Wow Luar Biasa Peneliti Menemukan Ada Mikro-Organisme Didalam Batu Purba Berusia Lebih Dari 2 Miliar Tahun!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
- visibility 44
- print Cetak

Foto Ilustrasi : Saat para peneliti menemukan air tanah berusia 1,2 miliar tahun di dalam sebuah tambang di Afrika Selatan. (Foto/Oliver Warr/University of Toronto/LiveScience)
HiTvBerita.COM | JAKARTA – Sebuah penemuan mengesankan saat tim peneliti dari Graduate School of Science di University of Tokyo, menemukan adanya mikro-organisme di dalam sebuah batu kuno berusia lebih dari 2 miliar tahun.
Penemuan ini pun dinilai sebagai terobosan luar biasa, dan disebut-sebut kedepan bisa mengubah pengetahuan soal evolusi makhluk hidup di Bumi.
HiTvBerita.COM mengutip informasi ini dari sebuah artikel di jurnal Microbial Ecology tentang temuan mikroba yang masih hidup di dalam sebuah batu kuno yang usianya lebih dari 2 miliar tahun.
Dan, siaran pers soal penelitian tersebut menyatakan bahwa itu mikroba hidup yang ditemukan di batu paling tua.
Disebutkan bahwa hingga saat ini lapisan geologi tertua yang di dalamnya ditemukan mikro-organisme hidup, tercatat berusia 100 juta tahun yang terkubur di bawah dasar laut.
Dengan adanya penemuan mikro-organisme berusia lebih dari 2 miliar tahun yang didapat dari batu kuno yang diambil dengan menggunakan metode pengeboran ultra-dalam dari Afrika Selatan itu, telah diklaim sebagai sebuah penemuan yang sangat mengesankan.
Hal tersebut disampaikan oleh Yohey Suzuki, yakni salah satu peneliti dari Graduate School of Science di University of Tokyo.
“Kami tidak tahu apakah batu berusia 2 miliar tahun bisa ditinggali. Sebab, sampai saat ini, lapisan geologi tertua yang di dalamnya ditemukan mikro-organisme hidup berusia 100 juta tahun yang pernah diketemukan dan terkubur di bawah dasar laut. Artinya, ini penemuan yang luar biasa,” kata Yohey Suzuki,
Teori yang diterima luas saat ini menyatakan kehidupan pertama kali muncul di Bumi sekitar 3,5 miliar tahun lalu. Adapun, manusia baru muncul ratusan ribu tahun silam. Penemuan mikroba di dalam batu kuno membuka peluang untuk meneliti ekosistem dan evolusi biologi miliaran tahun lalu.
Dalam laporan riset, peneliti menyatakan mikroba tersebut adalah makhluk “asli” di batu kuno yang dipecahkan dan berevolusi dengan sangat lambat. Artinya, penelitian lebih lanjut menggunakan mikroba itu bisa memberikan pengetahuan baru soal genetika.
“Dengan meneliti DNA dan genomik mikroba seperti ini, kita bisa memahami evolusi pada era terawal di Bumi,” kata Suzuki.
Koalisi peneliti internasional percaya penelitian mikroba di batu kuno juga akan berdampak ke upaya mencari kehidupan lain di luar Bumi.
NASA, misalnya, saat ini memiliki robot Perseverance di Mars yang salah satu misinya adalah mengambil sampel fisik untuk dikirim ke Bumi. Peneliti batu kuno di Bumi memperkirakan sampel dari Mars usianya akan sama dengan batu yang dibor di Afrika Selatan.
“Menemukan kehidupan mikroba di Bumi dari 2 miliar tahun lalu dan bisa mengkonfirmasi keasliannya membuat saya semangat, ingin tahu apa yang bisa kita temukan dari sampel di Mars,” kata Suzuki.
(HI/Network)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar