Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-89 Tuan Guru Sapat di Indragiri Hilir
- account_circle Baharuddin Ibrahim
- calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
- visibility 66
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tuan Guru Sapat, ulama besar dan Mufti Kerajaan Indragiri, dikenal sebagai pendidik dan penulis karya keislaman, dengan makamnya kini menjadi tujuan wisata religi.
INDRAGIRI HILIR | HITV – Ribuan masyarakat dari berbagai daerah menghadiri Haul ke-89 Tuan Guru Abdurrahman Siddiq atau yang dikenal sebagai Tuan Guru Sapat, yang digelar di Masjid Jami Al Hidayah, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Rabu (28/1/2026) kemarin.
Kegiatan haul yang bertepatan dengan 9 Sya’ban 1447 Hijriah ini berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Jamaah memadati area masjid dan makam sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian doa, tahlil, dan zikir sebagai bentuk penghormatan kepada ulama besar penyebar Islam di wilayah Indragiri dan sekitarnya.
Tuan Guru Sapat memiliki nama lengkap Syekh Abdurrahman Siddiq. Beliau merupakan ulama besar sekaligus Mufti Kerajaan Indragiri pada periode 1910–1935, yang berpusat di Sapat, Indragiri Hilir. Hingga kini, makam beliau yang terletak di Parit Hidayat, Desa Teluk Dalam, menjadi salah satu destinasi wisata religi dan tidak pernah sepi dari peziarah.
Syekh Abdurrahman Siddiq lahir di Kampung Dalam Pagar, Martapura, Kalimantan Selatan, pada tahun 1867 M (1284 H). Ia merupakan putra dari Muhammad Afif bin Khadi H. Mahmud dan Shafura, serta keturunan ulama besar Kalimantan, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Pada tahun 1887 M, Syekh Abdurrahman Siddiq menuntut ilmu ke Mekkah dan memperdalam keilmuan Islam kepada para ulama ternama di Hijaz. Selain di Masjidil Haram, ia juga aktif mengikuti halaqah ilmu di Masjid Nabawi, Madinah, selama kurang lebih tujuh tahun. Bahkan, beliau sempat menjadi pengajar di Masjidil Haram selama dua tahun sebelum kembali ke tanah air.
Selain dikenal sebagai ulama dan pendidik, Syekh Abdurrahman Siddiq juga merupakan pujangga dan sastrawan Islam. Sejumlah karya tulisnya dalam bidang sastra dan keagamaan telah diterbitkan, di antaranya Syair Ibarat Khabar Kiamat, Fathu al-‘Alim fi Tartib al-Ta’lim, Asrar al-Shalat, hingga Sejarah Perkembangan Islam di Kerajaan Banjar.
Karya-karyanya banyak dicetak di Singapura pada awal abad ke-20 dan menjadi rujukan keilmuan hingga kini.
Salah satu peninggalan bersejarah Syekh Abdurrahman Siddiq yang masih berdiri hingga saat ini adalah Masjid Jami Al Hidayah, yang dibangunnya sendiri pada tahun 1927. Masjid berarsitektur khas tersebut berjarak sekitar 200 meter dari makam beliau dan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat.
Peringatan haul ke-89 ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa dan keteladanan Tuan Guru Sapat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman serta mempererat silaturahmi umat Islam dari berbagai daerah. (tr)
- Penulis: Baharuddin Ibrahim
