Kamis, 14 Mei 2026
light_mode

Tak Kenal Maka Tak Sayang (Renungan Kemerdekaan di HUT Ke-79 RI)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
  • print Cetak
Penulis adalah seorang Akedemisi dan juga Pegiat Seni. Hingga saat ini nama penulis yakni I Nengah Rata Artana masih tercatat sebagai Sekertaris pada organisasi perusahaan pers “Media Independen Online Indonesia (MIO-INDONESIA) Provinsi Bali”

(Bali, 16 AGUSTUS 2024): Tidak terasa, besok negeri kita tercinta Indonesia berusia 79 tahun. Seperti pepatah ketika seseorang berkenalan, kerap diucapkan pepatah ini; tak kenal maka tak sayang. Kalau dikonteskan dengan makna peringatan hari kemerdekaan bangsa kita tahun ini, maka sudah selayaknya kita mengenal lebih dalam bangsa kita agar kita lebih sayang kepada bangsa ini.

SELAYAKNYA kita mesti menyadari, dan merenungkan; jika kita mengenal negeri kita tercinta Indonesia, apa yang harus kita perbuat untuk menyayangi bangsa ini? Mari jawab di hati masing-masing, dan wujudkan dalam karya, sesuai dengan talenta yang diberikan oleh Sang Pemberi Talenta.

TEBARLAH damai di antara sesama warga, jauhkan sikap iri dan dengki sesama anak bangsa, jauhi sikap keangkuhan dan keegosian, karena itu bukan sifat-sifat warisan budaya nenek moyang bangsa kita, jauhi kepentingan hanya untuk golongan, tapi kedepankanlah sikap untuk kepentingan orang banyak.

JIKA selama ini ada yang “memberontak” terhadap negeri ini, itu karena ibarat anak salah asuhan, kehilangan pengasuh, pembimbing dan penuntun. Maka jika kita mengenal bangsa ini, maka kenalilah mereka, lalu sayangi mereka, karena mereka bagian dari bangsa ini. Berikan mereka ruang kemerdekaan, waktu kemerdekaan, ekspresi kemerdekaan, karena kemerdekaan adalah hak setiap individu/orang, kecuali bagi mereka yang menggunakan kemerdekaan dengan cara-cara tidak etis dan merugikan orang lain.

KETIKA republik ini berusia 79 tahun, dari sumber yang penulis baca, ada referensi bahwa; jika diibaratkan usia manusia, maka penglihatan dan pendengaran kemungkinan ada penurunan kemampuan untuk melihat dan mendengar. Mungkin memerlukan kacamata atau alat bantu dengar. Dalam konteks ini, siapa yang harus mempertahankan tajamnya penglihatan, pendengaran di bangsa ini, agar kita tidak dijerumuskan oleh bangsa lain. Jawabannya tiada lain, bahwa yang harus mempertahankan tajamnya penglihatan dan pendengaran bangsa ini adalah generasi mudanya. Peristiwa yang terkait usia ini, benar-benar penulis alami, karena orang tua yang berusia lebih dari 80 tahun. Kami sampai habis akal untuk menyembuhkan penglihatan atau mata orang tua kami, karena memang faktor usia. Akhirnya dokter berkata, bahwa syukur bapak masih sehat, nafsu makan bagus, mengenai mata bapak, itu memang karena faktor usia.

KARENANYA, berikan generasi peran yang lebih dmoninan, jangan dikekang dengan dalih bahwa kita yang tua masih mampu, karena alasan masih berjiwa muda, Sudahlah !! kita harus mau diingatkan oleh syair lagu Iwan Fals yang tertulis ; Pak Tua Sudahlah, engkau sudah terlihat tua sudahlah, kami mampu untuk bekerja.

DIRGAHAYU ke-79 Indonesiaku tercinta, kami berjanji akan mengenalmu lebih dalam dan menyayangi hingga akhir hayat kami. (**)

Bali, 16 Agustus 2024

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengesahan Ranperda Adminduk Ditunda, DPRD Batam Tunggu Fasilitasi Pemprov Kepri

    Pengesahan Ranperda Adminduk Ditunda, DPRD Batam Tunggu Fasilitasi Pemprov Kepri

    • 0Komentar

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menunda pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan (Adminduk) hingga Maret 2026. BATAM, HITV— Keputusan penundaan pengesahaan Ranperda itu diambil dalam rapat paripurna yang digelar pada hari Rabu (18/2/2026) pagi. Disebutkan bahwa penundaan tersebut dilakukan karena proses fasilitasi regulasi nya masih berlangsung di tingkat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. […]

  • Bahsegel platformu: Günümüzdeki Giriş Adresi, Mobil Deneyim ve Ödül Fırsatları

    Bahsegel platformu: Günümüzdeki Giriş Adresi, Mobil Deneyim ve Ödül Fırsatları

    • 2Komentar

    Bahsegel platformu: Günümüzdeki Giriş Adresi, Mobil Deneyim ve Ödül Fırsatları Bahsegel hizmeti bahsegel güncel, Türkiye’de tamamen kanuni olarak hizmet veren saygın bir online bahis platformudur. Uzun yıllardır sektörde istikrarlı faaliyet gösteren Bahsegel, zengin spor bahisleri ve casino oyunları seçenekleri, yüksek oranlar ve karlı bonuslar ile kullanıcılarına elit bir deneyim sunar.Curacao lisansına sahip olan Bahsegel markası, […]

  • Insiden Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92, Puluhan Kendaraan Rusak Parah

    Insiden Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92, Puluhan Kendaraan Rusak Parah

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Purwakarta – Kecelakaan beruntun yang melibatkan puluhan kendaraan kembali terjadi di Jalan Tol Cipularang, tepatnya di KM 92, wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Senin 11 November 2024 sekira Pukul 15.30 WIB. Insiden kecelakaan beruntun ini menggegerkan para pengguna jalan Tol, nampak puluhan kendaraan mengalami kerusakan parah akibat kecelakaan beruntun tersebut. Berdasarkan video […]

  • Kejaksaan Agung Periksa 4 Orang Saksi Terkait Perkara Komoditas Timah, Satu Diantaranya Mantan Gubernur Babel

    Kejaksaan Agung Periksa 4 Orang Saksi Terkait Perkara Komoditas Timah, Satu Diantaranya Mantan Gubernur Babel

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM BELITUNG | Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung RI, Senin, 27 Mei 2024, kembali memeriksa 4 orang saksi terkait perkara dugaan korupsi pengelolaan komoditas timah di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Keempat orang tersebut masing-masing berinisial HT (Direktur CV Maria Kita), PSP (Wakil Direktur CV Mineral Jaya Utama), HS (Direktur CV […]

  • Semiotika Lidah Kekuasaan

    Semiotika Lidah Kekuasaan

    • 0Komentar

    Oleh: Kamaruddin Hasan Bahasa adalah cermin jiwa. Dalam ruang kekuasaan, bahasa tidak sekedar alat komunikasi, melainkan simbol yang mewakili kehormatan, tanggung jawab, dan kepercayaan publik. Setiap kata yang lahir dari lidah seorang pejabat menjadi tanda-tanda tentang siapa dirinya, bagaimana ia memandang rakyat, serta sejauh mana ia memahami amanah yang diemban. Belakangan ini, beberapa pernyataan dari […]

expand_less