Selebrasi Juara Persib: Ketika Dukungan Mengalir dari Kantong Pribadi Gubernur
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 26 Mei 2025
- visibility 48
- comment 0 komentar
- print Cetak

Reporter : Raffa C. Manalu
Editor: AYS Prayogie
Suasana halaman Gedung Sate, Minggu sore, berubah menjadi lautan biru. Ribuan bobotoh memadati area ikonik di jantung Kota Bandung itu, merayakan keberhasilan Persib Bandung menjuarai Liga 1 musim 2024–2025. Sorak-sorai, lagu kebanggaan, dan wajah-wajah penuh suka cita mewarnai pesta juara yang tak sekadar selebrasi, tetapi juga bukti betapa eratnya ikatan antara klub, pendukung, dan pemerintah daerah.
HITVBERITA.COM | Bandung — Di tengah euforia itu, satu momen mencuri perhatian. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang turut hadir menyampaikan apresiasi secara tak biasa: sebuah bonus senilai Rp 1 miliar, langsung dari kantong pribadinya.
“Pemberian bonus tidak boleh menggunakan dana pemerintah atau APBD. Oleh sebab itu, saya putuskan dari saya pribadi, Rp 1 miliar buat Persib,” ucap Dedi, disambut riuh tepuk tangan dan yel-yel dari para bobotoh yang memadati lokasi.
Langkah Dedi tak berhenti di situ. Ia pun meminta Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, untuk mengoordinasikan dukungan serupa dari para pejabat Pemprov. Satu syarat ditegaskan: tidak boleh satu rupiah pun berasal dari anggaran daerah. Semua harus murni dari rasa cinta dan kebanggaan pribadi.
“Target tambahan bonus Rp 1 miliar lagi. Jadi totalnya, Rp 2 miliar untuk Persib. Ini bentuk dukungan nyata, bukan sekadar ucapan,” kata Dedi dengan nada tegas, namun penuh semangat.
Dukungan itu disambut hangat oleh manajer Persib, Umuh Muchtar. Sosok yang dikenal setia mendampingi Maung Bandung itu menyampaikan rasa terima kasihnya, bukan hanya kepada gubernur, tetapi kepada semua elemen yang terus berdiri di belakang tim kebanggaan warga Jawa Barat ini.
“Alhamdulillah, ini hari penuh kebahagiaan. Terima kasih untuk Pak Gubernur dan semua bobotoh yang hadir. Persib tak akan besar tanpa kalian,” ujarnya haru.
Keberhasilan Persib musim ini memang menjadi penawar rindu panjang akan kejayaan. Tak hanya soal trofi, tapi juga tentang bagaimana sebuah klub bisa menyatukan identitas, harapan, dan rasa memiliki dari berbagai lapisan masyarakat.
Umuh pun menutup dengan harapan yang sederhana, tapi sarat makna: “Insya Allah, kita bisa juara lagi musim depan. Yang penting tetap kompak, tertib, dan terus dukung Persib.”
Di bawah langit Bandung yang mulai temaram, lagu-lagu kebanggaan terus dikumandangkan. Bonus bisa saja bernilai miliaran, tapi bagi para bobotoh, kebanggaan menjadi bagian dari kisah juara ini—tak ternilai harganya. (**)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar