Sinergitas Grib Jaya dan Banser NU, Harmoni di Tengah Keberagaman
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak


Sinergitas Ormas Grib Jaya Dan Banser NU Dalam Pengawalan Rutinan Muslimat NU. (Foto/Dok/Affandi)
Oleh: Muhammad Affandi, A.Md.Par
Dalam perjalanan kehidupan sosial masyarakat, keberagaman sering kali menjadi tantangan, namun sekaligus juga anugerah. Di tengah dinamika itu, semangat kebersamaan antar ormas menjadi hal yang sangat penting untuk terus dirawat.
Beberapa waktu lalu, saya bersama jajaran DPC Grib Jaya Kabupaten Kebumen turut serta dalam kegiatan Pengajian Rutin Muslimat NU se-Kecamatan Sruweng, yang digelar di Desa Condongcampur, Minggu (27/10/2024). Kegiatan keagamaan yang sederhana namun penuh makna itu menjadi ruang indah bagi kami untuk membangun sinergi dan memperkuat tali persaudaraan lintas organisasi masyarakat.
Sebagai Ketua DPC Grib Jaya Kabupaten Kebumen, saya merasa bangga dan terhormat ketika Grib Jaya dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengamanan bersama Banser NU.
Sekitar 20 personel Baret Merah kami turunkan, berasal dari PAC Grib Jaya Kecamatan Pejagoan, Sruweng, dan jajaran DPC.
Dalam suasana penuh semangat dan kekompakan, kami menjalankan peran bukan hanya sebagai pengawal keamanan, tetapi juga penjaga harmoni sosial.
Saya percaya bahwa keberadaan Ormas Grib Jaya tidak boleh hanya dipahami sebagai organisasi semata, melainkan wadah kebersamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kebermanfaatan itulah yang menjadi ruh utama gerakan kami — bahwa setiap langkah dan kiprah harus memberi nilai positif, baik dalam bidang sosial, kemasyarakatan, maupun keagamaan.
Keterlibatan kami bersama Banser NU dalam kegiatan ini adalah wujud nyata dari semangat sinergi lintas ormas.
Kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi bukan hanya mungkin, tetapi juga niscaya, dimana Grib Jaya sebagai organisasi nasional tidak membeda-bedakan suku, agama, ataupun ras.
Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa pun yang memiliki semangat pengabdian terhadap masyarakat dan bangsa, termasuk Kokam dari Muhammadiyah, dan elemen keagamaan lainnya.
Dalam pandangan saya, Muslimat NU memiliki peran yang luar biasa dalam membangun ketahanan moral dan spiritual masyarakat.
Mereka menjadi garda depan dalam syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin, dengan semangat keibuan dan keikhlasan yang kuat.
Saya melihat sendiri bagaimana para ibu Muslimat NU di Kecamatan Sruweng dengan penuh semangat hadir, berpartisipasi, dan membawa energi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Saya yakin, peran Muslimat NU tidak hanya penting dalam konteks keagamaan, tetapi juga sosial dan kemanusiaan. Kiprah mereka patut menjadi teladan bagi generasi muda, termasuk bagi kami di Grib Jaya.
Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar bahwa harmoni sosial hanya dapat terwujud bila ada ruang saling memahami dan menghargai. Sinergitas antara Grib Jaya, Banser NU, dan elemen masyarakat lainnya menjadi simbol nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan.
Atas nama DPC Grib Jaya Kabupaten Kebumen, saya menyampaikan terima kasih kepada panitia pengajian dan kepada Ibu Wanginah, Kepala Desa Condongcampur, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk turut berpartisipasi.
Semoga sinergi ini terus terjaga, menjadi jembatan silaturahmi, dan menebarkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Kebumen. (/*/*/)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar