

    Repdem Bersama PAC dan Ranting PDIP, Deklarasi Dukung Budi Hermawan sebagai Bupati Purwakarta 2024-2029

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM PURWAKARTA | Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Ranting PDI-P Purwakarta, sepakat mendukung Presiden RBH, Budi Hermawan untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purwakarta, pada November 2024 untuk menjadi Bupati Purwakarta, periode 2024-2029. Hal tersebut disampaikan Iyus Wahyudi, selaku Ketua PAC PDIP Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Purwakarta, di Gelanggang Olah […]

  • Kajari Purwakarta Bantah Terafiliasi Program MBG: Informasi yang Beredar Tidak Benar

    Kajari Purwakarta Bantah Terafiliasi Program MBG: Informasi yang Beredar Tidak Benar

    • 0Komentar

    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Apsari Dewi, membantah tegas informasi yang beredar di ruang digital terkait dugaan keterlibatannya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). PURWAKARTA, HITV — Apsari Dewi memastikan kabar yang telah mencantumkan namanya sebagai pihak yang memiliki atau terafiliasi dengan dapur MBG tidak sesuai dengan fakta. Klarifikasi tersebut disampaikan Apsari menyusul beredarnya daftar […]

expand_less