Siswa SMA di Sergai Meninggal, Keluarga Desak Polisi Usut Dugaan Kekerasan
- account_circle Budiman Manik
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026
- print Cetak

Teman teman korban tengah melayat ke rumah duka di Dusun IV Desa Gempolan. Rencananya, korban akan dimakamkan pada Selasa 14 April 2026. (dok/foto/Manik)
Seorang pelajar sekolah menengah atas berinisial RA (16), warga Dusun IV Desa Gempolan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di dua rumah sakit.
SERGAI, HITV — Kematian korban diduga berkaitan dengan tindak kekerasan dan kini kasusnya tengah ditangani aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun awak media HITV menyebutkan, korban ditemukan dalam kondisi kritis di pinggir jalan wilayah Tebing Tinggi pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Warga yang menemukan korban segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Korban sempat mendapat penanganan awal di RSU Bhayangkara Tebing Tinggi sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Murni Teguh di Pematang Siantar. Namun, meski telah mendapatkan perawatan lanjutan, nyawa korban tidak tertolong.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun IV Desa Gempolan. Rencananya, korban akan dimakamkan pada Selasa (14/4/2026).
Orang tua korban, Marnaek Ambarita, mengatakan pihak keluarga pertama kali mengetahui kejadian tersebut dari teman-teman korban. Mereka kemudian bergegas menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi anaknya.
“Kami dapat kabar dari teman-temannya, lalu langsung ke rumah sakit. Sempat dirujuk ke Pematang Siantar, tapi akhirnya dinyatakan meninggal,” ujar pihak keluarga.
Keluarga telah melaporkan peristiwa ini ke Polres Tebing Tinggi melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada Minggu (12/4/2026) dini hari. Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/B/21/IV/2026/SPKT/Polres Tebing Tinggi/Polda Sumatera Utara.
Sehari berselang, keluarga kembali mendatangi Polres Tebing Tinggi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Saat berada di lokasi, salah satu anggota keluarga, Jahoras Manik, mengaku sempat melihat sejumlah orang yang diduga pelaku telah diamankan polisi.
“Kami melihat beberapa orang dalam kondisi diborgol dan dijaga petugas. Dari keterangan yang kami terima, mereka diduga pelaku yang sudah ditangkap,” kata dia.
Meski demikian, hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah terduga pelaku maupun motif di balik peristiwa tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung.
RA diketahui merupakan siswa kelas X di salah satu SMA swasta di Kecamatan Sei Bamban. Ia merupakan siswa pindahan dari SMA Negeri 1 Sei Bamban. Pihak sekolah menyampaikan duka mendalam atas kepergian korban.
Perwakilan sekolah, Lemar Lumban Raja, menyebut korban dikenal sebagai siswa yang berperilaku baik selama bersekolah.
“Almarhum dikenal sopan dan tidak pernah terlibat masalah di lingkungan sekolah,” ujarnya saat melayat ke rumah duka.
Kematian RA meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara transparan dan menindak tegas pelaku.
“Kami ingin keadilan ditegakkan. Siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab,” ujar keluarga.
Kasus ini turut menjadi perhatian warga setempat, terutama terkait keamanan remaja di ruang publik pada malam hari. Warga berharap pengawasan dapat ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut. Informasi lanjutan akan disampaikan seiring perkembangan penyelidikan. (\•/)
editor: Jhon P Tobing
sumber: HITV Sumut
- Penulis: Budiman Manik







Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.