Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Pelabuhan Nizam Zachman Dilaksanakan Bersama 80 Kapal Ikan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 18 Agt 2025
- visibility 34
- print Cetak

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Pelabuhan Nizam Zachman diikuti oleh 80 kapal ikan secara serentak. Jumlah kapal ikan tersebut disesuaikan dengan usia kemerdekaan bangsa Indonesia ke-80. (Foto/KN/HITV)
Penulis: Kalaus Naibaho
Ada yang baru dalam upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta, Muara Baru, Jakarta Utara, Minggu (17/8/2025).Jika biasanya dilaksanakan hanya bersama instansi terkait seperti perusahaan perikanan, TNI AL, Polair, Bakamla, PSDKP, dan stakeholder lain, kali ini upacara dilaksanakan di atas kapal ikan.
HITVBERITA.COM | Jakarta —Menariknya, acara ini diikuti oleh 80 kapal ikan secara serentak. Jumlah kapal ikan tersebut disesuaikan dengan usia kemerdekaan bangsa Indonesia ke-80.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif menjelaskan, keterlibatan para nelayan dan kapal perikanan dalam perayaan kemerdekaan merupakan simbol kuat sinergitas dan soliditas serta peran sektor perikanan dalam kehidupan bangsa.
“Melalui 80 kapal yang ikut dalam upacara HUT RI ke-80 ini menunjukkan bahwa nelayan dan pelaku usaha perikanan selalu siap menjaga semangat kemerdekaan dan kedaulatan dari laut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan nelayan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Latif membacakan sambutan Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang senantiasa berkomitmen mendukung 6 program prioritas Presiden RI yang sejalan dengan program ekonomi biru.
“Salah satunya adalah penangkapan ikan terukur berbasis kuota sebagai upaya menjaga kesehatan dan keberlanjutan ekologi laut bagi generasi mendatang. Ini menjadi langkah konkrit untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi kelautan dan perikanan yang merata,” imbuhnya.
Upacara peringatan HUT RI bersama 80 kapal perikanan ini selain diikuti para nelayan juga diikuti perusahaan perikanan, TNI AL, Polair, Bakamla, PSDKP, dan stakeholders terkait.
Upacara ini diharapkan menjadi momentum memperkuat rasa persatuan, sekaligus meneguhkan identitas Indonesia sebagai negara bahari yang merdeka dan berdaulat.
“Kami ingin masyarakat merasakan langsung bahwa laut bukan sekadar ruang produksi, tetapi juga ruang ekspresi kebangsaan. Di sinilah semangat merah putih berkibar dengan megah di atas kapal-kapal nelayan kita,” tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di berbagai kesempatan mengatakan program ekonomi biru yang diusungnya akan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah sektor kelautan dan perikanan, meningkatkan lapangan kerja dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pascaproduksi sumber daya alam perikanan.
Agenda ini menjadi wujud nasionalisme masyarakat kelautan dan perikanan dalam merayakan kemerdekaan sekaligus mempertegas peran subsektor perikanan tangkap yang berkontribusi dalam ketahanan pangan dan perekonomian bangsa. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar